Berita Cabang

Pipin Cakaba17 March, 2019
cropped-logooo.png

2min470

Lapmi | Tasikmalaya- Agenda Rapat Pleno 2 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tasikmalaya berhasil menambah komisariat menjadi 9 komisariat. Pada rapat pleno 2 HMI Cabang Tidak, Komisariat Persiapan Universitas Perjuangan (UNPER) di kukuhkan, Minggu malam (17/03/2019).

Doc. Rapat Pleno 2 HMI Cbg Tasikmalaya

Agenda Rapat Pleno tersebut dilaksanakan selama 2 hari,  pada hari sabtu-minggu tetanggal 16 – 17 maret 2019, yang bertempat di Aula Sekretariat HMI Cabang Tasikmalaya, Jl. Sutisna Senjaya no.41. Pleno 2 HMI Cabang Ya ini pun diikuti oleh 7 komisariat diantaranya Komisariat STAI, Hasan Basri,  Unsil, Lafran, STIA, STISIP, dan Singaparna Cipasung.

 

Menurut Ketua umum HMI Cabang Tasikmlaya Fikri Zulfikar, mengatakan, “Bertambahnya Komisariat di HMI Cabang Tasikmalaya adalah bentuk keseriusan kaderisasi dari seluruh anggota HMI Cabang Tasikmalaya, kedepan kami akan membentuk beberapa lagi komisariat di seluruh perguruan tinggi di Wilayah Tasikmalaya”, ucap Fikri.

 

Resminya UNPER menjadi Komisariat persiapan HMI Cabang Tasikmalaya ini. Maka akan lebih progres lagi HMI Cabang Tasikmalaya dalam merekrut anggota baru guna menghasilkan benih pemimpin Umat dan Bangsa sesuai denga misi HMI.

 

Berikut pula penuturan Fikri “semoga kaderisasi ini menjadi sebuah amanah yang dapat terus di emban untuk kedepannya, agar HMI Cabang Tasikmalaya semakin berkembang dan maju” tutupnya.

 

Kontributor : Pipin LH


Pipin Cakaba16 March, 2019
IMG_20190316_105034_HHT-1280x720.jpg

3min540

Lapmi | Kab.Bandung- Dalam balut kegiatan Pendidikan Dakwah Progresif Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam ( LDMI ) HMI Cabang Kabupaten Bandung. Untuk kali pertama digelar, pembukaan agenda tersebut dihadiri oleh 20 orang, tidak hanya dari ruang lingkup HMI Cakaba saja melainkan kedatangan peserta dari berbagai Cabang se-Jawa Barat, diantaranya HMI Cabang Sukabumi, Garut, Sabtu pagi (16/03/2019) di Pusat Kegiatan HMI Cakaba.

Ikut hadir pula Lembaga Pengembangan Profesi HMI Cabang Kabupaten Bandung, direktur Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Mahasiswa Islam ( LKBHMI ), perwakilan Lembaga Pers Mahasiswa Islam ( LAPMI ). Begitu pula hadir fungsionaris Cabang dan Komisariat di wilayah kerja HMI Cabang Kabupaten Bandung.

 

Direktur Utama LDMI, Sepa Munawar, menjadi, “di adakan nya agenda kegiatan ini tiada lain untuk mengembangkan potensi Dakwah dalam Himpunan, karena Dakwah ini bukan sekedar di Mesjid, membawa tasbih, melainkan Dakwah ini bisa dilakukan dimana saja, ialah Dakwah Sosial. Yakni Hablu Minanas Hablu Minallah harus di maknai secara luas”, tutur Sepa pada saat sambutannya.

