Pengurus Besar HMI

LAPMI HMI18 August, 2019
images-19.jpeg

2min620

Jakarta | Lapmi.or.id – Lembaga Pengembangan Profesi (LPP) sebagai lembaga kekaryaan yang dimiliki oleh HMI memiliki peranan penting dalam menunjang aktivitas perkaderan di tubuh himpunan. Hal ini disampaikan oleh Penanggung Jawab (PJ) Ketum PB HMI, Arya Kharisma Hardi. Arya menilai peran Lembaga Pengembangan Profesi (LPP) di HMI harus didorong agar bisa lebih besar kontribusinya terhadap HMI. Sebab, menurut Arya dalam proses ber HMI output yang diharapkan ke depan adalah orang-orang yang memiliki kualitas dan kapasitas yang baik dalam disiplin keilmuannya.

“Lembaga Pengembangan Profesi ini adalah tempat yang cocok untuk mereka berproses,” katanya di sela-sela menghadiri acara pelantikan HMI Cabang Jember, Jumat (16/08).

Kader-kader HMI yang punya orientasi ekonomi, lanjut Arya dapat menjadi ekonom yang baik di Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam (LEMI), kader-kader yang punya disiplin ilmu dalam agama Islam bisa menjadi pendakwah yang baik melalui Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam (LDMI), begitupun juga yang memiliki kecenderungan pada dunia jurnalistik bisa dikembangkan melalui Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) .

Arya mengimbuhkan, Peran ini harus didukung dengan sistem dan kebijakan yang ada. Oleh karenanya, Sertifikat pelatihan kekaryaan yang ada di cabang maupun di Bakornas PB itu harus menjadi salah satu syarat ke depan untuk keluarnya surat rekomendasi LK 2 dari cabang.
“Lah ini salah satu kebijakan yang mendorong temen-temen semua untuk masuk kepada lembaga pengembangan profesi,” tutur pria berkacamata itu.

Untuk menunjang itu semua, Arya berharap agar pengurus LPP yang ada di Bakornas ataupun di Cabang agar mendorong kader-kader yang lain untuk bisa membuka cabang-cabangnya di daerah lain.

“Itu juga harus sama-sama kita dorong lah dengan semua perangkat yang ada di PB HMI.” tutupnya. (Redi/Fu)


Pipin Cakaba18 July, 2019
IMG-20190718-WA0010.jpg

3min270

Lapmi | Jakarta – Melalui kegiatan Diskusi Grup Terfokus (FGD) yang digelar di Sekretariat PB HMI pada Kamis (18/7/2019), Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menyoroti pentingnya peran generasi Milenial dalam pembangunan Indonesia di masa depan. Kegiatan ini merupakan program kerja bersama antara Bidang Riset Teknologi dan Bidang Industri Perdagangan.

“FGD ini merupakan kontribusi HMI dalam memberikan masukan substansial kepada Pemerintah bagi pembangunan Indonesia di masa depan,” ujar Arya Kharisma Hardy, PJS Ketua Umum PB HMI.

Kegiatan diskusi bertajuk “Strategi Generasi Milenial dalam Mendukung Kemandirian Riset Teknologi dan Industri Pembangunan Indonesia” ini menghadirkan M. Arief Rosyid, Faldo Maldini, Pradana Indra Putra, dan Rahmat Fikri sebagai narasumber serta dimoderatori oleh Risdianto Pattiwael.

Menurut Rahmat Fikri, Indonesia memiliki sumberdaya manusia yang cukup sebagai modal pembangunan. Selain itu, peluang juga sangat terbuka lebar. Hal krusial yang dibutuhkan adalah kebijakan yang tepat guna mengoptimalkan potensi tersebut. Selain itu, komitmen Pemerintah juga diperlukan dalam menghasilkan kebijakan afirmatif yang melindungi produk-produk nasional.

Sumberdaya manusia yang berkualitas, tambah Faldo Maldini, dihasilkan oleh kampus. Maka dari itu kampus pun jangan sampai ketinggalan dalam menghasilkan inovasi dan adopsi pengetahuan pengetahuan baru secara berkelanjutan.

Sementara menurut Arief Rosyid dan Pradana Indra Putra, generasi saat ini membutuhkan kemampuan untuk menyeleksi informasi agar tidak mudah terkena hoax. Generasi Milenial diharapkan lebih bijak menggunakan informasi.

Hary Sukma Pradinata, Ketua Bidang Riset dan Teknologi PB HMI, mengatakan bahwa diskusi kali ini adalah awalan. Setelah ini akan disusul oleh diskusi-diskusi lanjutan dengan tema lainnya yang akan menghadirkan para pakar kompeten. Keberlanjutan diskusi ini nantinya akan dirangkum menjadi suatu bentuk naskah rekomendasi yang akan disampaikan kepada Pemerintah.

“Nantinya akan dibuat naskah rekomendasi dalam bentuk buku ‘bunga rampai gagasan pembangunan’ sebagai kenang-kenangan kepengurusan di periode ini,” tandas Hadi Rusmanto, Ketua Bidang Industri dan Perdagangan PB HMI. (*)


AdministratorAdministrator15 December, 2018
IMG_20181215_153735.jpg

1min300

LAPMI-HMI |Jakarta – Kasus Titis Praktiknyo, mahasiswa Pasca Sarjana IPB yang melakukan tindakan penghinaan terhadap HMI melalui komentar di media sosial ini masih berlanjut, Direktur Utama Bakornas LKBHMI PB HMI Periode 2018-2020 Safril memutuskan untuk melanjutkan kasus ini ke ranah hukum sejak 12 Desember 2018 di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta.



Sekilas Kami

Bakornas LAPMI PB HMI merupakan salah satu badan khusus di dalam tubuh organisasi HMI yang bersifat semi-otonom sebagai penyalur minat dan bakat anggota dan wahana pengembangan kader di bidang jurnalistik/pers (ART Pasal 44).


[email protected]

0816-766-496



Newsletter


Media Partner

Independensia.id