Pipin Cakaba

Pipin Cakaba18 July, 2019
IMG-20190718-WA0010.jpg

3min90

Lapmi | Jakarta – Melalui kegiatan Diskusi Grup Terfokus (FGD) yang digelar di Sekretariat PB HMI pada Kamis (18/7/2019), Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menyoroti pentingnya peran generasi Milenial dalam pembangunan Indonesia di masa depan. Kegiatan ini merupakan program kerja bersama antara Bidang Riset Teknologi dan Bidang Industri Perdagangan.

“FGD ini merupakan kontribusi HMI dalam memberikan masukan substansial kepada Pemerintah bagi pembangunan Indonesia di masa depan,” ujar Arya Kharisma Hardy, PJS Ketua Umum PB HMI.

Kegiatan diskusi bertajuk “Strategi Generasi Milenial dalam Mendukung Kemandirian Riset Teknologi dan Industri Pembangunan Indonesia” ini menghadirkan M. Arief Rosyid, Faldo Maldini, Pradana Indra Putra, dan Rahmat Fikri sebagai narasumber serta dimoderatori oleh Risdianto Pattiwael.

Menurut Rahmat Fikri, Indonesia memiliki sumberdaya manusia yang cukup sebagai modal pembangunan. Selain itu, peluang juga sangat terbuka lebar. Hal krusial yang dibutuhkan adalah kebijakan yang tepat guna mengoptimalkan potensi tersebut. Selain itu, komitmen Pemerintah juga diperlukan dalam menghasilkan kebijakan afirmatif yang melindungi produk-produk nasional.

Sumberdaya manusia yang berkualitas, tambah Faldo Maldini, dihasilkan oleh kampus. Maka dari itu kampus pun jangan sampai ketinggalan dalam menghasilkan inovasi dan adopsi pengetahuan pengetahuan baru secara berkelanjutan.

Sementara menurut Arief Rosyid dan Pradana Indra Putra, generasi saat ini membutuhkan kemampuan untuk menyeleksi informasi agar tidak mudah terkena hoax. Generasi Milenial diharapkan lebih bijak menggunakan informasi.

Hary Sukma Pradinata, Ketua Bidang Riset dan Teknologi PB HMI, mengatakan bahwa diskusi kali ini adalah awalan. Setelah ini akan disusul oleh diskusi-diskusi lanjutan dengan tema lainnya yang akan menghadirkan para pakar kompeten. Keberlanjutan diskusi ini nantinya akan dirangkum menjadi suatu bentuk naskah rekomendasi yang akan disampaikan kepada Pemerintah.

“Nantinya akan dibuat naskah rekomendasi dalam bentuk buku ‘bunga rampai gagasan pembangunan’ sebagai kenang-kenangan kepengurusan di periode ini,” tandas Hadi Rusmanto, Ketua Bidang Industri dan Perdagangan PB HMI. (*)


Pipin Cakaba18 July, 2019
IMG-20190718-WA0001.jpg

1min170

Lapmi | Tanjabbar – Rapat Anggota Komisariat ke – II Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat hukum dan dakwah STAI An-Nadwah Kuala Tungkal. Kegiatan berlangsung di Sekretariat HMI Cabang Tanjung Jabung Barat, Rabu (18/07/2019).

Hasil RAK Kom. Hukum dan Dakwah menetapkan saudara Aqmal menjadi Formatur Ketua Umum HMI Komisariat Hukum dan Dakwah periode 2019-2020.

“tanpa ada dukungan kanda, yunda sekalian saya tidak ada apa apanya , semoga kepercayaan yg telah diberikan bisa saya kerjakan dengan baik untuk kom. Hukum dan dakwah periode 2019-2020” ucap Aqmal

sidang pleno yang dipimpin oleh M. ikhsan selaku stering comite (SC) RAK Komisariat hukum dan dakwah mengucapkan selamat kepada saudara aqmal yang terpilih menjadi ketua formatur HMI komisariat hukum dan dakwah.

“Semoga kedepannya HMI Komisariat hukum dan dakwah STAI An-nadwah lebih baik lagi. Dan semoga dengan nahkoda baru HMI Komisariat syariah makin berkembang kedepannya, dan yang terpenting adalah kekeluargaan, saling merangkul satu sama lain,” tutupnya

RAK HMI komisariat hukum dan dakwah dihadiri oleh Pengurus HMI Komisariat syariah serta pengurus HMI Komisariat Tarbiyah STAI An-nadwah Kuala tungkal.