 

Pada kegiatan Pendidikan Dakwah Progresif LDMI menargetkan peserta yang hadir mampu membangun LDMI di Cabang-cabang nya kemudian. Di tuturkan oleh Sepa, “bahwasanya LDMI di Wilayah Jawa Barat ini belum banyak, maka dengan ada kegiatan ini semoga makin banyak LDMI berdiri di Cabang-cabang se-Jawa Barat” ucapnya

 

Agenda ini pula dijadikan sebagai gerbang untuk menunjukkan eksistensi Kader HMI dalam dunia Dakwah yakni sebagai bentuk pengabdian terhadap Masyarakat. Seperti apa yang di sampaikan Ketua Umum HMI Cabang Kabupaten Bandung, Asep Taufiqurrahman, “Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam ini merupakan wadah untuk Kader HMI ialah untuk mensyiarkan dan mengembangkan ajaran syariat Islam sesuai tujuan awal berdiri organisasi HMI ini”, ucapnya.

 

Lanjut, Asep, mengatakan, “materi-materi yang ada sangat begitu menarik, mulai dari Sejarah, Ideologi Pembebasan, Islam Progresif dan bahkan materi strategi propaganda, analisa terhadap apa yang terjadi hari ini menjelang pemilu serentak 17 April 2019 mendatang, dinamika keumatan dan kebangsaan menjadi tantangan pada agenda demokrasi kedepan, harapannya dengan dilaksanakan kegiatan ini  mampu melahirkan kader-kader dakwah yang menjadi problem solver pada permasalahan yang terjadi saat ini”, tutupnya.

Kontributor : Pipin LH


Pipin Cakaba13 March, 2019
IMG_20190313_131604-1280x720.jpg

4min640

Lapmi | Bandung-Agenda Latihan Khusus Kohati (LKK) yang diadakan oleh Korps HMI-wati ( KOHATI ) HMI Cabang Kabupaten Bandung dengan resmi di buka, Rabu siang (13/03/21/2019) di Balai Latihan Koperasi dan UMKM, Gedebage, Bandung. Pelatihan yang bersekala nasional ini yakni di ikuti oleh 37 orang peserta yang telah lulus seleksi screening. Dari jumlah keseluruhan peserta terdaftar 50 orang peserta se -Indonesia.

Kegiatan yang bertema “Meningkatkan Peranan dan Kualitas Kader HMI-wati” sesuai dengan apa yang tercantum di Pedoman Dasar Kohati. Kemudian dalam kegiatan pembukaannya turut hadir, Dr. Cici Wartisah, S.Pd selaku Pokja PKK Kabupaten Bandung, Ayahanda Satia Gumilar selaku perwakilan Korps Alumni HMI Cabang Kabupaten Bandung, para peserta dan tamu undangan fungsionaris di ruang lingkup HMI Cabang Kabupaten Bandung.

Besar harapan yang di sampaikan Steering Comitte “Seluruh peserta yang hadir pada kegiatan ini semoga mampu meningkatkan kualitas potensi di bidang keperempuanan dalam publik maupun domestik”, ucap Size.

Dan dalam sambutannya Ketua Umum Kohati mengatakan “tentunya Kohati ini sangat berperan penting dalam mewujudkan tujuan HMI ialah mewujudkan masyarakat adil makmur yang di Ridhai Allah SWT dalam prosesnya perlu ditekankan agar dapat meningkatkan kualitas akademis untuk modal intelektual dan bermanfaat bagi banyak orang” ujar Ruka.

Bahkan lebih dari pada itu diterangkan pula bahwasannya peserta yang dapat hadir di LKK tersebut adalah kader Kohati terpilih, di sampaikan oleh Fajar Galang selaku perwakilan dari pengurus HMI Cakaba “pada zaman dahulu perempuan itu belum setara dengan laki-laki dalam beraktivitas, namun hari ini di era digitalisasi dimana perempuan ini hampir sama berperan aktif dalam segala hal”, ujarnya.

