Perkaderan

Pipin Cakaba2 May, 2019
IMG_20190502_174106_HHT-1280x720.jpg

3min500

Lapmi | Kab.Bandung – Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Sains dan Teknologi (HMI Saintek) Cabang Kabupaten Bandung membuka kegiatan Basic Training, Latihan Kader satu (LK 1). Diikuti oleh 15 orang peserta mahasiswa yang berasal dari fakultas saintek lalu 4 orang berasal dari fakultas adab dan humaniora. Jumlah seluruhnya yang mengikuti 19 orang peserta. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Villa Galuh, Pasir Angin, Cilengkrang, Bandung, mulai dari hari Kamis – Minggu (02-05/05/2019) selama tiga hari kedepan.

HMI Kom. Saintek dalam melaksanakan kegiatan tersebut mengusung tema “terbinanya kepribadian muslim yang berkualitas Akademis, sadar akan fungsi dan peranannya dalam berorganisasi, serta hak dan kewajibannya sebagai kader umat dan kader bangsa”. Senantiasa kata- kata tersebut di selalu digunakan dalam berbagai kegiatan LK 1, ialah sekaligus menjadi tujuannya.

Selanjutnya, pada acara pembukaan tersebut dihadiri oleh Rakanda Yogi Saputra selaku perwakilan dari Korp Alumni HMI Saintek Cabang Kabupaten Bandung, Asep Taufiqurrahman selaku Ketua Umum HMI Cakaba, berikut para fungsionaris komisariat- komisariat dalam ruang lingkup HMI Cakaba. Serta para tamu undangan lainnya, Kamis petang (02/05/2019).

Doc. Saat Fatih Seida selaku Ketu Umum Kom. Saintek, memberikan sambutan/Photo : Aunur

LK 1 yang pertama dilaksanakan di periode Fatih Saida, ia selaku Ketua Umum Komisariat Saintek, mengatakan, “berharap kader-kader Komisariat Saintek hari ini semoga dapat mengambil studi perbandingan dengan kolaborasi kegiatan LK 1 ini dengan Kom. Adab, kemudian dapat memahami relasi pertemanan dengan kader lainnya”, ucapnya

Fatih pun berharap bahwasanya, menginginkan kader-kader menjadi sosial engineering bagi masyarakat ke arah yang lebih baik, dalam hal itu ia menerangkan, “kesadaran Mahasiswa yakni dengan banyak maupun sedikitnya nya mahasiswa yang mengikuti HMI, masih ada yang mau berorganisasi itu menjadi sebuah kesadaran”, pungkasnya.

 

Sambutan baik, disampaikan Asep kepada para peserta, ia mengatakan, “ini adalah langkah awal untuk menuju pintu HMI, selamat bagi kalian yang menjadi mahasiswa terpilih. Yang akan ditempa untuk menjadi calon-calon kader selanjutnya, ialah kader HMI yang menajamkan pisau analisis nya terhadap tanda-tanda zaman, apalagi dikabarkan bonus demografi 2030 apa yang harus kita siapkan menghadapi nya, kemudian secara teknologi, karena sangat cocok sekali berada dalam sains dan teknologi”, ucapnya.

(Jurnalis/Nurlaela/Aunur)

 


Pipin Cakaba1 May, 2019
IMG_20190501_142921_HHT-1280x720.jpg

3min830

Lapmi | Kab.Bandung – Komisariat Fisip Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Bandung buka kegiatan Basic Training (LK 1) yang akan dilaksanakan selama tiga kedepan selepas kegiatan Opening Ceremoni, mengusung tema “terbinanya muslim yang berkualitas Akademis, sadar akan fungsi dan peranannya dalam berorganisasi serta hak dan kewajibannya sebagai kader umat dan kader bangsa” Rabu (01/05/2019) dengan peserta atau calon kader yang berjumlah 42 orang tersebut.

Kegiatan tersebut di hadiri oleh Rakanda Asep Sahid Gatara, Sandi Marta, selaku perwakilan dari Korp Alumni HMI Cabang Kabupaten Bandung. Kemudian Hasanuddin selaku pengurus HMI Cakaba mewakili ketua umum, pula Muhammad Maulana dari Badan pengelola latihan (BPL) sekaligus menjadi Master Of Training pada kegiatan tersebut. Turut hadir ketua-ketua komisariat di ruang lingkup HMI Cakaba juga para tamu undangan lainnya.