Kegiatan RAK HMI Komisariat hukum dan dakwah dibuka langsung oleh Pengurus HMI Cabang Tanjung Jabung Barat, Najmul Hayat selaku Sekertaris Umum HMI Tanjabbar. (Dika)


Pipin Cakaba15 July, 2019
IMG-20190715-WA0006-1280x720.jpg

2min360

Lapmi | Tanjabbar – Rapat Anggota Komisariat ke – II Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Syariah STAI An-Nadwah Kuala Tungkal. Kegiatan berlangsung di Sekretariat HMI Cabang Tanjung Jabung Barat, senin (15/07/2019).

RAK HMI komisariat Syariah juga dihadiri oleh Pengurus HMI Komisariat dakwah dan hukum serta pengurus HMI Komisariat Tarbiyah STAI An-nadwah Kuala tungkal.

Kegiatan RAK HMI Komisariat Syariah dibuka langsung oleh  Pengurus HMI Cabang Tanjung Jabung Barat, Najmul Hayat selaku Sekertaris Umum HMI Tanjabbar.

Adapun hasil RAK nama tersebut menghasilkan keputusan Aldy Saputra menjadi Formatur terpilih Ketua Umum HMI Komisariat Syariah periode 2019-2020 dan saudara M Suryahadi sebagai Mide Formatur 1 dan Erwen Mide Formatur 2.

Agenda acara RAK berlangsung sehari yang mana sidang pleno dipimpin oleh Yondi saputra selaku stering comite (SC) RAK Komisariat syariah. Sekaligus pembuka sidang RAK HMI Kom. Syariah.

“Terima kasih kepada kawan – kawan sekalian yang telah memberikan kepercayaan kepada saya, menjadi Ketua Umum HMI Komisariat Syariah periode 2019-2020” kata Aldy pasca kegiatan RAK tersebut

Kemudian ia menambahkan, “Semoga kedepannya HMI Komisariat syariah STAI An-nadwah lebih baik lagi. Dan jadikan momentum ini sebagai ajang pembelajaran, Serta persaudaraan kita terjalin dengan erat lagi yang sebagaimana motto HMI,” tegasnya

Sementara itu, Demisioner Ketua Umum HMI Komisariat Syariah STAI An-nadwah kuala tungkal, Pakhrudin berharap, kedepannya ketua yang baru dapat menjalankan roda organisasi.

“Semoga dengan nahkoda baru HMI Komisariat syariah makin berkembang kedepannya, dan yang terpenting adalah kekeluargaan, saling merangkul satu sama lain,” ungkapnya (dika)


Pipin Cakaba15 July, 2019
IMG-20190715-WA0000.jpg

9min2010

Oleh : Zulfata

Pengurus BADKO HMI Aceh

Mengawali tulisan ini, penulis ingin nyatakan bahwa kacau atau baiknya perpolitikan Indonesia terletak pada sejauh mana komitmen keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam memposisikan peran strategisnya dalam menjaga kedaulatan bangsa. Keterlibatan HMI dalam membumikan nilai keislaman dan keindonesiaan adalah keniscayaan bagi kader HMI yang bermental ideologis. Sejarah bangsa telah membuktikan bahwa setelah Masyumi dibubarkan, HMI beserta organisasi keislaman lainnya mampu berkolaborasi dengan mengisi kekosongan peran negara dalam mewujudkan nilai keislaman dan keindonesiaan sebagai reingkranasi ideologi Pancasila.

Pendeskrispsian di atas hanyalah secuil dari luapan lautan yang faktanya mungkin belum disadari oleh kader atau keluarga besar HMI yang bertaburan di santero dunia. Sehingga komitmen organisasi pelanjut perjuangan Lafran Pane ini tampak merabunkan mata hati kader HMI yang terjebak pada mentalitas politik pragmatis dan politik populis. Mencermati arah gerakan HMI kekinian, mulai dari tingkat pengurus besar (PB) hingga ke daerah (Badko-cabang) tak lagi menarik perhatian yang mencolok bagi asupan kemajuan bangsa, apa lagi memikirkan asap dapu rakyat Indonesia.

