Berita Cabang

Pipin Cakaba3 September, 2019
IMG-20190903-WA0011.jpg

4min220

Yogyakarta | Lapmi – HMI Komisariat Umar Bin Khattab Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Kegiatan Sosial HMI Mengabdi ke 3 di Dusun Nyemani, Sidoharjo, Samigaluh, Kulonprogo, DIY. Kegiatan sosial ini dilaksanakan selama 4 hari 3 malam, mulai tanggal 29-31 Agustus 2019. Kegiatan tersebut bertajuk “HMI Masih Menjadi Harapan Masyarakat Indonesia” digelar untuk mengajak pemuda maupun mahasiswa khususnya kader HMI peka terhadap masyarakat.

Ketua Panitia Pelaksana HMI Mengabdi 3, D.M. Tahta Fawwaza menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk melatih teman-teman peka terhadap realitas sosial dan melek terhadap perkembangan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga bekerjasama dengan Keraton Institute milik BPL HMI Cabang Yogyakarta dan beberapa elemen yang banyak terlibat.

“Kegiatan ini menjadi ajang silaturrahmi kader HMI dengan masyarakat Dusun Nyemani, bahwa kehidupan kita bukan hanya di bangku kuliah, tetapi kelak kita akan merasakan bagaimana bermasyarakat dan ikut membangun masyarakat yang lebih maju. Kita harus bisa membuktikan tema yang sudah kita angkat, yakni HMI masih menjadi harapan masyarakat Indonesia” kata Tahta.

Ketua Umum HMI Komisariat Umar Bin Khattab UII, Alfi Abdillah mengatakan, seharusnya kader HMI tidak melulu dekat dengan pejabat, tetapi juga dengan masyarakat. Karena sasaran utama kita melakukan suatu perubahan bukan dari atas, tetapi dari bawah.

“Disaat pemerintah sibuk dengan rebut-merebut kekuasaan, PB HMI mengalami dualisme yang tak kunjung usai, kami menawarkan HMI Mengabdi sebagai solusi. Ini bisa menjadi solusi alternatif, terlalu lama kita sibuk dengan urusan-urusan transaksional. Ya, semoga langkah kecil ini membawa manfaat yang besar” tegas Alfi Jum’at (30/8/2019).

Masyarakat Dusun Nyemani menyambut baik kedatangan kader-kader HMI, hal ini disampaikan oleh Wagito, Kepala Dusun Nyemani. Masyarakat berharap kader-kader HMI dapat membaur dan berbagi ilmunya dengan masyarakat maupun pemuda-pemudi.

“Selamat datang teman-teman HMI, masyarakat sangat senang dengan kehadiran teman-teman. Silahkan, jika ada yang ingin dibagikan kepada kami, kami sangat menyambut baik. Harapannya teman-teman juga bisa ikut andil dan gotong royong,” ungkap Wagito.

Kepala Desa Samigaluh, Umari menyampaikan hal yang sama. Bahwa masyarakat kita minim yang berpendidikan setingkat perguruan tinggi. Ia juga meminta untuk berbagi ilmu dengan masyarakat sekitar.
“Saya ucapkan selamat datang, inilah masyarakat Dusun Nyemani, saya harap teman-teman HMI bisa menyesuaikan, tertib dan disiplin, masyarakat kita minim Pendidikan, jadi teman-teman HMI bisa berbagi ilmu dan ikut andil dalam membangun Dusun Nyemani ini menjadi lebih maju,” terang Umari dalam sambutannya.

Ikhsan Andriyansyah menjelaskan, bahwa HMI Mengabdi sudah menjadi agenda rutin HMI Komisariat Umar Bin Khattab UII, dengan berbagai agenda yang dirancang sebagai bentuk aktualisasi nilai-nilai ke-HMI-an yang telah kita pelajari bersama. Di umur HMI yang sudah tak lagi belia, seharusnya HMI bisa menjadi harapan masyarakat Indonesia, sebagaimana tema yang diangkat dalam kegiatan ini.

“Kegiatan ini menjadi momentum HMI Cabang Yogyakarta, khususnya HMI Komisariat Umar Bin Khattab UII untuk membuktikan, bahwa kita masih diharapkan oleh berbagai elemen, terutama masyarakat,” kata Ikhsan saat dimintai keterangan.