Diterangkan oleh Yusuf Maulana selaku Ketua Umum HMI Komisariat Fisip, mengatakan, “kami telak melaksanakan kegiatan LK 1 di tahun 2018 lalu, ini ialah yang kedua kalinya dan di tahun yang berbeda tahun 2019. Bahwasanya kami maupun HMI tak pernah memaksa mahasiswa untuk masuk ataupun bergabung dengan HMI, mengapa demikian? Karena HMI ini Organisasi mahal, pula di HMI ini kader yang mahal dalam segi jatidiri yang kuat”, pungkasnya.

Lalu iapun menambahkan, tegasnya “kami tidak akan memaksa bahkan tidak mewajibkan jika tidak serius ingin dididik di HMI silahkan bisa pulang sejak saat ini pula”, tegasnya.

Doc. Pembukaan LK 1 HMI Kom.Fisip, Rakanda Asep Sahid Gatara saat menyampaikan sambutan

Selanjutnya, Rakanda Asep Sahid, mengatakan hal sama, “Bahwasanya berorganisasi ini harus menjadi pilihan, jika tidak cocok silahkan tidak ikuti LK 1 ini, jika memang ini bagian dari pilihan dan cocok maka lanjutkan, Karena seorang kader HMI harus mampu memiliki 5 Aspek dalam berorganisasi, apa saja? Pertama aspek Berpikir Besar, Berpikir Fokus, Berpikir Realitas, Berpikir untuk beradaptasi dan Berpikir untuk bersaing”, ucapnya.

Ia pun menambahkan, menerangkan bahwa “Berpikir Besar itu harus memiliki fikiran yang besar, Berpikir fokus harus memiliki tujuan yang sesuai dengan kemampuan ada berbagai lembaga di HMI untuk proses pengembangannya seperti Lembaga Pecinta Alam, Lembaga Pers HMI dan lain sebagainya, Berpikir realistis harus pasti bagaimana mana kita akan berorganisasi, Berpikir untuk adaptasi kenali lingkungan sekitar dan terakhir, Berpikir untung bersaing ia, bersaing dalam kebaikan”, tambahnya

Kemudian, kegiatan LK 1 tersebut yang akan di selenggarakan di Villa Pondok Tugu, Nagreg, Kabupaten Bandung. Mulai dari hari Rabu sampai dengan Sabtu (01-04/05/2019). Setelahnya bersiap untuk berangkat ke lokasi pelatihan di Nagreg. (Aunur)


Pipin Cakaba11 April, 2019
IMG-20190411-WA0014.jpg

3min330

Lapmi | Kab. Bandung- Pembukaan kegiatan Basic Trainning, Latihan Kader (LK 1) Komisariat Dakwah dan Komunikasi HMI Cabang Kabupaten Bandung yang mengusung tema “Terbinanya kepribadian muslim yang berkualitas akademis sadar akan fungsi dan peranannya dalam organisasi serta hak dan kewajibannya sebagi kader umat dan kader bangsa” Kamis (11/04/2019) di Pusat Kegiatan, Permai V, Cibiru, Bandung. Kegiatan tersebut diihadiri oleh sejumlah peserta perwakilan dari Mahasiswa berbagai jurusan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung.

 

Kemudian turut hadir pula, Gery selaku perwakilan fungsionaris HMI Cakaba. Dr. Khoirudin, selaku perwakilan dari Korp Alumni HMI, (KAHMI), juga berbagai tamu undangan dari berbagai Komisariat ruang lingkup HMI Cakaba.

 

Selanjutnya, 21 Peserta yang di nyatakan lulus pada tahap awal interview calon kader. Sama seperti yang disampaikan, Maulana Santos, selaku Ketua Organizzing Comitte (OC) mengatakan, “tercatat pada 11 Maret 2019  dibentuk panitia OC sejumlah 30 orang, dilanjutkan pembukaan stand di mulai sejak tanggal 13 Maret – 12 April 2019, sehingga peserta yang mendaftar  43 orang, kemudian peserta yang mengikuti screening (interview) yakni 25 orang, hingga terakhir yang tercatat hadir dalam pembukaan 21 orang”, ucapnya

 

Lalu di jelaskan oleh Rafli Resmana selaku Ketua Umum HMI Kom. Dakkom Cakaba, menyatakan bahwa “ada salah satu universitas di Indonesia yang disinyalir tidak ada organisasi HMI dan itu merupakan suatu kerugian bagi Universitas” pungkasnya.

 

Selanjutnya, Gerry selaku Sekertaris Umum HMI Cakaba, menegaskan “Di kampus tidaklah hanya membutuhkan ruang di kelas untuk menimba ilmu, melainkan diluar itu membutuhkan intelektual pula yakni salahsatunya dengan ber-HMI”, tegasnya.

