update

Pipin Cakaba25 July, 2019
PicsArt_07-24-10.29.53-1280x923.jpg

2min790

Lapmi | Bandung – Konferensi Cabang (Konfercab) Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kabupaten Bandung resmi dibuka, kegiatan tersebut yang ke -17 kalinya dilaksanakaj oleh HMI Cakaba, bertajuk “Regenerasi Kepemimpinan dengan Semangat Keumatan dan Kebangsaan Upaya Mewujudkan Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kabupaten Bandung yang Unggul, Kompetitif dan Berdaya Saing”, dengan penuh khidmat disaksikan oleh seluruh para kader HMI Cabang Kabupaten Bandung di Aula gedung Kecamatan Cibiru. Rabu malam (24/07/2019).

Doc. Saat pembacaan SK kepanitiaan Konfercab oleh perwakilan Bid. PAO Galang/photo

Hal tersebut guna sebagai estafeta kepemimpinan yang baru untuk HMI Cakaba kedepannya, kegiatan konfercab tersebut dihadiri oleh para fungsionaris pengurus cabang, KAHMI, dan ketua komisariat yang berada di lingkup cakaba serta para tamu undangan.

Doc. Ketua umum HMI Cakaba Asep Taufiqurrahman menyampaikan sambutannya/photo

Setelah pembukaan tersebut Ketua Umum HMI Cakaba, Asep Taufiqurrahman berharap agar kegiatan ini dijadikan sebagai ajang regenerasi kepimpinan yang lebih baik bukan untuk hanya berdinamika.

“Saya harap dalam konfercab ini bukan hanya dinamika yang diciptakan, namun ide dan gagasan juga yang mengisi jalannya konfercab yang bertujuan untuk melakukan regenerasi kepemimpinan yang jauh lebih baik.” Ujar Asep dalam sambutannya.

Selain itu, Presidium KAHMI Jawa Barat, Ayahanda Fauzan Ali Rasyid memberikan apresiasi pada kegiatan tersebut saat ia menyampaikan sambutannya dalam agenda pembukaan konfercab ke-17 HMI Cakaba.

“Dalam KonferCab ini buatlah sejarah yang dapat kalian ceritakan dan kalian kenang dimasa mendatang. Demi regenerasi kepemimpinan cabang yang lebih maju isilah momen ini dsrngan semangat keumatan yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing untuk mencetak sejarah yang baru” tutup Fauzan selaku KAHMI dalam sambutannya. (Dandi)


AdministratorAdministrator20 July, 2019
WhatsApp-Image-2019-07-20-at-17.53.34-1.jpeg

1min290

Sukabumi |Independensia.id – Perkaderan adalah bahan bakar utama organisasi kader. Tanpa adanya perkaderan yang berkesinambungan, organisasi akan habis ditelan zaman. Inilah yang melatarbelakangi Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Perkaderan di Sukabumi, Jawa Barat pada Sabtu (20/7/2019) hingga Minggu (21/7/2019).


Pipin Cakaba15 July, 2019
IMG-20190715-WA0000.jpg

9min2170

Oleh : Zulfata

Pengurus BADKO HMI Aceh

Mengawali tulisan ini, penulis ingin nyatakan bahwa kacau atau baiknya perpolitikan Indonesia terletak pada sejauh mana komitmen keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam memposisikan peran strategisnya dalam menjaga kedaulatan bangsa. Keterlibatan HMI dalam membumikan nilai keislaman dan keindonesiaan adalah keniscayaan bagi kader HMI yang bermental ideologis. Sejarah bangsa telah membuktikan bahwa setelah Masyumi dibubarkan, HMI beserta organisasi keislaman lainnya mampu berkolaborasi dengan mengisi kekosongan peran negara dalam mewujudkan nilai keislaman dan keindonesiaan sebagai reingkranasi ideologi Pancasila.

Pendeskrispsian di atas hanyalah secuil dari luapan lautan yang faktanya mungkin belum disadari oleh kader atau keluarga besar HMI yang bertaburan di santero dunia. Sehingga komitmen organisasi pelanjut perjuangan Lafran Pane ini tampak merabunkan mata hati kader HMI yang terjebak pada mentalitas politik pragmatis dan politik populis. Mencermati arah gerakan HMI kekinian, mulai dari tingkat pengurus besar (PB) hingga ke daerah (Badko-cabang) tak lagi menarik perhatian yang mencolok bagi asupan kemajuan bangsa, apa lagi memikirkan asap dapu rakyat Indonesia.