“Bukan hanya memikirkan dirinya untuk melanggengkan posisi jabatannya setelah purna, tetapi ada hal penting yang harus kita pikirkan bersama, yaitu bagaimana kita merawat masyarakat yang harus dan terus kita bina bersama,” tegas Mahasiswa Fakultas Ekonomi UII. (SGT)


LAPMI HMI24 August, 2019
IMG-20190824-WA0027.jpg

2min130

Lembaga Pengembangan Profesi (LPP) atau Lembaga Kekaryaan yang dimiliki oleh HMI memiliki peranan penting dalam mengembangkan minat dan bakat kader. Karenanya, HMI cabang banyuwangi akan memberi porsi lebih untuk Lembaga Kekaryaan di cabangnya.

Hal tersebut disampaikan oleh ketua umum HMI Cabang Banyuwangi Untung Apriliyanto. Dalam prosesi pelantikan HMI cabang Banyuwangi yang di gelar di Kodim Banyuwangi, Untung berjanji akan mengoptimalkan lembaga kekaryaan yang ada di HMI.

“Kita punya banyak lembaga kekaryaan di HMI, ke depan akan kita maksimalkan lembaga-lembaga tersebut. Ada LEMI, LAPMI, dll,” tutur Untung, Sabtu (24/08).

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua MD KAHMI Banyuwangi, Taufik Hidayat. Dalam sambutannya, Ia menyatakan bahwa perubahan harus tetap dilakukan.

“Do something. Lakukanlah sesuatu, karena yang kalian lakukan saat ini menentukan nasib kalian di masa mendatang. Mereka yang bergerak dan berubah, merekalah yang berhasil,” pesan Taufik yang digadang-gadang akan maju di pemilihan Bupati Banyuwangi.

Pelantikan pengurus HMI Cabang Banyuwangi dilangsungkan bebarengan dengan pelantikan Kohati HMI Cabang Banyuwangi. Pelantikan yang dipandu oleh Ketua Bidang Pembinaan Anggota PB HMI ini mengambil tema “Optimalisasi Gerakan HMI untuk Mewujudkan Kader yang Profesional dalam Sumbangsih Pembangunan Daerah”

Tema yang diusung menurut Untung sesuai dengan apa diinginkan oleh pengurusnya ke depan. Tidak hanya ketika jadi kader tapi juga setelah ber HMI.

“Karena HMI organisasi yang mempersiapkan kader untuk mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT,” tutupnya. (Red/Fu) 


LAPMI HMI20 August, 2019
PicsArt_08-20-08.23.04.jpg

4min1200

Surakarta | Lapmi.hmi.or.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Surakarta menggelar Masa Perkenalan Calon Anggota (Maperca). Maperca sebagai pintu masuk sebelum bergabung menjadi keluarga besar HMI Cabang Surakarta mengangkat tajuk, “Leadership: Membangun Paradigma Mahasiswa yang Aktif Organisasi dan Berprestasi Akademik” pada Selasa, 20 Agustus 2019 di Aula Gedung III FEB Universitas Sebelas Maret Surakarta.

HMI Cabang Surakarta bekerja sama dengan KSB (Kelompok Studi Bengawan) mengemas acara dalam bentuk talk show. Yoga mewakili KSB sekaligus Ketua umum Komisariat FEB UNS mengenalkan pentingnya menulis dan berbisnis.

“Perlu diketahui rekan-rekan, KSB sendiri yaitu UKM yang memberikan fasilitas mahasiswa tentang kepenulisan juga berbisnis dan saham”, ujar Yoga dalam sambutannya.

Jejaring dilingkup HMI juga disinggung oleh Ketua Umum HMI Cabang Surakarta untuk memberi gambaran kepada mahasiswa baru UNS.

“HMI itu sendiri adalah organisasi eksternal yang mempunyai cakupan dan jaringan luas bukan hanya di luar kampus daerah, namun di berbagai kota dan negara. Berbeda dengan organisasi internal yang lingkupnya hanya dalam kampus saja. Sehingga jelas ada sebuah perbedaan dalam hal kebutuhan, kepentingan dan jejaring mahasiswa”, kata Brilian.

Tidak kurang dari 100 mahasiswa baru ikut serta acara tersebut. Adapun tujuan materi mengenalkan HMI itu sendiri dan bagaimana cara menjadi kepemimpinan mahasiswa di era milenial.