 

Sama halnya dengan Dr. Khoerudin selaku KAHMI, mengatakan, “semasa perkaderan di HMI sangat membantu dan membangun jaringan berorganisasi dan saya merasa di besarkan dan harus berkontribusi di HMI, tidak akan rugi” ujarnya saat menyampaikan sambutan.

 

Bahkan Dr. Ujang Sapuloh, memotivasi para calon Kader, ia mengatakan, “kondisi HMI hari ini tidak semangat seperti dulu karna mahasiswa hari ini banyak yang pragmatis dari pada idealis, dan bagaimana kita bisa merekrut anggota/calon kader supaya menumbuhkan semangat ber-HMI, itu yang harusnya difikirkan oleh bersama”, tutupnya. Saat menyampaikan stadium general. (Evi)


Pipin Cakaba21 February, 2019
IMG_20190221_184002_HHT-1280x720.jpg

3min830

Lapmi | Bandung- Pembukaan Training of Trainer (TOT) Badan Pengelola Latihan (BPL) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Bandung periode 2018/2019. Pelatihan tersebut dilaksanakan secara lokal untuk kader HMI Cakaba saja. Peserta yang mengikuti TOT tersebut mewakili dari berbagai Komisariat di ruang kerja HMI Cakaba.

 

Jumlah 37 orang peserta dari berbagai Komisariat di ruang kerja HMI Cakaba, paling banyak mengikuti TOT kali ini dari Komisariat Tarbiyah dengan jumlah 18 orang. Tentunya antusias para peserta menjadi suatu bentuk kegiatan TOT ini dinantikan oleh Kader HMI Cakaba.

 

Kegiatan yang bertajuk “Tercipata nya Sumber Daya Instruktur yang Memiliki Kemampuan Akademis, Kemampuan Mengelola Latihan, serta Mampu Menjadikan Diri sebagai Teladan yang Baik”. Dan akan dilaksanakan selama 3 hari kedepan, Kamis petang (21/02/2019) di Pusat Kegiatan HMI Cakaba.

Seperti yang di paparkan oleh Ketua BPL HMI Cakaba dalam sambutannya, “training of trainer ini, bukan untuk sekedar menggugurkan kewajiban atau menjadi settering committe pada LK 1 saja, melainkan harus melanjutkan training selanjutnya agar menjadi seorang pengelola berbagai pelatihan di HMI” ucap Abnu Malik.

 

Di harapkan seluruh peserta yang sudah ditanyakan berhak mengikuti pelatihan TOT tersebut dapat mengikuti pelatihan dengan disiplin dan memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. “Semua butuh proses, inilah proses kawan-kawan untuk menjadi seorang instruktur. Karena instruktur di HMI Cakaba ini, menjadi paling terbanyak jumlah instrukturnya”, ujar Asep selaku Ketua Umum HMI Cakaba dalam sambutannya.

 

Lanjut, Ketua Umum mengatakan “model dan metode perkaderan HMI ini belum ada pembaharuan, maksudnya metode yang dapat menyesuaikan dengan zaman yang relevan dengan keadaan sekarang ini. Semoga di forum pelatihan nantinya dapat berdiskusi sehingga menemukan metode anyar untuk perkaderan yang progresif” ujarnya.

 

Diharapkan kedepannya pun organisasi ini tetap dapat menjaga ke ilmiahannya. Seperti apa yang diutarakan oleh Riki Hermawan selaku Demisioner Ketua Umum BPL periode 2015/2016. “Instruktur itu seorang penjaga ilmiah organisasi, dimana seorang instruktur ini mampu menjadi pengelola latihan yang menggunakan akal sehat”, kata Riki.

 

Kemudian Riki menceritakan bagaimana seorang instruktur ini mampu menjadi sosok yang teladan bagi kader lainnya. “Saya pun dulu seperti kalian semuanya, berproses untuk menjadi seorang instruktur. Dan semoga kawan-kawan semua dapat menjadi instruktur yang di harapkan sesuai dengan tujuan kegiatan TOT ini”, ucapnya.

Proses yang dilakukan ini, menjadikan semangat tenaga instruktur baru HMI Cakaba. Yang kemudian dapat mengelola training lain kedepannya.

Kontributor : Pipin LH



Sekilas Kami

Bakornas LAPMI PB HMI merupakan salah satu badan khusus di dalam tubuh organisasi HMI yang bersifat semi-otonom sebagai penyalur minat dan bakat anggota dan wahana pengembangan kader di bidang jurnalistik/pers (ART Pasal 44).


[email protected]

0816-766-496



Newsletter


Media Partner

Independensia.id