Hampir rata-rata jabatan strategis HMI berperan bagaikan pemadam kebakaran, sudah meledak, disitu pula bergerak. Telah terbengkalai korban, di situ pula berkoar-koar. Upaya pereventif kalah tawar dengan daya apologi. Lenting pengabdian semakin terkikis akibat terlanjur taat senior. Misi kualitas insan cita kalah tawar dengan niat berpolitik praqmatis. Kekuatan membangun peradaban menjadi tenggelam karena ingin terkenal dengan proses yang instan. Idealitas digadaikan, spirit persatuan bukan digunakan untuk menopang pembangunan nasional, melainkan terjebak dalam konflik internal.

Padahal HMI mesti memiliki pola gerakan yang dinamis menyesuaikan keragaman keahlian para kadernya. Kekuatan dalam berdinamika jangan sempat mengarah pada proses perapuhan internal dengan saling mencari-cari pasal kesalahan antar sesama, keadilan dalam musyawarah (Konggres, Muda dan Konfercap) jangan sempat tergoda uang recehan, sehingga kemuliaan HMI semakin memudar. Delam konteks ini, Nurcholisd Madjid (Cak Nur) telah mengingatkan bahwa manusia tidak boleh tenggelam dalam syarat, sehingga tidak sempat mengerjakan rukunnya. Berhimpun adalah syarat untuk membangun kekuatan saat hendak mewujudkan misi keislaman dan keindonesian, dan menjaga kesejahteraan umat adalah rukun HMI yang mesti ditunaikan kapanpun dan di mana pun.

Suka atau tidak suka, HMI masa kini tampak seperti manusia lesu di tengah badai yang sedang meluluh-lantakkan infrastruktur kenegaraan. Latah menyikapi kekuasaan, latah menyikapi isu perpolitikan dan larut pada narasi gerakan milenial tanpa paham sejauhmana kekuatan HMI di level pengkaderan. Jika sedemikian adanya, yang tumbuh dalam pengkaderan bukanlah benih atau jiwa-jiwa militan, melaikan mentalitas pengemis kekuasaan, mengedepankan transaksional untung dan rugi. Sehingga kekuatan kekuasaan kapitalisme semakin kekar dan mengakar dalam setiap proses dinamika ke-HMI-an.

Yang penting ditanyakan bahwa apakah HMI sekarang sesuram ini? jika iya apakah indikatornya? Penulis jawab bahwa HMI pada pranata jabatan politis keorganisasiannya sedang mengalami daruat moral dan darurat etik, serta darurat evaluatif. Tiga sisi kedaruratan inilah yang semestinya menjadi pekerjaan bagi mereka yang mengaku ber-HMI. Sebab kader HMI bukan hanya dituntut untuk apatis, tidak pula boleh apolitis, apalagi pragmatis. Karena pada hakikatnya HMI hadir di permukaan bumi ini sebagai wadah kemahasiswaan yang betanggung jawab pada segala perjuangannya, dan senantiasa meraih ridha Allah Swt.

Ingat, HMI bukanlah lembaga kaki tangannya partai politik. dan bukan pula tidak boleh berpolitik, sebab kader HMI mesti cakap menerapkan high politic atau silenc of politics (politik kesunyian) yang dilakukan atas nama keadilan sosial. Bukan atas nama donatur berakal kerdil, dan bukan pula atas nama gerakan emosional yang picik. Pada kondisi seperti inilah seluruh kader HMI mesti cepat bangun dari ketidakstabilan berfikir dan pergerakannya masa kini. Ciri unik pergerakan HMI adalah bersifat independen, bukan menghormati pemimpin organisasinya yang dungu atau amoral, apa lagi gila jabatan. Kader HMI mesti memiliki seni melawan tanpa restu pemimpinnya. Sebab melawan memimpin bukan berarti melanggar konstitusi, karena di atas konstitusi ada prinsip ideologi yang tak dapat diingkari.