“Apa yang harus dimiliki dan harus dihindari mahasiswa dalam mencapai kepemimpinan milenial dalam berorganisasi sekaligus berprestasi. Ketika semua orang mempunyai potensi, maka jangan minder untuk mengembangkannya yakni semangat tahu, rasa percaya diri, adaptasi cepat, peralihan, membangun jejaring, multitasking dan satu hal yang harus ditetapkan yaitu berpikir positif. Karena berpikir positif ini merupakan sebuah kunci kesuksesan, banyak orang yang gagal karena berpikir negatif. Pemikiran semacam ini yang harus kita tumpaskan, kita harus tetap semangat, luruskan niat, sehingga jika kita tidak hanya diam saja, namun harus tetap bergerak menuju niat dan tujuan utama yang akan dicapai,” jelas Abdul Kohar, Direktur Pemberitaan Medcom.id yang juga mantan Dirut Lapmi Surakarta.

“Hal yang terpenting untuk menjadi pemimpin adalah keberanian. Seperti halnya yang sudah biasa diinginkan oleh semua orang. Orang tidak mau mendengar apa yang tidak mau ia dengar, orang tidak mau mendengar apa yang pernah ia dengar. Sesungguhnya hal tersebut bisa diatasi dengan cara melatih public speaking kita dalam berhimpun di HMI. Karena dalam HMI sendiri sudah biasa dalam melakukan perdebatan, hal ini berguna untuk melatih kemampuan berbicara kita salah satunya,” tambah Anhar Widodo, founder #ruanggagas.

Kepemimpinan bukan hanya faktor keturunan, namun harus kesiapan utamanya kesiapan mental. Ketika ada satu kesempatan yang datang, maka langsung manfaatkan, dan ambil peluang tersebut, karena kesempatan tidak datang dua kali. Hal yang perlu diingat bahwa kesempatan datang jika diri sendiri siap, bukan ketika mau.

Menjadi pemimpin dimana pun tempatnya adalah mengabdi yaitu ambil posisi, tentukan pilihan, ambil keputusan dan segera bertindaklah dengan kesadaran diri sendiri. Keuntungan ber-HMI bagi mahasiswa baru UNS diantaranya sudah dikenal khalayak umum, mempunyai banyak alumni, tempat mengadu gagasan yang terbuka dan demokratis serta mempunyai jejaring luas, daya juang tinggi dan tetap berorientasi pada prestasi. (Fajar) 


Pipin Cakaba25 July, 2019
PicsArt_07-24-10.29.53-1280x923.jpg

2min600

Lapmi | Bandung – Konferensi Cabang (Konfercab) Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kabupaten Bandung resmi dibuka, kegiatan tersebut yang ke -17 kalinya dilaksanakaj oleh HMI Cakaba, bertajuk “Regenerasi Kepemimpinan dengan Semangat Keumatan dan Kebangsaan Upaya Mewujudkan Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kabupaten Bandung yang Unggul, Kompetitif dan Berdaya Saing”, dengan penuh khidmat disaksikan oleh seluruh para kader HMI Cabang Kabupaten Bandung di Aula gedung Kecamatan Cibiru. Rabu malam (24/07/2019).

Doc. Saat pembacaan SK kepanitiaan Konfercab oleh perwakilan Bid. PAO Galang/photo

Hal tersebut guna sebagai estafeta kepemimpinan yang baru untuk HMI Cakaba kedepannya, kegiatan konfercab tersebut dihadiri oleh para fungsionaris pengurus cabang, KAHMI, dan ketua komisariat yang berada di lingkup cakaba serta para tamu undangan.

Doc. Ketua umum HMI Cakaba Asep Taufiqurrahman menyampaikan sambutannya/photo

Setelah pembukaan tersebut Ketua Umum HMI Cakaba, Asep Taufiqurrahman berharap agar kegiatan ini dijadikan sebagai ajang regenerasi kepimpinan yang lebih baik bukan untuk hanya berdinamika.

“Saya harap dalam konfercab ini bukan hanya dinamika yang diciptakan, namun ide dan gagasan juga yang mengisi jalannya konfercab yang bertujuan untuk melakukan regenerasi kepemimpinan yang jauh lebih baik.” Ujar Asep dalam sambutannya.