Dan apa yang disampaikan tersebut lebih di jelaskan oleh KAHMI Cabang Kabupaten Bandung, “Hari ini tantangan zaman begitu jauh, menempuh revolusi industri 4.0 ini ternyata sebagai penilaian bagaiman kita menyosong kedepan, andaikan kita tidak siap maka akan terlibas yang dimaksudkan ialah kesetaraan perempuan dan laki-laki harus sama-sama memperjuangkan kebaikan”, ucap Satia Gumilar.

Dalam hal ini, seorang perempuan di tuntut agar mampu meningkatkan mutu dalam berbagai hal. Bahkan referensi sangat penting untuk kalangan Mahasiswa Organisatoris dalam berbicara. Selanjutnya perlu juga seorang perempuan ini menjadi creator dalam aspek kehidupan, Kepemimpinan perempuan yang canggih dalam meningkatkan kinerja untuk menjawab permasalahan bangsa ini.

LKK tersebut mendapatkan respon positif dari Pokja PKK Kabupaten Bandung, “saya merasa bangga terhadap Kohati HMI ini, telah mengadakan program yang bermanfaat di Bidang Kohati atau keperempuanan itu sangat luar biasa. Karena perempuan sangat berperan penting serta berpengaruh di Indonesia dalam bidang keterampilan UMKM, seperti perekonomian lalu bidang pendidikan bahkan politik, hari ini perempuan tidak bisa dikesampingkan atau dipandang sebelah mata berbeda dengan dahulu,” ucap Cici

Kegiatan LKK tersebut akan berlangsung selama 5 hari kedepan guna menempa kader HMI-wati agar mampu mencapai tujuan yang diharapkan oleh Steering Comitte. Apa yang didapat ilmu dari kegiatan tersebut mampu diamalkan dan bermanfaat bagi orang banyak.

 

Kontributor : Pipin L H


Pipin Cakaba13 March, 2019
IMG-20190313-WA0004-1.jpg

3min590

 

Lapmi | Jakarta – Pengurus Korps HMI-Wati Himpunan Mahasiswa Islam (KOHATI) cabang Jakarta Pusat-Utara mempunyai nahkoda baru melalui Musyawarah Kohati Cabang (Muskohcab) ke-X di Gedung Cilosari 17, Menteng, Jakarta Pusat. Hasil dari Muskohcab ke-X itu melahirkan pemimpin baru yaitu Iyang Parangi sebagai Ketua Umum Kohati cabang Jakarta Pusat-Utara periode 2019-2020.

“Alhamdulillah,saya merasa lega dan saya mengucapkan selamat mengemban amanah baru kepada adinda Iyang sebagai ketua umum kohati. Semoga dibawah kepemimpinan adinda Iyang, Kohati Jakarta Pusat-Utara bisa lebih berwarna. Yang ingin saya tegaskan bahwa, hasil dari Muskohcab yang dilaksanakan pada hari Jumat, 14 Desember 2018 yang bertempatan di Gedung Cilosari 17, Menteng jakpus hanya menghasilkan 1 Formatuer dan mide formatuer Kohati cab. Jakpustara,” ujar Sri Irawati selaku Ketua Umum Demisioner Kohati cabang Jakarta Pusat-Utara.

Ira menambahkan bahwa sekali lagi saya tegaskan bahwa saya hanya melaksanakan 1 forum Muskoh. “Jadi apabila hari ini ada kabar bahwa Kohati Jakpustara dualisme, sesungguhnya itu adalah fitnah yang sangat keji. Kenapa saya berkata demikian, sebab saya hanya melaksanakan Muskohcab satu kali dalam masa kepengurusan saya,” Katanya

“Jika kedepanya ada yang mengaku bahwa dia adalah Ketumkoh jakpustara periode 2019-2020,maka saya minta dengan hormat kepada semua pihak tolong buatkan forum terbuka dan pertemukan saya dengan orang yang mengaku sebagai ketumkoh Jakpustara,” tegas Ira.