Daya instal ideologi HMI (NDP) belum begitu kuat mengendap dalam karakter kader HMI yang mendapat jabatan strategis, kondisi ini dibuktikan dengan fenomena terpecahnya kekuatan HMI akibat salah urus menyikapi organisasi emas generasi muslim. Diakui atau tidak,  kekuatan organisatoris HMI telah terpeca-belah bagaikan gelas indah yang pecah akibat diletakkan pada meja yang miring. Beling-beling kacanya yang pecah tak dapat lagi disatukan, jika dipaksa, ia akan menggores luka dan menetas darah siapany yang menyentuh beling kacanya. Satu-satunya jalan adalah sapu belingnya dan luruskan mejanya, sehingga gelas yang baru dapat gagah berdiri di atas meja yang telah di luruskan. Sedemikianlah perumpamaan upaya mengembalikan pergerakan HMI pada haluan yang sesungguhnya.

Diakui atau tidak, kemunduran HMI bukan lagi sekedar 44 indikator kemundurannya, tetapi telah mencapai angka seratus bahkan lebih jika diuraikan secara komprehensif dari semua sisi pergerakannya. Sebab saat bicara HMI bukan saja bicara kadernya, bukan saja bicara organisasinya, melainkan juga bicara rakyat, agama dan negaranya. Mendefenisikan arah pergerakan HMI tanpa kemunduran memang mustahil, namun selalu bergerak mundur petanda HMI sedang sakit. Seyogianya kemunduran yang dialami HMI masa kini mesti menjadi batu loncatan dalam menyusun kekuatan baru, pikiran baru tanpa terburu-buru terbawa hawa nafsu efek post-truht. Kebutuhan meterial (uang) memang soal angka, tetapi material bukanlah segala-galanya. Jika tidak percaya, apa bedanya HMI dengan spirit gaya meterialismenya Marxisme. Jika HMI intim dengan kekuasaan pragmatis? Apa bedanya HMI dengan Kapitalisme. Jika HMI tenggelam dalam media sosial? Apa bedanya HMI dengan remaja yang labil? Sepatutnya HMI harus mampu mengedepankan gerakan perwudukan moralitas keislaman dalam menyelesaikan menalitas anak bangsa dari jeratan gerakan Marxisme, kapitalisme hingga mampu berdemontrasi secara profesional dan mempercepat terwujudnya sistem keadilan sosial dan keadaban perpolitikan di Indonesia.

Dengan perjuangan memperbaiki sistem, maka dampak perubahannya akan bersifat luas. Dengan mengontrol haluan politik bangsa, HMI dapat menyelamatkan nasib umat manusia tanpa sekat agama, ras dan antar golongan. Daya intelektulitas kader HMI harus mampu berubah menjadi kekuatan besar dalam menjaga akar pergerakan HMI yang tidak goyang karena kekuasaan, tidak gugur karena nafsu kekuasan, dan tidak tumbang karena para pendahulu. Pranata kekuatan HMI masa kini harus ditata ulang (renovasi) sebab HMI bukan saja sedang menghadapi gelombang Industri ke empat, tetapi HMI juga sedang bergelimang dalam lautan interaksi anak bangsa yang cerdas menggunakan teknologi namun krisis moral, dan krisis saat bertuhan. Makanya jangan terkejut menemukan fakta mengaku HmI tapi “ateis” (dalam artian tidak meyakini kebenaran idealis). Sejatinya hal ini bukan saja dialami oleh internal ke-HMI-an, tetapi gejala ini hampir menjadi penyakit bersama di Indoensia.

HMI mesti cepat mengepakkan sayapnya, bila sayapnya telah patah, bergegaslah diperbaiki. Sebab HMI memiliki kewajiban dalam menyelesaikan persoalan kenegaraan yang kini sedang tertatih-tatih. HMI butuh sampai aktif dalam upaya pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. HMI mesti menjadi garda terdepan memperbaiki karakter anak bangsa. Sehingga kader HMI tidak hanya cakap meminta haknya, tetapi juga bertanggung jawab dalam menjalankan amanah ideologis dalam pergerakannya. Akhirnya HMI bukanlah suatu organisasi yang haus jabatan, dan bukan pula bergerak karena jabatan, melainkan HMI digerakkan atas dasar niat dan cita-cita penuh dengan kemuliaan. Bukan mahir jilat-menjilat pengatur jabatan. Hanya pada Allah Swt kita menyerahkan diri, dan hanya pada Rasulullah Saw pula kita menerima syafaat. Semoga kita selalu dalam misi kebenaran, bukan pembenaran. Yakusa !!!