Hampir rata-rata jabatan strategis HMI berperan bagaikan pemadam kebakaran, sudah meledak, disitu pula bergerak. Telah terbengkalai korban, di situ pula berkoar-koar. Upaya pereventif kalah tawar dengan daya apologi. Lenting pengabdian semakin terkikis akibat terlanjur taat senior. Misi kualitas insan cita kalah tawar dengan niat berpolitik praqmatis. Kekuatan membangun peradaban menjadi tenggelam karena ingin terkenal dengan proses yang instan. Idealitas digadaikan, spirit persatuan bukan digunakan untuk menopang pembangunan nasional, melainkan terjebak dalam konflik internal.

Padahal HMI mesti memiliki pola gerakan yang dinamis menyesuaikan keragaman keahlian para kadernya. Kekuatan dalam berdinamika jangan sempat mengarah pada proses perapuhan internal dengan saling mencari-cari pasal kesalahan antar sesama, keadilan dalam musyawarah (Konggres, Muda dan Konfercap) jangan sempat tergoda uang recehan, sehingga kemuliaan HMI semakin memudar. Delam konteks ini, Nurcholisd Madjid (Cak Nur) telah mengingatkan bahwa manusia tidak boleh tenggelam dalam syarat, sehingga tidak sempat mengerjakan rukunnya. Berhimpun adalah syarat untuk membangun kekuatan saat hendak mewujudkan misi keislaman dan keindonesian, dan menjaga kesejahteraan umat adalah rukun HMI yang mesti ditunaikan kapanpun dan di mana pun.

Suka atau tidak suka, HMI masa kini tampak seperti manusia lesu di tengah badai yang sedang meluluh-lantakkan infrastruktur kenegaraan. Latah menyikapi kekuasaan, latah menyikapi isu perpolitikan dan larut pada narasi gerakan milenial tanpa paham sejauhmana kekuatan HMI di level pengkaderan. Jika sedemikian adanya, yang tumbuh dalam pengkaderan bukanlah benih atau jiwa-jiwa militan, melaikan mentalitas pengemis kekuasaan, mengedepankan transaksional untung dan rugi. Sehingga kekuatan kekuasaan kapitalisme semakin kekar dan mengakar dalam setiap proses dinamika ke-HMI-an.

Yang penting ditanyakan bahwa apakah HMI sekarang sesuram ini? jika iya apakah indikatornya? Penulis jawab bahwa HMI pada pranata jabatan politis keorganisasiannya sedang mengalami daruat moral dan darurat etik, serta darurat evaluatif. Tiga sisi kedaruratan inilah yang semestinya menjadi pekerjaan bagi mereka yang mengaku ber-HMI. Sebab kader HMI bukan hanya dituntut untuk apatis, tidak pula boleh apolitis, apalagi pragmatis. Karena pada hakikatnya HMI hadir di permukaan bumi ini sebagai wadah kemahasiswaan yang betanggung jawab pada segala perjuangannya, dan senantiasa meraih ridha Allah Swt.

Ingat, HMI bukanlah lembaga kaki tangannya partai politik. dan bukan pula tidak boleh berpolitik, sebab kader HMI mesti cakap menerapkan high politic atau silenc of politics (politik kesunyian) yang dilakukan atas nama keadilan sosial. Bukan atas nama donatur berakal kerdil, dan bukan pula atas nama gerakan emosional yang picik. Pada kondisi seperti inilah seluruh kader HMI mesti cepat bangun dari ketidakstabilan berfikir dan pergerakannya masa kini. Ciri unik pergerakan HMI adalah bersifat independen, bukan menghormati pemimpin organisasinya yang dungu atau amoral, apa lagi gila jabatan. Kader HMI mesti memiliki seni melawan tanpa restu pemimpinnya. Sebab melawan memimpin bukan berarti melanggar konstitusi, karena di atas konstitusi ada prinsip ideologi yang tak dapat diingkari.