Selain itu, Presidium KAHMI Jawa Barat, Ayahanda Fauzan Ali Rasyid memberikan apresiasi pada kegiatan tersebut saat ia menyampaikan sambutannya dalam agenda pembukaan konfercab ke-17 HMI Cakaba.

“Dalam KonferCab ini buatlah sejarah yang dapat kalian ceritakan dan kalian kenang dimasa mendatang. Demi regenerasi kepemimpinan cabang yang lebih maju isilah momen ini dsrngan semangat keumatan yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing untuk mencetak sejarah yang baru” tutup Fauzan selaku KAHMI dalam sambutannya. (Dandi)


Pipin Cakaba23 July, 2019
IMG-20190723-WA0010.jpg

3min440

Lapmi | Garut – 20 orang aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Garut berdemonstrasi di depan Gedung Kejaksaan Negeri Garut, mereka menuntut agar kapabilitas kejaksaan melaksanakan kuasa atas supremasi hukum. Pula Mewujudkan pemerintah Kab. Garut yang bersih.

Doc. Saat massa aksi HMI melakukan audiensi didepan gedung Kejari Garut/photo

Dalam aksinya, mahasiswa mengutarakan berbagai orasi. Menurut Ginan selaku danlap “ingin kesesuaian dengan amanat UU Nomor 16 tahun 2004 Tentang Kejaksaan Republik Indonesia. Selain itu kejaksaan juga memiliki doktrin TRI KRAMA ADHYAKSA, yakni SATYA Kesetiaan yang bersumber pada rasa jujur, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, terhadap diri pribadi dan keluarga maupun kepada sesama manusia. ADHI Kesempurnaan dalam bertugas dan berunsur utama pada rasa tanggung jawab terhadap Tuhan Yang Maha Esa, keluarga dan sesama manusia. WICAKSANA Bijaksana dalam tutur kata dan tingkah laku, khususnya dalam penerapan kekuasaan dan kewenangannya”, terangnya.

Selain itu, dari pihak demonstran berpendapat, kejaksaan dalam hal ini menjadi salah satu bagian penting dalam sistem peradilan pidana dan perdata di Indonesia, yaitu suatu sistem dalam masyarakat untuk menanggulangi kejahatan, dengan tujuan mencegah masyarakat menjadi korban kejahatan, menyelesaikan kasus kejahatan yang terjadi sehingga masyarakkat puas bahwa keadilan telah ditegakkan. Selasa (23/07/2019)

Dari pihak demonstran menuturkan bahwa yang terjadi hari ini, Kejari Garut seolah-olah melupakan tugas pokok dan fungsinya yang sudah termaktub dalam UU Nomor 16 Tahun 2004. Dimana saat ini kasus-kasus yang telah kerugian negara (khusunya masyarakat kab Garut) sebesar Rp.1,8 miliar pada tahun 2018. Tahun 2018 BPK mencatat Rp.1,8 Miliar terhadap kerugian negara tersebut, ditemukan temuan dari beberapa Dinas, Sebanyak 30 proyek.

Koordinator lapangan, Sandi mengatakan, “Antara lain dugaan korupsi dana hibah bantuan Provinsi Jabar tahun 2017 yang diterima Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Bapusipda) Kabupaten Garut dan soal proyek pembangunan perbaikan jalan Cikelet, Mangkraknya revitalisasi pasar leles, Pembebasan lahan Pembangunan jalan baru di Kadungora, pembangunan sarana olah raga GOR serta kasus-kasus lainnya yang sedang ditangani oleh Kejari Garut masih dalam tanda tanya publik”, ujarnya.

Menurutnya, harus sesuai dengan Undang-Undang No 14 Tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik, mewajibkan seluruh badan publik untuk dapat mengelola informasi publik. Pengelolaan informasi publik tersebut dimaksudkan agar mudah diakses oleh masyarakat. Diharapkan dapat mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik, transparan, efektif dan efisien, akuntabel serta dapat dipertanggung jawabkan. Berdasarkan release yang disampaikan kepada redaksi Independensia.