Ia menjelaskan hanya orang ‘gila’ yang mengaku demikian tanpa ada mekanisme yang jelas. “Segala sesuatu ada prosesnya, ada tahapanya, ada aturan mainnya. Bukan tiba-tiba mengaku jadi Ketumkoh tanpa ada mekanisme yang jelas,” tuturnya.

Ira mengatakan seperti apa yang disampaikan Ayunda ketumkoh PB HMI, Siti Fatimah Siagian yang sempat hadir dalam pelantikan sekaligus mengisi stadium general pengurus korps HMI-Wati cab Jakpustara periode 2019-2020 “Kalau klaim harus yang berkualitas dong, masa udah klaim tapi ga berkualitas”.

“Saya berharap kepada semua pihak, terutama pengurus HMI Cabang Jakarta Pusat-Utara periode 2019-2020,bahwa kawal selalu setiap agenda Kohati dan lindungi kohati Jakpustara sampai ke dasar hatinya. Akhir kata, saya titipkan pesan kepada adinda Iyang selaku Ketua Umum Kohati yang baru,” Katanya

Saya titip Kohati Jakpustara, tolong untuk dirawat dan dijaga. Dan semangat selalu untuk kepengurusan kedepannya. Tetap Kokoh walau diterjang masalah apapun. Bahagia HMI Jayalah kohati,” tutup Ira.

Gahara Kumala selaku Direktur Bidang Administrasi dan Hubungan Internal BAKORNAS LAPMI PB HMI 2018-2020 menambahkan bahwa Jabatan Ketua Umum seharusnya merupakan representasi dari keseluruhan anggota dalam organisasi tersebut.

“Bukan keterwakilan segelintir orang yang mengusungnya dengan tujuan dan target tertentu untuk mengusung sekelompok anggotanya untuk menguasai suatu system dan sub system yang lebih besar. Ketua Umum seharusnya adalah orang yang mewakili kata hati mayoritas anggotanya tanpa menyembunyikan tujuan pribadi yang membalut ambisi pribadi,” Kata Gahara


 


AdministratorAdministrator26 February, 2019
WhatsApp-Image-2019-02-26-at-18.52.31-800x445.jpeg

1min80

LAPMI HMI | Bogor – Dalam rangka KBM (Kemah Bakti Mahasiswa) HMI Kota Bogor ke 12 yang diadakan selama 1 bulan. Hmi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, HMI gelar pengobatan gratis di wilayah Sempur Kota Bogor.  Terlihat puluhan ibu – ibu dan warga antusias mengikuti pengobatan gratis tersebut. Terdata sekitar 51 orang daftar untuk memeriksa kesehatan. Salah satunya ibu Nia Kurniasih, wanita berumur 45 tahun yang menyambut dengan senang agenda tersebut.


AdministratorAdministrator22 February, 2019
WhatsApp-Image-2019-02-23-at-19.53.11-1.jpeg

1min70

LAPMI HMI | Jakarta – Bertempat di Ballroom Hotel Cordela Jakarta Pusat (22/02/2019), sekitar 30 pengurus HMI Cabang Jakarta Pusat-Utara periode 2019-2020 resmi dilantik. Turut hadir alumni HMI (KAHMI) Jakarta dan kader HMI se-Jabodetabek dalam pelantikan ini. Ahmad Marjuki selaku ketua umum HMI Cabang Jakarta Pusat-Utara (Jakpustara) menyampaikan bahwa para pengurusnya memiliki harapan agar HMI harus kembali kepada khittah perjuangannya, yakni memperjuangkan keumatan dan kebangsaan.


AdministratorAdministrator22 February, 2019
WhatsApp-Image-2019-02-22-at-13.01.10-800x445.jpeg

1min100

LAPMI HMI | Bogor -Puluhan Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Bogor melakukan aksi menduduki paksa ruangan Walikota Bogor, Bima Arya yang beralamat di Jalan Juanda, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (20/2/2019). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan HMI terhadap birokrasi yang dinilai ingkar janji terkait kegiatan Kemah Bhakti Mahasiswa (KBM) XII HMI Cabang Kota Bogor di Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah.