Daya instal ideologi HMI (NDP) belum begitu kuat mengendap dalam karakter kader HMI yang mendapat jabatan strategis, kondisi ini dibuktikan dengan fenomena terpecahnya kekuatan HMI akibat salah urus menyikapi organisasi emas generasi muslim. Diakui atau tidak,  kekuatan organisatoris HMI telah terpeca-belah bagaikan gelas indah yang pecah akibat diletakkan pada meja yang miring. Beling-beling kacanya yang pecah tak dapat lagi disatukan, jika dipaksa, ia akan menggores luka dan menetas darah siapany yang menyentuh beling kacanya. Satu-satunya jalan adalah sapu belingnya dan luruskan mejanya, sehingga gelas yang baru dapat gagah berdiri di atas meja yang telah di luruskan. Sedemikianlah perumpamaan upaya mengembalikan pergerakan HMI pada haluan yang sesungguhnya.

Diakui atau tidak, kemunduran HMI bukan lagi sekedar 44 indikator kemundurannya, tetapi telah mencapai angka seratus bahkan lebih jika diuraikan secara komprehensif dari semua sisi pergerakannya. Sebab saat bicara HMI bukan saja bicara kadernya, bukan saja bicara organisasinya, melainkan juga bicara rakyat, agama dan negaranya. Mendefenisikan arah pergerakan HMI tanpa kemunduran memang mustahil, namun selalu bergerak mundur petanda HMI sedang sakit. Seyogianya kemunduran yang dialami HMI masa kini mesti menjadi batu loncatan dalam menyusun kekuatan baru, pikiran baru tanpa terburu-buru terbawa hawa nafsu efek post-truht. Kebutuhan meterial (uang) memang soal angka, tetapi material bukanlah segala-galanya. Jika tidak percaya, apa bedanya HMI dengan spirit gaya meterialismenya Marxisme. Jika HMI intim dengan kekuasaan pragmatis? Apa bedanya HMI dengan Kapitalisme. Jika HMI tenggelam dalam media sosial? Apa bedanya HMI dengan remaja yang labil? Sepatutnya HMI harus mampu mengedepankan gerakan perwudukan moralitas keislaman dalam menyelesaikan menalitas anak bangsa dari jeratan gerakan Marxisme, kapitalisme hingga mampu berdemontrasi secara profesional dan mempercepat terwujudnya sistem keadilan sosial dan keadaban perpolitikan di Indonesia.

Dengan perjuangan memperbaiki sistem, maka dampak perubahannya akan bersifat luas. Dengan mengontrol haluan politik bangsa, HMI dapat menyelamatkan nasib umat manusia tanpa sekat agama, ras dan antar golongan. Daya intelektulitas kader HMI harus mampu berubah menjadi kekuatan besar dalam menjaga akar pergerakan HMI yang tidak goyang karena kekuasaan, tidak gugur karena nafsu kekuasan, dan tidak tumbang karena para pendahulu. Pranata kekuatan HMI masa kini harus ditata ulang (renovasi) sebab HMI bukan saja sedang menghadapi gelombang Industri ke empat, tetapi HMI juga sedang bergelimang dalam lautan interaksi anak bangsa yang cerdas menggunakan teknologi namun krisis moral, dan krisis saat bertuhan. Makanya jangan terkejut menemukan fakta mengaku HmI tapi “ateis” (dalam artian tidak meyakini kebenaran idealis). Sejatinya hal ini bukan saja dialami oleh internal ke-HMI-an, tetapi gejala ini hampir menjadi penyakit bersama di Indoensia.

HMI mesti cepat mengepakkan sayapnya, bila sayapnya telah patah, bergegaslah diperbaiki. Sebab HMI memiliki kewajiban dalam menyelesaikan persoalan kenegaraan yang kini sedang tertatih-tatih. HMI butuh sampai aktif dalam upaya pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. HMI mesti menjadi garda terdepan memperbaiki karakter anak bangsa. Sehingga kader HMI tidak hanya cakap meminta haknya, tetapi juga bertanggung jawab dalam menjalankan amanah ideologis dalam pergerakannya. Akhirnya HMI bukanlah suatu organisasi yang haus jabatan, dan bukan pula bergerak karena jabatan, melainkan HMI digerakkan atas dasar niat dan cita-cita penuh dengan kemuliaan. Bukan mahir jilat-menjilat pengatur jabatan. Hanya pada Allah Swt kita menyerahkan diri, dan hanya pada Rasulullah Saw pula kita menerima syafaat. Semoga kita selalu dalam misi kebenaran, bukan pembenaran. Yakusa !!!