Berikut berbagai layangan tuntutan dari Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Garut ;
1. Memberikan laporan kepada publik sudah sejauh mana proses hukum kasus-kasus yang sedang ditangani oleh Kejari Garut.
2. Usut tuntas semua kasus yang sedang ditangani oleh Kejari Garut.
3. Tindak tegas oknum-oknum yang diindikasikan bermain dalam kasus yang sedang ditangani oleh Kejari Garut sesuai dengan undang-undang yang berlaku.(rls)


Pipin Cakaba29 June, 2019
IMG-20190629-WA0001.jpg

2min120

Lapmi|Tanjabbar – Himpunan Mahasiswa Islam Tanjabbar Menggelar Acara makrab Halal Bi Halal seluruh Kader HMI Dan Alumni HMI di lapangan diklat BKPSDM, jumat malam (28/06/2019)

kegiatan makrab halal bi halal tersebut bertujuan untuk mempererat tali silahturahmi setelah libur panjang bulan puasa dan idul fitri, antar sesama kader HMI dan Kahmi tanjabbar.

Dalam sambutannya Sekretaris umum Himpunan mahasiswa Islam Najmul Hayat mengatakan Dalam momentum halal bihalal sekaligus malam keakraban (makrab) ini semoga  tali silaturahmi terus di jaga dan dapat di  pererat lagi.

“Mari kita jaga hubungan yang telah terjalin sebagai keluarga dan saling ber maaf-maafan di bulan syawal yang penuh berkah ini.” Ujar hayat

Lebih lanjut hayat menyampaikan kegiatan ini  juga ntuk memupuk semangat juang bagi kader HmI dalam mencapai mission HmI.

Dalam kesempatan yang sama Perwakilan KAHMI Tanjabbar, supriono salah satu dosen di stai An-nadwah kuala tungkal menyampaikan ucapan selamat hari raya idul fitri karena masih di bulan yang penuh berkah yaitu bulan syawwal.

lanjutnya, supriono mengatakan Perubahan generasi di zaman milenial ini sangat dapat mempengaruhi eksistensi dan semangat kaum muda.

Salah satu nya penerus generasi kader-kader di organisasi HMI, memicu untuk meimplementasi kan kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.

“Mari kita ciptakan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat yang berguna”

Supriono juga mengatakan Berproses di HMI adalah pilihan untuk mencapai tujuan, alasan bukan lah menjadi penjelasan dalam berproses, jangan berharap kepada orang lain.

“Harus bisa optimis untuk mengandalkan diri sendiri,agar setiap yang di lakukan berat di timbangan jangan lupa pasang niat dan etitut yg terbaik yang berlandas kan keridhoan ” Ujar Supriono.

Kegiatan Makrab Halal Bi Halal Tersebut di hadiri oleh Kahmi Tanjabbar, pengurus HMI cabang Tanjabbar, pengurus HMI Komisariat Tarbiyah, Komisariat Syariah, Komisariat Hukum dan dakwah. (Zuhratunnisa)


Pipin Cakaba29 May, 2019
IMG-20190529-WA0003.jpg

3min880

Independensia | Jatinangor – Komisariat Sastra UNPAD Cabang Jatinangor Sumedang dengan resmi dilantik di Aula Masjid Al-Asa’akir UNPAD Jatinangor. Selasa (28/05/19). Dinahkodai oleh kader muda yang duduk di semester dua yaitu saudara Fakih Fadillah, menjadikan semangat baru  pada Komisariat Sastra UNPAD tersebut.

Doc. sesuai agenda pelantikan pengurus Komisariat lakukan photo bersama/photo

Pelantikan tersebut dilaksanakan pada pukul 15.30 WIB yang dihadiri oleh perwakilan pengurus Badan Koordinasi HMI Jawa Barat, pengurus cabang, dan ketua komisariat lingkup cabang Jatinangor Sumedang.

 

Agenda tersebut secara khidmat melaksanakan pelantikan pengurus baru, pesan yang disampaikan dimulai dari ketua demisioner komisariat sastra UNPAD sampai ke ketua cabang Jatinangor Sumedang yang sekaligus melantik.

 

Harapan Dini selaku demisioner menumpukan harapan, seperti apa yang disampaikan saat sambutannya “memajukan komisariat dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas kader melalui kajian dan kegiatan komisariat yang lainnya.” Ucap Dini Solehudin.

 

Harapan yang diberikan kepada nahkoda baru ini begitu banyak dilontarkan oleh berbagi pihak dan dapat bersinergi dengan seluruh aspek kepengurusan baik pada tingkatan komisariat maupun cabang dilingkup cabang Jatinangor Sumedang.