Pipin Cakaba29 May, 2019
IMG-20190529-WA0003.jpg

3min890

Independensia | Jatinangor – Komisariat Sastra UNPAD Cabang Jatinangor Sumedang dengan resmi dilantik di Aula Masjid Al-Asa’akir UNPAD Jatinangor. Selasa (28/05/19). Dinahkodai oleh kader muda yang duduk di semester dua yaitu saudara Fakih Fadillah, menjadikan semangat baru  pada Komisariat Sastra UNPAD tersebut.

Doc. sesuai agenda pelantikan pengurus Komisariat lakukan photo bersama/photo

Pelantikan tersebut dilaksanakan pada pukul 15.30 WIB yang dihadiri oleh perwakilan pengurus Badan Koordinasi HMI Jawa Barat, pengurus cabang, dan ketua komisariat lingkup cabang Jatinangor Sumedang.

 

Agenda tersebut secara khidmat melaksanakan pelantikan pengurus baru, pesan yang disampaikan dimulai dari ketua demisioner komisariat sastra UNPAD sampai ke ketua cabang Jatinangor Sumedang yang sekaligus melantik.

 

Harapan Dini selaku demisioner menumpukan harapan, seperti apa yang disampaikan saat sambutannya “memajukan komisariat dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas kader melalui kajian dan kegiatan komisariat yang lainnya.” Ucap Dini Solehudin.

 

Harapan yang diberikan kepada nahkoda baru ini begitu banyak dilontarkan oleh berbagi pihak dan dapat bersinergi dengan seluruh aspek kepengurusan baik pada tingkatan komisariat maupun cabang dilingkup cabang Jatinangor Sumedang.

 

Selain Dini Solehudin, Gian Egia selaku ketua umum Cabang menyampaikan harapan saat sambutannya, “Semoga komisariat sastra bisa menjadi inspirasi untuk komisariat lainnya dalam berkader untuk menjadi kader yang paripurna.” Ucap Gian Egia

 

Fakih Fadilah selaku ketua umum komisariat Sastra UNPAD bercita-cita “Roda kaderisasi harus terus berjalan. Maka visi saya pada kepengurusan tahun ini membawakan dua nilai yaitu mewujudkan komisariat sastra UNPAD yang populis dan progresif, terus bergerak ke arah kemajuan demi mewujudkan kesejahteraan untuk bersama dilingkungan yang paling kecil yaitu komisariat dan ketika dua nilai ini digabungkan maka akan tercipta kualitas kader yang baik yang menunjang kader untuk menjadi muslim profesional intelegensia” ujar Fakih

 

Sosok Fakih dalam menahkodai komisariat sastra pun menjadi inspirasi dimana jenjang semester yang masih muda namun berani untuk menjadi seorang pemimpin di Komisariat. Secara semester ia baru menginjak semester dua di kampusnya. (Dandi)

 


Pipin Cakaba13 May, 2019
IMG_20190513_074929.jpg

2min960

Lapmi | Kab.Bandung – Korps HMI-Wati Komisariat Tarbiyah (KOHATI KOMTAR) Cabang Kabupaten Bandung, kali pertama mengadakan acara Camp Melati Komtar. Acara tersebut berlangsung selama dua hari Sabtu – Minggu (11-12/05/2019) di Villa Umi.

Doc. Saat berdiskusi kader Kohati Tarbiyah bersama Nurlatifah selaku pengurus Badan Pengelola Latihan HMI Cakaba sekaligus sebagai demisioner Kohati Tarbiyah/photo.

Acara tersebut bertajuk “Internalisasi Nilai-nilai Keislaman demi Terwujudnya Kader HMI-wati yang Cerdas, Profesional, Berkarakter serta Arif akan Gender”, yang dihadiri oleh 45 orang peserta, merupakan kader-kader HMI-wati Komtar.

Turut hadir pula Dr. Hj. Teti Ratnasih, M.Ag., C.Ht., selaku perwakilan Forhati yang sekaligus dengan resmi membuka acara Camp Melati Komtar, Sabtu siang (11/05/2019) di Pusat Kegiatan HMI Cakaba.

Selain itu, dihari oleh perwakilan fungsionaris HMI Cakaba, Yeni Nurjanah selaku pengurus cabang, Size selaku pengurus Kohati cabang dan kemudian para ketua-ketua Kohati ruang lingkup HMI Cakaba.

