HMICakaba

Pipin Cakaba13 May, 2019
IMG_20190513_074929.jpg

2min960

Lapmi | Kab.Bandung – Korps HMI-Wati Komisariat Tarbiyah (KOHATI KOMTAR) Cabang Kabupaten Bandung, kali pertama mengadakan acara Camp Melati Komtar. Acara tersebut berlangsung selama dua hari Sabtu – Minggu (11-12/05/2019) di Villa Umi.

Doc. Saat berdiskusi kader Kohati Tarbiyah bersama Nurlatifah selaku pengurus Badan Pengelola Latihan HMI Cakaba sekaligus sebagai demisioner Kohati Tarbiyah/photo.

Acara tersebut bertajuk “Internalisasi Nilai-nilai Keislaman demi Terwujudnya Kader HMI-wati yang Cerdas, Profesional, Berkarakter serta Arif akan Gender”, yang dihadiri oleh 45 orang peserta, merupakan kader-kader HMI-wati Komtar.

Turut hadir pula Dr. Hj. Teti Ratnasih, M.Ag., C.Ht., selaku perwakilan Forhati yang sekaligus dengan resmi membuka acara Camp Melati Komtar, Sabtu siang (11/05/2019) di Pusat Kegiatan HMI Cakaba.

Selain itu, dihari oleh perwakilan fungsionaris HMI Cakaba, Yeni Nurjanah selaku pengurus cabang, Size selaku pengurus Kohati cabang dan kemudian para ketua-ketua Kohati ruang lingkup HMI Cakaba.

Seperti apa yang disampaikan oleh Ely Nur Azizah selaku Ketua Umum Kohati Komtar, mengatakan, “Tema tersebut diharapkan agar seluruh Kader HMI-Wati Komisariat Tarbiyah dapat senantiasa meningkatkan kualitas diri melalui pengembangan potensi yang dimilikinya sebagai upaya untuk menjadi Muslimah berkualitas insan cita pula menjadi ajang silaturahmi”, ungkapnya.

Tidak hanya itu saja,  selain daripada mempererat tali silaturahim antar KOHATI, kegiatan tersebut juga sebagai upaya meningkatkan pemahaman KOHATI akan Gender, Feminisme dan Isu-isu Keperempuanan.

Seperti apa yang diterangkan oleh Dr. Hj. Teti Ratnasih, M.Ag., C.Ht., menjelaskan, “bahwasanya menjadi seorang Kohati itu harus SIP yakni Sinergi, Intelektual dan Progres. Karena menjadi hebat tidak harus menjadi nomor satu, menjadi yang terbaik apapun keadaannya selagi memiliki keinginan dan keahlian maka lakukanlah, pungkasnya

 

Kontributor : Dini Zakiyah Z N


Pipin Cakaba1 May, 2019
IMG_20190501_142921_HHT-1280x720.jpg

3min830

Lapmi | Kab.Bandung – Komisariat Fisip Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Bandung buka kegiatan Basic Training (LK 1) yang akan dilaksanakan selama tiga kedepan selepas kegiatan Opening Ceremoni, mengusung tema “terbinanya muslim yang berkualitas Akademis, sadar akan fungsi dan peranannya dalam berorganisasi serta hak dan kewajibannya sebagai kader umat dan kader bangsa” Rabu (01/05/2019) dengan peserta atau calon kader yang berjumlah 42 orang tersebut.

Kegiatan tersebut di hadiri oleh Rakanda Asep Sahid Gatara, Sandi Marta, selaku perwakilan dari Korp Alumni HMI Cabang Kabupaten Bandung. Kemudian Hasanuddin selaku pengurus HMI Cakaba mewakili ketua umum, pula Muhammad Maulana dari Badan pengelola latihan (BPL) sekaligus menjadi Master Of Training pada kegiatan tersebut. Turut hadir ketua-ketua komisariat di ruang lingkup HMI Cakaba juga para tamu undangan lainnya.

Diterangkan oleh Yusuf Maulana selaku Ketua Umum HMI Komisariat Fisip, mengatakan, “kami telak melaksanakan kegiatan LK 1 di tahun 2018 lalu, ini ialah yang kedua kalinya dan di tahun yang berbeda tahun 2019. Bahwasanya kami maupun HMI tak pernah memaksa mahasiswa untuk masuk ataupun bergabung dengan HMI, mengapa demikian? Karena HMI ini Organisasi mahal, pula di HMI ini kader yang mahal dalam segi jatidiri yang kuat”, pungkasnya.

Lalu iapun menambahkan, tegasnya “kami tidak akan memaksa bahkan tidak mewajibkan jika tidak serius ingin dididik di HMI silahkan bisa pulang sejak saat ini pula”, tegasnya.