 

Selain Dini Solehudin, Gian Egia selaku ketua umum Cabang menyampaikan harapan saat sambutannya, “Semoga komisariat sastra bisa menjadi inspirasi untuk komisariat lainnya dalam berkader untuk menjadi kader yang paripurna.” Ucap Gian Egia

 

Fakih Fadilah selaku ketua umum komisariat Sastra UNPAD bercita-cita “Roda kaderisasi harus terus berjalan. Maka visi saya pada kepengurusan tahun ini membawakan dua nilai yaitu mewujudkan komisariat sastra UNPAD yang populis dan progresif, terus bergerak ke arah kemajuan demi mewujudkan kesejahteraan untuk bersama dilingkungan yang paling kecil yaitu komisariat dan ketika dua nilai ini digabungkan maka akan tercipta kualitas kader yang baik yang menunjang kader untuk menjadi muslim profesional intelegensia” ujar Fakih

 

Sosok Fakih dalam menahkodai komisariat sastra pun menjadi inspirasi dimana jenjang semester yang masih muda namun berani untuk menjadi seorang pemimpin di Komisariat. Secara semester ia baru menginjak semester dua di kampusnya. (Dandi)

 


Pipin Cakaba13 May, 2019
IMG-20190513-WA0043-1280x960.jpg

2min510

Lapmi | Kab.Bandung – Membuka Kawah Candradimuka Kohati Komisariat Tarbiyah Cabang Kabupaten Bandung, pula adakan agenda diskusi lintas organisasi. Agenda tersebut masih dalam rangkaian acara Camp Melati Komtar, diskusi tersebut dilaksanakan di Villa Umi, Cilengkrang, Bandung, Minggu (12/05/2019).

Doc. Saat berlangsung diskusi Panel Lintas Organisasi, dalam rangkaian acara Camp Melati Komtar/photo

Diskusi panel lintas organisasi yang membahas tentang Isu-isu Keperempuanan, sebagai usaha untuk meningkatkan silaturahmi antar organisasi dan juga sebagai usaha untuk membuka cakrawala dari para kader KOHATI Komisariat Tarbiyah akan Isu Keperempuanan yang menjadi pembahasan pada diskusi tersebut.

Dalam agenda tersebut para peserta yang hadir dari Kader HMI-Wati Komisariat Tarbiyah, begitu interaktif bertukar gagasan. Pengisi diskusi tersebut Siti Zaenab selaku Sekretaris Umum Kohati Cakaba, Desferansyah Nabela selaku Ketua Umum Kopri PMII komisariat UIN SGD cabang kota Bandung.

Di tuturkan oleh Nova Intania selaku Sttering Committe pada kegiatan tersebut, ia mengatakan, “dengan Tema yang telah diusung oleh para kader HMI Wati, semoga dalam hal ini dapat lebih paham akan konsep gender dan peka terhadap Isu Keperempuanan yang sedang berkembang dari sudut pandang yang beragam”, tuturnya.

Bahkan senada dengan apa yang disampaikan Eli Nur Azizah selaku Ketua Umum Kohati Komtar, mengatakan, “bahwa dengan diadakannya diskusi panel tersebut para HMI Wati dapat lebih membuka cakrawala para Melati Komtar agar lebih peka dan dapat senantiasa memberikan solusi atas isu Keperempuanan yang terjadi”, pungkasnya

Selain itu, kegiatan Camp Melati Komtar diakhiri dengan Forum Grup Discussion dan Tukar Kado seluruh Kader KOHATI Komtar Cakaba. Dalam hali ini seluruh berharap agar kader HMI Wati Komtar mampu mewujudkan Kohati yang cerdas, profesional, berkarakter serta Arif akan Gender. Demikian pula dengan diadakannya kegiatan itu dapat menjadi akselerasi dalam mencapai tujuan KOHATI yaitu mewujudkan muslimah berkualitas insan cita.

 

Kontributor : Dini Zakiyah ZN


Pipin Cakaba13 May, 2019
IMG_20190513_074929.jpg

2min960

Lapmi | Kab.Bandung – Korps HMI-Wati Komisariat Tarbiyah (KOHATI KOMTAR) Cabang Kabupaten Bandung, kali pertama mengadakan acara Camp Melati Komtar. Acara tersebut berlangsung selama dua hari Sabtu – Minggu (11-12/05/2019) di Villa Umi.