Seperti apa yang disampaikan oleh Ely Nur Azizah selaku Ketua Umum Kohati Komtar, mengatakan, “Tema tersebut diharapkan agar seluruh Kader HMI-Wati Komisariat Tarbiyah dapat senantiasa meningkatkan kualitas diri melalui pengembangan potensi yang dimilikinya sebagai upaya untuk menjadi Muslimah berkualitas insan cita pula menjadi ajang silaturahmi”, ungkapnya.

Tidak hanya itu saja,  selain daripada mempererat tali silaturahim antar KOHATI, kegiatan tersebut juga sebagai upaya meningkatkan pemahaman KOHATI akan Gender, Feminisme dan Isu-isu Keperempuanan.

Seperti apa yang diterangkan oleh Dr. Hj. Teti Ratnasih, M.Ag., C.Ht., menjelaskan, “bahwasanya menjadi seorang Kohati itu harus SIP yakni Sinergi, Intelektual dan Progres. Karena menjadi hebat tidak harus menjadi nomor satu, menjadi yang terbaik apapun keadaannya selagi memiliki keinginan dan keahlian maka lakukanlah, pungkasnya

 

Kontributor : Dini Zakiyah Z N


Pipin Cakaba1 May, 2019
IMG_20190430_220858_HHT-1280x720.jpg

3min1410

Lapmi | Kab.Bandung- Kegiatan Intermediate Training Latihan Kader dua, Himpunan Mahasiswa Islam (LK 2 HMI) Cabang Kabupaten Bandung yang dibuka pada hari Rabu (24/04/2019). Rangkaian kegiatan tersebut pun berlangsung dengan lancar. Dari hari Rabu sampai sepekan kedepan, penghujung acara dilaksanakan pada hari Selasa, (30/04/2019) pelaksanaan closing ceremoni LK 2 tersebut.

Kemudian, setelah 44 orang peserta dinyatakan lulus tahap akhir selama 7 hari mengikuti pelatihan. Berbagai aspek penilaian dalam pelaksanaannya mulai dari aspek Afektif, aspek Kognitif dan aspek Psikomotorik. Sudah sesuai dan tertera dalam pedoman perkaderan HMI. Surat Kelulusan Peserta LK 2 dengan No : ist/kpts/motlk2cakaba/08/1440 yang dibacakan oleh Wildan Romadhon selaku salah satu tim pengelola (Master Of Training) pada kegiatan LK 2 tersebut.

Ardi, selaku Ketua Pelaksana yang mengemukakan keberlangsungan kegiatan LK 2 selama sepekan, “Alhamdulillah, di penghujung acara ini yang sebelumnya dibuka pada tanggal 24 sampai akhir acara pada tanggal 30, dalam keberlangsungan acara ini tidak begitu banyak masalah yang signifikan, meski sempat ada beberapa peserta yang tidak enak badan namun hal itu bisa sigap segera ditangani sehingga tidak ada kendala yang tak teratasi Alhamdulillah serta ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang sudah berkenan membantu mensukseskan agenda tersebut” ucapnya, di Graha Emerald, Jl. Cimuncang No. 30/32, Padasuka, Cibeunying Kidul, Kota Bandung.

Doc. LK 2 HMI Cakaba, dari sebelah sisi kanan digambar Abnu Malik MOT, Khoirul Anam Gumilar Winata Ketua BADKO HMI Jabar, Asep Taufiqurrahman Ketua Umum HMI Cakaba, dan sampingnya Ardi Ketua OC.

Selanjutnya, sambutan dari Asep Taufiqurrahman selaku Ketua Umum HMI Cakaba, mengatakan, “HMI dengan apapun maknanya begitu pula kepanjangan, hingga Harapan Masyarakat Indonesia, dengan begitu harus mampu memberikan gagasan dan solusi kongkrit bagi permasalahan umat dan bangsa selepas training LK 2 ini, kawan-kawan harus mampu memunculkan gagasan, ide, tersebut sebagai kader umat dan bangsa” ucapnya.

Turut hadir Khoirul Anam Gumilar Winata selaku Ketua Umum Badan Koordinasi (BADKO) HMI Jawa Barat pada kesempatannya hadir sekaligus memberikan sambutan di agenda penutupan LK 2 HMI Cabang Kabupaten Tersebut.

“Dari momentum kaderisasi formal LK 2 ini ada yang kawan-kawan dapatkan dan amalkan ialah momentum silaturahmi karena pada hakikatnya berhimpun itu yakni melakukan silaturahmi”, ucapnya.