Doc. Pembukaan LK 1 HMI Kom.Fisip, Rakanda Asep Sahid Gatara saat menyampaikan sambutan

Selanjutnya, Rakanda Asep Sahid, mengatakan hal sama, “Bahwasanya berorganisasi ini harus menjadi pilihan, jika tidak cocok silahkan tidak ikuti LK 1 ini, jika memang ini bagian dari pilihan dan cocok maka lanjutkan, Karena seorang kader HMI harus mampu memiliki 5 Aspek dalam berorganisasi, apa saja? Pertama aspek Berpikir Besar, Berpikir Fokus, Berpikir Realitas, Berpikir untuk beradaptasi dan Berpikir untuk bersaing”, ucapnya.

Ia pun menambahkan, menerangkan bahwa “Berpikir Besar itu harus memiliki fikiran yang besar, Berpikir fokus harus memiliki tujuan yang sesuai dengan kemampuan ada berbagai lembaga di HMI untuk proses pengembangannya seperti Lembaga Pecinta Alam, Lembaga Pers HMI dan lain sebagainya, Berpikir realistis harus pasti bagaimana mana kita akan berorganisasi, Berpikir untuk adaptasi kenali lingkungan sekitar dan terakhir, Berpikir untung bersaing ia, bersaing dalam kebaikan”, tambahnya

Kemudian, kegiatan LK 1 tersebut yang akan di selenggarakan di Villa Pondok Tugu, Nagreg, Kabupaten Bandung. Mulai dari hari Rabu sampai dengan Sabtu (01-04/05/2019). Setelahnya bersiap untuk berangkat ke lokasi pelatihan di Nagreg. (Aunur)


Pipin Cakaba13 March, 2019
IMG_20190313_131604-1280x720.jpg

4min520

Lapmi | Bandung-Agenda Latihan Khusus Kohati (LKK) yang diadakan oleh Korps HMI-wati ( KOHATI ) HMI Cabang Kabupaten Bandung dengan resmi di buka, Rabu siang (13/03/21/2019) di Balai Latihan Koperasi dan UMKM, Gedebage, Bandung. Pelatihan yang bersekala nasional ini yakni di ikuti oleh 37 orang peserta yang telah lulus seleksi screening. Dari jumlah keseluruhan peserta terdaftar 50 orang peserta se -Indonesia.

Kegiatan yang bertema “Meningkatkan Peranan dan Kualitas Kader HMI-wati” sesuai dengan apa yang tercantum di Pedoman Dasar Kohati. Kemudian dalam kegiatan pembukaannya turut hadir, Dr. Cici Wartisah, S.Pd selaku Pokja PKK Kabupaten Bandung, Ayahanda Satia Gumilar selaku perwakilan Korps Alumni HMI Cabang Kabupaten Bandung, para peserta dan tamu undangan fungsionaris di ruang lingkup HMI Cabang Kabupaten Bandung.

Besar harapan yang di sampaikan Steering Comitte “Seluruh peserta yang hadir pada kegiatan ini semoga mampu meningkatkan kualitas potensi di bidang keperempuanan dalam publik maupun domestik”, ucap Size.

Dan dalam sambutannya Ketua Umum Kohati mengatakan “tentunya Kohati ini sangat berperan penting dalam mewujudkan tujuan HMI ialah mewujudkan masyarakat adil makmur yang di Ridhai Allah SWT dalam prosesnya perlu ditekankan agar dapat meningkatkan kualitas akademis untuk modal intelektual dan bermanfaat bagi banyak orang” ujar Ruka.

Bahkan lebih dari pada itu diterangkan pula bahwasannya peserta yang dapat hadir di LKK tersebut adalah kader Kohati terpilih, di sampaikan oleh Fajar Galang selaku perwakilan dari pengurus HMI Cakaba “pada zaman dahulu perempuan itu belum setara dengan laki-laki dalam beraktivitas, namun hari ini di era digitalisasi dimana perempuan ini hampir sama berperan aktif dalam segala hal”, ujarnya.

Dan apa yang disampaikan tersebut lebih di jelaskan oleh KAHMI Cabang Kabupaten Bandung, “Hari ini tantangan zaman begitu jauh, menempuh revolusi industri 4.0 ini ternyata sebagai penilaian bagaiman kita menyosong kedepan, andaikan kita tidak siap maka akan terlibas yang dimaksudkan ialah kesetaraan perempuan dan laki-laki harus sama-sama memperjuangkan kebaikan”, ucap Satia Gumilar.

Dalam hal ini, seorang perempuan di tuntut agar mampu meningkatkan mutu dalam berbagai hal. Bahkan referensi sangat penting untuk kalangan Mahasiswa Organisatoris dalam berbicara. Selanjutnya perlu juga seorang perempuan ini menjadi creator dalam aspek kehidupan, Kepemimpinan perempuan yang canggih dalam meningkatkan kinerja untuk menjawab permasalahan bangsa ini.