Pipin Cakaba29 June, 2019
IMG-20190629-WA0001.jpg

2min70

Lapmi|Tanjabbar – Himpunan Mahasiswa Islam Tanjabbar Menggelar Acara makrab Halal Bi Halal seluruh Kader HMI Dan Alumni HMI di lapangan diklat BKPSDM, jumat malam (28/06/2019)

kegiatan makrab halal bi halal tersebut bertujuan untuk mempererat tali silahturahmi setelah libur panjang bulan puasa dan idul fitri, antar sesama kader HMI dan Kahmi tanjabbar.

Dalam sambutannya Sekretaris umum Himpunan mahasiswa Islam Najmul Hayat mengatakan Dalam momentum halal bihalal sekaligus malam keakraban (makrab) ini semoga  tali silaturahmi terus di jaga dan dapat di  pererat lagi.

“Mari kita jaga hubungan yang telah terjalin sebagai keluarga dan saling ber maaf-maafan di bulan syawal yang penuh berkah ini.” Ujar hayat

Lebih lanjut hayat menyampaikan kegiatan ini  juga ntuk memupuk semangat juang bagi kader HmI dalam mencapai mission HmI.

Dalam kesempatan yang sama Perwakilan KAHMI Tanjabbar, supriono salah satu dosen di stai An-nadwah kuala tungkal menyampaikan ucapan selamat hari raya idul fitri karena masih di bulan yang penuh berkah yaitu bulan syawwal.

lanjutnya, supriono mengatakan Perubahan generasi di zaman milenial ini sangat dapat mempengaruhi eksistensi dan semangat kaum muda.

Salah satu nya penerus generasi kader-kader di organisasi HMI, memicu untuk meimplementasi kan kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.

“Mari kita ciptakan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat yang berguna”

Supriono juga mengatakan Berproses di HMI adalah pilihan untuk mencapai tujuan, alasan bukan lah menjadi penjelasan dalam berproses, jangan berharap kepada orang lain.

“Harus bisa optimis untuk mengandalkan diri sendiri,agar setiap yang di lakukan berat di timbangan jangan lupa pasang niat dan etitut yg terbaik yang berlandas kan keridhoan ” Ujar Supriono.

Kegiatan Makrab Halal Bi Halal Tersebut di hadiri oleh Kahmi Tanjabbar, pengurus HMI cabang Tanjabbar, pengurus HMI Komisariat Tarbiyah, Komisariat Syariah, Komisariat Hukum dan dakwah. (Zuhratunnisa)


Pipin Cakaba29 May, 2019
IMG-20190529-WA0003.jpg

3min770

Independensia | Jatinangor – Komisariat Sastra UNPAD Cabang Jatinangor Sumedang dengan resmi dilantik di Aula Masjid Al-Asa’akir UNPAD Jatinangor. Selasa (28/05/19). Dinahkodai oleh kader muda yang duduk di semester dua yaitu saudara Fakih Fadillah, menjadikan semangat baru  pada Komisariat Sastra UNPAD tersebut.

Doc. sesuai agenda pelantikan pengurus Komisariat lakukan photo bersama/photo

Pelantikan tersebut dilaksanakan pada pukul 15.30 WIB yang dihadiri oleh perwakilan pengurus Badan Koordinasi HMI Jawa Barat, pengurus cabang, dan ketua komisariat lingkup cabang Jatinangor Sumedang.

 

Agenda tersebut secara khidmat melaksanakan pelantikan pengurus baru, pesan yang disampaikan dimulai dari ketua demisioner komisariat sastra UNPAD sampai ke ketua cabang Jatinangor Sumedang yang sekaligus melantik.

 

Harapan Dini selaku demisioner menumpukan harapan, seperti apa yang disampaikan saat sambutannya “memajukan komisariat dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas kader melalui kajian dan kegiatan komisariat yang lainnya.” Ucap Dini Solehudin.

 

Harapan yang diberikan kepada nahkoda baru ini begitu banyak dilontarkan oleh berbagi pihak dan dapat bersinergi dengan seluruh aspek kepengurusan baik pada tingkatan komisariat maupun cabang dilingkup cabang Jatinangor Sumedang.