Pipin Cakaba21 February, 2019
IMG_20190221_184002_HHT-1280x720.jpg

3min910

Lapmi | Bandung- Pembukaan Training of Trainer (TOT) Badan Pengelola Latihan (BPL) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Bandung periode 2018/2019. Pelatihan tersebut dilaksanakan secara lokal untuk kader HMI Cakaba saja. Peserta yang mengikuti TOT tersebut mewakili dari berbagai Komisariat di ruang kerja HMI Cakaba.

 

Jumlah 37 orang peserta dari berbagai Komisariat di ruang kerja HMI Cakaba, paling banyak mengikuti TOT kali ini dari Komisariat Tarbiyah dengan jumlah 18 orang. Tentunya antusias para peserta menjadi suatu bentuk kegiatan TOT ini dinantikan oleh Kader HMI Cakaba.

 

Kegiatan yang bertajuk “Tercipata nya Sumber Daya Instruktur yang Memiliki Kemampuan Akademis, Kemampuan Mengelola Latihan, serta Mampu Menjadikan Diri sebagai Teladan yang Baik”. Dan akan dilaksanakan selama 3 hari kedepan, Kamis petang (21/02/2019) di Pusat Kegiatan HMI Cakaba.

Seperti yang di paparkan oleh Ketua BPL HMI Cakaba dalam sambutannya, “training of trainer ini, bukan untuk sekedar menggugurkan kewajiban atau menjadi settering committe pada LK 1 saja, melainkan harus melanjutkan training selanjutnya agar menjadi seorang pengelola berbagai pelatihan di HMI” ucap Abnu Malik.

 

Di harapkan seluruh peserta yang sudah ditanyakan berhak mengikuti pelatihan TOT tersebut dapat mengikuti pelatihan dengan disiplin dan memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. “Semua butuh proses, inilah proses kawan-kawan untuk menjadi seorang instruktur. Karena instruktur di HMI Cakaba ini, menjadi paling terbanyak jumlah instrukturnya”, ujar Asep selaku Ketua Umum HMI Cakaba dalam sambutannya.

 

Lanjut, Ketua Umum mengatakan “model dan metode perkaderan HMI ini belum ada pembaharuan, maksudnya metode yang dapat menyesuaikan dengan zaman yang relevan dengan keadaan sekarang ini. Semoga di forum pelatihan nantinya dapat berdiskusi sehingga menemukan metode anyar untuk perkaderan yang progresif” ujarnya.

 

Diharapkan kedepannya pun organisasi ini tetap dapat menjaga ke ilmiahannya. Seperti apa yang diutarakan oleh Riki Hermawan selaku Demisioner Ketua Umum BPL periode 2015/2016. “Instruktur itu seorang penjaga ilmiah organisasi, dimana seorang instruktur ini mampu menjadi pengelola latihan yang menggunakan akal sehat”, kata Riki.

 

Kemudian Riki menceritakan bagaimana seorang instruktur ini mampu menjadi sosok yang teladan bagi kader lainnya. “Saya pun dulu seperti kalian semuanya, berproses untuk menjadi seorang instruktur. Dan semoga kawan-kawan semua dapat menjadi instruktur yang di harapkan sesuai dengan tujuan kegiatan TOT ini”, ucapnya.

Proses yang dilakukan ini, menjadikan semangat tenaga instruktur baru HMI Cakaba. Yang kemudian dapat mengelola training lain kedepannya.

Kontributor : Pipin LH



Sekilas Kami

Bakornas LAPMI PB HMI merupakan salah satu badan khusus di dalam tubuh organisasi HMI yang bersifat semi-otonom sebagai penyalur minat dan bakat anggota dan wahana pengembangan kader di bidang jurnalistik/pers (ART Pasal 44).


[email protected]

0816-766-496



Newsletter


Media Partner

Independensia.id