Doc. Saat berdiskusi kader Kohati Tarbiyah bersama Nurlatifah selaku pengurus Badan Pengelola Latihan HMI Cakaba sekaligus sebagai demisioner Kohati Tarbiyah/photo.

Acara tersebut bertajuk “Internalisasi Nilai-nilai Keislaman demi Terwujudnya Kader HMI-wati yang Cerdas, Profesional, Berkarakter serta Arif akan Gender”, yang dihadiri oleh 45 orang peserta, merupakan kader-kader HMI-wati Komtar.

Turut hadir pula Dr. Hj. Teti Ratnasih, M.Ag., C.Ht., selaku perwakilan Forhati yang sekaligus dengan resmi membuka acara Camp Melati Komtar, Sabtu siang (11/05/2019) di Pusat Kegiatan HMI Cakaba.

Selain itu, dihari oleh perwakilan fungsionaris HMI Cakaba, Yeni Nurjanah selaku pengurus cabang, Size selaku pengurus Kohati cabang dan kemudian para ketua-ketua Kohati ruang lingkup HMI Cakaba.

Seperti apa yang disampaikan oleh Ely Nur Azizah selaku Ketua Umum Kohati Komtar, mengatakan, “Tema tersebut diharapkan agar seluruh Kader HMI-Wati Komisariat Tarbiyah dapat senantiasa meningkatkan kualitas diri melalui pengembangan potensi yang dimilikinya sebagai upaya untuk menjadi Muslimah berkualitas insan cita pula menjadi ajang silaturahmi”, ungkapnya.

Tidak hanya itu saja,  selain daripada mempererat tali silaturahim antar KOHATI, kegiatan tersebut juga sebagai upaya meningkatkan pemahaman KOHATI akan Gender, Feminisme dan Isu-isu Keperempuanan.

Seperti apa yang diterangkan oleh Dr. Hj. Teti Ratnasih, M.Ag., C.Ht., menjelaskan, “bahwasanya menjadi seorang Kohati itu harus SIP yakni Sinergi, Intelektual dan Progres. Karena menjadi hebat tidak harus menjadi nomor satu, menjadi yang terbaik apapun keadaannya selagi memiliki keinginan dan keahlian maka lakukanlah, pungkasnya

 

Kontributor : Dini Zakiyah Z N


Pipin Cakaba12 May, 2019
IMG-20190512-WA0013.jpg

1min140

Lapmi | Tanjabbar – Majlis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar acara buka puasa bersama bagi alumni dan kader HMI Tanjabbar, Minggu (12/05/2019).

Doc. Saat berbuka puasa bersama antara KAHMI dan Kader HMI Tanjabbar/photo/jurnalis/Dika

Kegiatan yang digelar di rumah ketua KAHMI Tanjabbar Ahmad Jahfar itu di ikuti sedikitnya kurang lebih 100 alumni dan kader.

Dari release yang diterima oleh jurnalis Independensia, turut hadir para tokoh HMI yang sudah tidak asing di telinga publik tanjabbar, seperti Ahmad Jafar, Abdul Jalil, Ahmad Petensili, Zakaria Ansori dan para alumni lainnya.

Dalam sambutannya ketua kahmi tanjabbar Ahmad Jafar menyampaikan Acara Buka bersama adalah agenda rutin yang selalu dilaksanakan setiap tahunnya oleh kahmi Tanjabbar.

Acara ini merupakan ajang silaturahmi bagi kader HMI Cabang Tanjabbar dengan Alumni HMI yang ada di Tanjabbar. Sekaligus mempererat rasa kekeluargaan yang harmonis.

“Silaturahmi seperti ini perlu dilaksanakan demi mempererat kembali hubungan kekeluargaan yang sudah terjalin” ucap Jafar



Sekilas Kami

Bakornas LAPMI PB HMI merupakan salah satu badan khusus di dalam tubuh organisasi HMI yang bersifat semi-otonom sebagai penyalur minat dan bakat anggota dan wahana pengembangan kader di bidang jurnalistik/pers (ART Pasal 44).


[email protected]

0816-766-496



Newsletter


Media Partner

Independensia.id