 

Selain Dini Solehudin, Gian Egia selaku ketua umum Cabang menyampaikan harapan saat sambutannya, “Semoga komisariat sastra bisa menjadi inspirasi untuk komisariat lainnya dalam berkader untuk menjadi kader yang paripurna.” Ucap Gian Egia

 

Fakih Fadilah selaku ketua umum komisariat Sastra UNPAD bercita-cita “Roda kaderisasi harus terus berjalan. Maka visi saya pada kepengurusan tahun ini membawakan dua nilai yaitu mewujudkan komisariat sastra UNPAD yang populis dan progresif, terus bergerak ke arah kemajuan demi mewujudkan kesejahteraan untuk bersama dilingkungan yang paling kecil yaitu komisariat dan ketika dua nilai ini digabungkan maka akan tercipta kualitas kader yang baik yang menunjang kader untuk menjadi muslim profesional intelegensia” ujar Fakih

 

Sosok Fakih dalam menahkodai komisariat sastra pun menjadi inspirasi dimana jenjang semester yang masih muda namun berani untuk menjadi seorang pemimpin di Komisariat. Secara semester ia baru menginjak semester dua di kampusnya. (Dandi)

 


Pipin Cakaba13 May, 2019
IMG-20190513-WA0043-1280x960.jpg

2min440

Lapmi | Kab.Bandung – Membuka Kawah Candradimuka Kohati Komisariat Tarbiyah Cabang Kabupaten Bandung, pula adakan agenda diskusi lintas organisasi. Agenda tersebut masih dalam rangkaian acara Camp Melati Komtar, diskusi tersebut dilaksanakan di Villa Umi, Cilengkrang, Bandung, Minggu (12/05/2019).

Doc. Saat berlangsung diskusi Panel Lintas Organisasi, dalam rangkaian acara Camp Melati Komtar/photo

Diskusi panel lintas organisasi yang membahas tentang Isu-isu Keperempuanan, sebagai usaha untuk meningkatkan silaturahmi antar organisasi dan juga sebagai usaha untuk membuka cakrawala dari para kader KOHATI Komisariat Tarbiyah akan Isu Keperempuanan yang menjadi pembahasan pada diskusi tersebut.

Dalam agenda tersebut para peserta yang hadir dari Kader HMI-Wati Komisariat Tarbiyah, begitu interaktif bertukar gagasan. Pengisi diskusi tersebut Siti Zaenab selaku Sekretaris Umum Kohati Cakaba, Desferansyah Nabela selaku Ketua Umum Kopri PMII komisariat UIN SGD cabang kota Bandung.

Di tuturkan oleh Nova Intania selaku Sttering Committe pada kegiatan tersebut, ia mengatakan, “dengan Tema yang telah diusung oleh para kader HMI Wati, semoga dalam hal ini dapat lebih paham akan konsep gender dan peka terhadap Isu Keperempuanan yang sedang berkembang dari sudut pandang yang beragam”, tuturnya.

Bahkan senada dengan apa yang disampaikan Eli Nur Azizah selaku Ketua Umum Kohati Komtar, mengatakan, “bahwa dengan diadakannya diskusi panel tersebut para HMI Wati dapat lebih membuka cakrawala para Melati Komtar agar lebih peka dan dapat senantiasa memberikan solusi atas isu Keperempuanan yang terjadi”, pungkasnya

Selain itu, kegiatan Camp Melati Komtar diakhiri dengan Forum Grup Discussion dan Tukar Kado seluruh Kader KOHATI Komtar Cakaba. Dalam hali ini seluruh berharap agar kader HMI Wati Komtar mampu mewujudkan Kohati yang cerdas, profesional, berkarakter serta Arif akan Gender. Demikian pula dengan diadakannya kegiatan itu dapat menjadi akselerasi dalam mencapai tujuan KOHATI yaitu mewujudkan muslimah berkualitas insan cita.

 

Kontributor : Dini Zakiyah ZN


Pipin Cakaba13 May, 2019
IMG_20190513_074929.jpg

2min880

Lapmi | Kab.Bandung – Korps HMI-Wati Komisariat Tarbiyah (KOHATI KOMTAR) Cabang Kabupaten Bandung, kali pertama mengadakan acara Camp Melati Komtar. Acara tersebut berlangsung selama dua hari Sabtu – Minggu (11-12/05/2019) di Villa Umi.