Kemudian, Khoirul Anam menerangkan bahwasanya, potensi temen-temen yang di godog dari cabangnya masing-masing, di komisariatnya bahkan di didik oleh para master of training, sehingga memiliki etitude yang baik, apalagi di era globalisasi pasca reformasi, digitalisasi ini, harus lebih mengedepankan intelektual, etika, bahkan saat ini di era media sosial berkemajuan diharapkan dua modal awal tersebut untuk berkehidupan di organisasi, pula untuk umat dan bangsa.

Bahkan, Anam menegaskan hal yang sama dengan apa yang disampaikan oleh Asep Taufiqurrahman Ketua Umum Cakaba, “bahwasanya betul, selepas LK 2 ini bukan untuk bergagahan, tapi harus mengedepankan silaturahmi, intelektual dan etika untuk berkehidupan bermasyarakat” tandasnya.

 


Pipin Cakaba21 April, 2019
IMG_20190420_200330-1280x720.jpg

4min340

Lapmi| Kab.Bandung – Peringatan Isra Mi’raj yang bertepatan dengan Malam Nisfu Sya’ban yaitu pada tanggal 14-15 Sya’ban 1440 H, tercantum pada kalender Hijriyah. Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Arraf kerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Dakwah dan Komunikasi Cabang Kabupaten Bandung, Sabtu malam (20/04/2019). Di Masjid Al-Arraf, Komplek Permata Biru, Cinunuk, Bandung. Agenda tersebut bertajuk “Refleksi Risalah Kenabian serta Menjemput Bulan Penuh Kesucian”.

Doc. sesi photo bersama DKM Al-Arraf, Kader HMI dan Masyarakat

Turut hadir Dr. H. Isep Zaynal Arifin selaku penceramah pada agenda tersebut. Begitu antusias masyarakat sekitar datang sehingga memenuhi Masjid Al-Arraf sampai kader HMI. Dari orang tua, dewasa sampai anak-anak, perempuan dan laki-laki. Dalam hal ini HMI hadir sebagai mitra pula untuk melakukan pengabdian masyarakat pada bulan Ramadhan yang akan datang. Seperti apa yang di sampaikan oleh Rafli Resmana selaku Ketua Umum HMI Komisariat Dakwah dan Komunikasi pada sambutannya.

 

“Di HMI kami tidak hanya berorganisasi biasa saja, melainkan kami harus dapat mengabadikan diri terhadap masyarakat seperti halnya sekarang ini, bahkan dituntut untuk bisa berbicara di hadapan masyarakat banyak. Selain itu pula Kader HMI ini, sebagai jembatan aspirasi masyarakat kepada pemerintah yaitu pengabdian” ucap Rafli.

 

Sambutan baik terhadap kehadiran HMI dari H. Kahfi Supriadi, S.Ag. selaku Ketua DKM Al-Arraf, menuturkan “dengan hadirnya ade- ade dari HMI Komisariat Dakwah dan Komunikasi ini, saya haturkan terimakasih. Selanjutnya diharapkan agenda seperti ini tidak hanya sekali saja melainkan harus berkesinambungan. Kedepannya di bulan Ramadhan yang akan datang dapat mengisi kegiatan di DKM Al-Arraf ini, pula kegiatan kemasyarakatan”, tuturnya.

Doc.saat ceramah disampaikan oleh Dr. H. Isep Zaynal Arifin

Pada acara tersebut yang sebelumnya diiringi oleh lantunan Sholawat dari group Hadroh Aswaja UIN Bandung, sebagai pembuka acara tausiyah. Dr. H. Isep Zaynal Arifin, selaku penceramah, menyampaikan, “di kesempatan ini, saya ingin menerangkan bagaiman Nabi Muhammad SAW melakukan isra mi’raj untuk para umatnya agar dalam beribadah sholat tidak sama dengan sholatnya di zaman Nabi Musa, selain itu pula shalat yang makbul, sholat yang baik bukan hanya menggugurkan kewajiban saja. Jika memang ibadah apapun di lakukan dengan baik hasilnya kepada perilaku yang baik pula”, ucapnya.

 

Kemudian, Dr. H. Isep Zaynal Arifin, mengucapkan, “sedikit saya menerangkan bahwa manusia tersebut adalah makhluk kemungkinan, berbeda seperti iblis dan malaikat sebagai makhluk pasti yang artinya Malaikat ini pasti Soleh sedangkan Iblis/syaiton pasti salah, nah manusia mungkin soleh ataupun salah. Semoga amalan baik kita semuanya di bulan Rajab, sampai kepada bulan Sya’ban kemudian amalan baik tersebut sampai pula pada bulan Ramadhan”, tutupnya.