LKK tersebut mendapatkan respon positif dari Pokja PKK Kabupaten Bandung, “saya merasa bangga terhadap Kohati HMI ini, telah mengadakan program yang bermanfaat di Bidang Kohati atau keperempuanan itu sangat luar biasa. Karena perempuan sangat berperan penting serta berpengaruh di Indonesia dalam bidang keterampilan UMKM, seperti perekonomian lalu bidang pendidikan bahkan politik, hari ini perempuan tidak bisa dikesampingkan atau dipandang sebelah mata berbeda dengan dahulu,” ucap Cici

Kegiatan LKK tersebut akan berlangsung selama 5 hari kedepan guna menempa kader HMI-wati agar mampu mencapai tujuan yang diharapkan oleh Steering Comitte. Apa yang didapat ilmu dari kegiatan tersebut mampu diamalkan dan bermanfaat bagi orang banyak.

 

Kontributor : Pipin L H


Pipin Cakaba21 February, 2019
IMG_20190221_184002_HHT-1280x720.jpg

3min830

Lapmi | Bandung- Pembukaan Training of Trainer (TOT) Badan Pengelola Latihan (BPL) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Bandung periode 2018/2019. Pelatihan tersebut dilaksanakan secara lokal untuk kader HMI Cakaba saja. Peserta yang mengikuti TOT tersebut mewakili dari berbagai Komisariat di ruang kerja HMI Cakaba.

 

Jumlah 37 orang peserta dari berbagai Komisariat di ruang kerja HMI Cakaba, paling banyak mengikuti TOT kali ini dari Komisariat Tarbiyah dengan jumlah 18 orang. Tentunya antusias para peserta menjadi suatu bentuk kegiatan TOT ini dinantikan oleh Kader HMI Cakaba.

 

Kegiatan yang bertajuk “Tercipata nya Sumber Daya Instruktur yang Memiliki Kemampuan Akademis, Kemampuan Mengelola Latihan, serta Mampu Menjadikan Diri sebagai Teladan yang Baik”. Dan akan dilaksanakan selama 3 hari kedepan, Kamis petang (21/02/2019) di Pusat Kegiatan HMI Cakaba.

Seperti yang di paparkan oleh Ketua BPL HMI Cakaba dalam sambutannya, “training of trainer ini, bukan untuk sekedar menggugurkan kewajiban atau menjadi settering committe pada LK 1 saja, melainkan harus melanjutkan training selanjutnya agar menjadi seorang pengelola berbagai pelatihan di HMI” ucap Abnu Malik.

 

Di harapkan seluruh peserta yang sudah ditanyakan berhak mengikuti pelatihan TOT tersebut dapat mengikuti pelatihan dengan disiplin dan memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. “Semua butuh proses, inilah proses kawan-kawan untuk menjadi seorang instruktur. Karena instruktur di HMI Cakaba ini, menjadi paling terbanyak jumlah instrukturnya”, ujar Asep selaku Ketua Umum HMI Cakaba dalam sambutannya.

 

Lanjut, Ketua Umum mengatakan “model dan metode perkaderan HMI ini belum ada pembaharuan, maksudnya metode yang dapat menyesuaikan dengan zaman yang relevan dengan keadaan sekarang ini. Semoga di forum pelatihan nantinya dapat berdiskusi sehingga menemukan metode anyar untuk perkaderan yang progresif” ujarnya.

 

Diharapkan kedepannya pun organisasi ini tetap dapat menjaga ke ilmiahannya. Seperti apa yang diutarakan oleh Riki Hermawan selaku Demisioner Ketua Umum BPL periode 2015/2016. “Instruktur itu seorang penjaga ilmiah organisasi, dimana seorang instruktur ini mampu menjadi pengelola latihan yang menggunakan akal sehat”, kata Riki.

 

Kemudian Riki menceritakan bagaimana seorang instruktur ini mampu menjadi sosok yang teladan bagi kader lainnya. “Saya pun dulu seperti kalian semuanya, berproses untuk menjadi seorang instruktur. Dan semoga kawan-kawan semua dapat menjadi instruktur yang di harapkan sesuai dengan tujuan kegiatan TOT ini”, ucapnya.

Proses yang dilakukan ini, menjadikan semangat tenaga instruktur baru HMI Cakaba. Yang kemudian dapat mengelola training lain kedepannya.

Kontributor : Pipin LH



Sekilas Kami

Bakornas LAPMI PB HMI merupakan salah satu badan khusus di dalam tubuh organisasi HMI yang bersifat semi-otonom sebagai penyalur minat dan bakat anggota dan wahana pengembangan kader di bidang jurnalistik/pers (ART Pasal 44).


[email protected]

0816-766-496



Newsletter


Media Partner

Independensia.id