Surakarta

LAPMI HMI20 August, 2019
PicsArt_08-20-08.23.04.jpg

4min1510

Surakarta | Lapmi.hmi.or.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Surakarta menggelar Masa Perkenalan Calon Anggota (Maperca). Maperca sebagai pintu masuk sebelum bergabung menjadi keluarga besar HMI Cabang Surakarta mengangkat tajuk, “Leadership: Membangun Paradigma Mahasiswa yang Aktif Organisasi dan Berprestasi Akademik” pada Selasa, 20 Agustus 2019 di Aula Gedung III FEB Universitas Sebelas Maret Surakarta.

HMI Cabang Surakarta bekerja sama dengan KSB (Kelompok Studi Bengawan) mengemas acara dalam bentuk talk show. Yoga mewakili KSB sekaligus Ketua umum Komisariat FEB UNS mengenalkan pentingnya menulis dan berbisnis.

“Perlu diketahui rekan-rekan, KSB sendiri yaitu UKM yang memberikan fasilitas mahasiswa tentang kepenulisan juga berbisnis dan saham”, ujar Yoga dalam sambutannya.

Jejaring dilingkup HMI juga disinggung oleh Ketua Umum HMI Cabang Surakarta untuk memberi gambaran kepada mahasiswa baru UNS.

“HMI itu sendiri adalah organisasi eksternal yang mempunyai cakupan dan jaringan luas bukan hanya di luar kampus daerah, namun di berbagai kota dan negara. Berbeda dengan organisasi internal yang lingkupnya hanya dalam kampus saja. Sehingga jelas ada sebuah perbedaan dalam hal kebutuhan, kepentingan dan jejaring mahasiswa”, kata Brilian.

Tidak kurang dari 100 mahasiswa baru ikut serta acara tersebut. Adapun tujuan materi mengenalkan HMI itu sendiri dan bagaimana cara menjadi kepemimpinan mahasiswa di era milenial.

“Apa yang harus dimiliki dan harus dihindari mahasiswa dalam mencapai kepemimpinan milenial dalam berorganisasi sekaligus berprestasi. Ketika semua orang mempunyai potensi, maka jangan minder untuk mengembangkannya yakni semangat tahu, rasa percaya diri, adaptasi cepat, peralihan, membangun jejaring, multitasking dan satu hal yang harus ditetapkan yaitu berpikir positif. Karena berpikir positif ini merupakan sebuah kunci kesuksesan, banyak orang yang gagal karena berpikir negatif. Pemikiran semacam ini yang harus kita tumpaskan, kita harus tetap semangat, luruskan niat, sehingga jika kita tidak hanya diam saja, namun harus tetap bergerak menuju niat dan tujuan utama yang akan dicapai,” jelas Abdul Kohar, Direktur Pemberitaan Medcom.id yang juga mantan Dirut Lapmi Surakarta.

“Hal yang terpenting untuk menjadi pemimpin adalah keberanian. Seperti halnya yang sudah biasa diinginkan oleh semua orang. Orang tidak mau mendengar apa yang tidak mau ia dengar, orang tidak mau mendengar apa yang pernah ia dengar. Sesungguhnya hal tersebut bisa diatasi dengan cara melatih public speaking kita dalam berhimpun di HMI. Karena dalam HMI sendiri sudah biasa dalam melakukan perdebatan, hal ini berguna untuk melatih kemampuan berbicara kita salah satunya,” tambah Anhar Widodo, founder #ruanggagas.

Kepemimpinan bukan hanya faktor keturunan, namun harus kesiapan utamanya kesiapan mental. Ketika ada satu kesempatan yang datang, maka langsung manfaatkan, dan ambil peluang tersebut, karena kesempatan tidak datang dua kali. Hal yang perlu diingat bahwa kesempatan datang jika diri sendiri siap, bukan ketika mau.

Menjadi pemimpin dimana pun tempatnya adalah mengabdi yaitu ambil posisi, tentukan pilihan, ambil keputusan dan segera bertindaklah dengan kesadaran diri sendiri. Keuntungan ber-HMI bagi mahasiswa baru UNS diantaranya sudah dikenal khalayak umum, mempunyai banyak alumni, tempat mengadu gagasan yang terbuka dan demokratis serta mempunyai jejaring luas, daya juang tinggi dan tetap berorientasi pada prestasi. (Fajar) 



Sekilas Kami

Bakornas LAPMI PB HMI merupakan salah satu badan khusus di dalam tubuh organisasi HMI yang bersifat semi-otonom sebagai penyalur minat dan bakat anggota dan wahana pengembangan kader di bidang jurnalistik/pers (ART Pasal 44).


[email protected]

0816-766-496



Newsletter


Media Partner

Independensia.id