Pipin Cakaba20 April, 2019
IMG-20190420-WA0025.jpg

2min650

Lapmi|Garut- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat IPI, Cabang Garut dengan resmi dilantik. Agenda tersebut dihadiri oleh pengurus dan kader HMI Komisariat IPI, pengurus HMI Cabang Garut, Alumni serta hadir pula tamu undangan dari Organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Acara tersebut bertajuk “Bersinergi dalam mewujudkan kader yang berintegritas dan berkualitas Insan Cita”. Jum’at kemarin (19/04/30/2019) di Aula Dinas Pendidikan, Kabupaten Garut.

Doc. Saat sesi photo bersama HMI Cab.Garut, Kom. IPI

Selanjutnya, Ramdani selaku ketua pelaksana agenda pelantikan tersebut, mengungkapkan “dilaksanakan acara ini bukan sekedar menjadi prosesi pelantikan saja, melainkan bertujuan untuk mewujudkan Organisasi yang progresif, mampu menciptakan calon-calon pemimpin yang berkualitas dapat menjalankan amanah konstitusi HMI serta dapat bersinergi dalam mencipta kader yang berintegritas memilih kualitas insan cita”, ungkapnya.

Kemudian mendapat tanggapan baik dari Muhammad Hasanuddin selaku perwakilan Pengurus HMI Cabang Garut, dalam kesempatan itu dapat hadir. Ia menyampaikan “acara ini luar biasa, semangat kader yang luar biasa pula ditambah lagi dengan adanya stadium general, semoga tema yang tertera itu mampu diimplementasikan oleh kader-kader dalam berkehidupan beragama, berbangsa dan bernegara”, pungkasnya.

Kemudian, Nurmin Dewo selaku ketua komisariat IPI yang anyar dilantik tersebut, mengungkapkan, “saya tekankan HMI Komisariat IPI harus terus konsisten untuk melakukan pengkaderan, karena proses kaderisasi dimulai dari komisariat, lalu kedepannya saya akan membangun komisariat dengan metode komunikasi dan koordinasi supaya tidak terjadi konflik-konflik horizontal organisasi yang selalu jadi permasalahan”, ucapnya.

Nurmin Dewo, menambahkan, “komunikasi menjadi keharusan bagi kita, karena sebagai sebuah organisasi yang memiliki intruksi dan jalur koordinasi yang baik. Kemudian untuk kader, sebagai pengurus akan lebih memprioritaskan dan fokus terhadap potensi-potensi yang ada pada diri kader, sehingga bisa menciptakan kader hmi yang berprestasi serta bermanfaat bagi umat dan bangsa sebagaimana sesuai dengan mission HMI”, tambahnya.

 

(Rifatul Sadiyah)


Pipin Cakaba11 April, 2019
IMG-20190411-WA0014.jpg

3min330

Lapmi | Kab. Bandung- Pembukaan kegiatan Basic Trainning, Latihan Kader (LK 1) Komisariat Dakwah dan Komunikasi HMI Cabang Kabupaten Bandung yang mengusung tema “Terbinanya kepribadian muslim yang berkualitas akademis sadar akan fungsi dan peranannya dalam organisasi serta hak dan kewajibannya sebagi kader umat dan kader bangsa” Kamis (11/04/2019) di Pusat Kegiatan, Permai V, Cibiru, Bandung. Kegiatan tersebut diihadiri oleh sejumlah peserta perwakilan dari Mahasiswa berbagai jurusan di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung.

 

Kemudian turut hadir pula, Gery selaku perwakilan fungsionaris HMI Cakaba. Dr. Khoirudin, selaku perwakilan dari Korp Alumni HMI, (KAHMI), juga berbagai tamu undangan dari berbagai Komisariat ruang lingkup HMI Cakaba.

 

Selanjutnya, 21 Peserta yang di nyatakan lulus pada tahap awal interview calon kader. Sama seperti yang disampaikan, Maulana Santos, selaku Ketua Organizzing Comitte (OC) mengatakan, “tercatat pada 11 Maret 2019  dibentuk panitia OC sejumlah 30 orang, dilanjutkan pembukaan stand di mulai sejak tanggal 13 Maret – 12 April 2019, sehingga peserta yang mendaftar  43 orang, kemudian peserta yang mengikuti screening (interview) yakni 25 orang, hingga terakhir yang tercatat hadir dalam pembukaan 21 orang”, ucapnya

 

Lalu di jelaskan oleh Rafli Resmana selaku Ketua Umum HMI Kom. Dakkom Cakaba, menyatakan bahwa “ada salah satu universitas di Indonesia yang disinyalir tidak ada organisasi HMI dan itu merupakan suatu kerugian bagi Universitas” pungkasnya.

 

Selanjutnya, Gerry selaku Sekertaris Umum HMI Cakaba, menegaskan “Di kampus tidaklah hanya membutuhkan ruang di kelas untuk menimba ilmu, melainkan diluar itu membutuhkan intelektual pula yakni salahsatunya dengan ber-HMI”, tegasnya.

 

Sama halnya dengan Dr. Khoerudin selaku KAHMI, mengatakan, “semasa perkaderan di HMI sangat membantu dan membangun jaringan berorganisasi dan saya merasa di besarkan dan harus berkontribusi di HMI, tidak akan rugi” ujarnya saat menyampaikan sambutan.

 

Bahkan Dr. Ujang Sapuloh, memotivasi para calon Kader, ia mengatakan, “kondisi HMI hari ini tidak semangat seperti dulu karna mahasiswa hari ini banyak yang pragmatis dari pada idealis, dan bagaimana kita bisa merekrut anggota/calon kader supaya menumbuhkan semangat ber-HMI, itu yang harusnya difikirkan oleh bersama”, tutupnya. Saat menyampaikan stadium general. (Evi)


Pipin Cakaba25 March, 2019
cropped-logooo.png

2min280

Lapmi | Subang- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Subang dengan resmi melantik Rio Aji Pamungkas sebagai pemimpin baru Komisariat Komputer- Komunikasi Universitas Subang (KK UNSUB), di Gedung Korpri, Jl. Otto Iskandardinata No. 6, Senin (25/03/2019).

Pengurus HMI Komisariat KK UNSUB yang berjumlah 8 orang itu. Berkomitmen bersama Nahkoda barunya untuk memperjuangkan dan menjaga perkaderan di HMI. Utamanya ialah untuk menjadi regenerasi. Pula untuk dibina dan siapkan menjadi tulang punggung kelompok yang besar (masyarakat).

 

Ketua Umum Komisariat KK UNSUB, Rio Aji Pamungkas menyikapi fenomena merosotnya kaderisasi di kampus menjadi tanggung jawab kepengurusannya kedepan. “Menyikapi hal itu, saya berkomitmen untuk meningkatkan lima kualitas insan cita melalui program- program yang sesuai dengan era modern ini. Tentunya dengan berpedoman terhadap pedmoan perkaderan HMI”, ujarnya.

 

Hal itu disampaikan Rio dalam sambutannya (25/03) di Aula Gedung Korpri, Jl. Otto Iskandardinata no 06. Sementara menurut Ketua Umum HMI Cabang Subang, Aris Munandar berpesan dengan dilantiknya kepengurusan baru mampu membawa perubahan ke arah yang lebih baik.

 

“Siapkan diri kita untuk menyongsong masa depan, mewujudkan Indonesia lebih maju dan sejahtera”, pungkasnya.

 

Dalam hal ini, ia mengajak agar kader- kadernya terus berproses di HMI yakni upaya untuk mewujudkan cita- cita mulia Organisasi. Lima Kualitas Insan Cita (5 KIC) yang di maksudkan sebagai Misi yang harus di emban oleh seluruh kader HMI. Sebagai berikut; Insan Akademis, Insan akademis Pencipta, Insan akademis pencipta Pengabdi, Insan akademis pencipta pengabdi Bernafaskan Islam dan Insan Akademis, Pencipta, Pengabdi, Bernafaskan Islam dan Bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur di Ridhai Allah SWT. (Iing)



Sekilas Kami

Bakornas LAPMI PB HMI merupakan salah satu badan khusus di dalam tubuh organisasi HMI yang bersifat semi-otonom sebagai penyalur minat dan bakat anggota dan wahana pengembangan kader di bidang jurnalistik/pers (ART Pasal 44).


[email protected]

0816-766-496



Newsletter


Media Partner

Independensia.id