Doc. Saat berdiskusi kader Kohati Tarbiyah bersama Nurlatifah selaku pengurus Badan Pengelola Latihan HMI Cakaba sekaligus sebagai demisioner Kohati Tarbiyah/photo.

Acara tersebut bertajuk “Internalisasi Nilai-nilai Keislaman demi Terwujudnya Kader HMI-wati yang Cerdas, Profesional, Berkarakter serta Arif akan Gender”, yang dihadiri oleh 45 orang peserta, merupakan kader-kader HMI-wati Komtar.

Turut hadir pula Dr. Hj. Teti Ratnasih, M.Ag., C.Ht., selaku perwakilan Forhati yang sekaligus dengan resmi membuka acara Camp Melati Komtar, Sabtu siang (11/05/2019) di Pusat Kegiatan HMI Cakaba.

Selain itu, dihari oleh perwakilan fungsionaris HMI Cakaba, Yeni Nurjanah selaku pengurus cabang, Size selaku pengurus Kohati cabang dan kemudian para ketua-ketua Kohati ruang lingkup HMI Cakaba.

Seperti apa yang disampaikan oleh Ely Nur Azizah selaku Ketua Umum Kohati Komtar, mengatakan, “Tema tersebut diharapkan agar seluruh Kader HMI-Wati Komisariat Tarbiyah dapat senantiasa meningkatkan kualitas diri melalui pengembangan potensi yang dimilikinya sebagai upaya untuk menjadi Muslimah berkualitas insan cita pula menjadi ajang silaturahmi”, ungkapnya.

Tidak hanya itu saja,  selain daripada mempererat tali silaturahim antar KOHATI, kegiatan tersebut juga sebagai upaya meningkatkan pemahaman KOHATI akan Gender, Feminisme dan Isu-isu Keperempuanan.

Seperti apa yang diterangkan oleh Dr. Hj. Teti Ratnasih, M.Ag., C.Ht., menjelaskan, “bahwasanya menjadi seorang Kohati itu harus SIP yakni Sinergi, Intelektual dan Progres. Karena menjadi hebat tidak harus menjadi nomor satu, menjadi yang terbaik apapun keadaannya selagi memiliki keinginan dan keahlian maka lakukanlah, pungkasnya

 

Kontributor : Dini Zakiyah Z N


Pipin Cakaba12 May, 2019
IMG-20190512-WA0013.jpg

1min100

Lapmi | Tanjabbar – Majlis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kabupaten Tanjung Jabung Barat menggelar acara buka puasa bersama bagi alumni dan kader HMI Tanjabbar, Minggu (12/05/2019).

Doc. Saat berbuka puasa bersama antara KAHMI dan Kader HMI Tanjabbar/photo/jurnalis/Dika

Kegiatan yang digelar di rumah ketua KAHMI Tanjabbar Ahmad Jahfar itu di ikuti sedikitnya kurang lebih 100 alumni dan kader.

Dari release yang diterima oleh jurnalis Independensia, turut hadir para tokoh HMI yang sudah tidak asing di telinga publik tanjabbar, seperti Ahmad Jafar, Abdul Jalil, Ahmad Petensili, Zakaria Ansori dan para alumni lainnya.

Dalam sambutannya ketua kahmi tanjabbar Ahmad Jafar menyampaikan Acara Buka bersama adalah agenda rutin yang selalu dilaksanakan setiap tahunnya oleh kahmi Tanjabbar.

Acara ini merupakan ajang silaturahmi bagi kader HMI Cabang Tanjabbar dengan Alumni HMI yang ada di Tanjabbar. Sekaligus mempererat rasa kekeluargaan yang harmonis.

“Silaturahmi seperti ini perlu dilaksanakan demi mempererat kembali hubungan kekeluargaan yang sudah terjalin” ucap Jafar


Pipin Cakaba11 May, 2019
IMG-20190511-WA0009.jpg

2min230

Lapmi | Tanjabbar – Para mahasiswa yang tergabung Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Tanjung Jabung Barat (HMI Tanjabbar) melakukan penggalangan dana untuk korban kebakaran di Desa Pangkal Duri, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang terjadi pada kamis malam 09 Mei 2019 lalu.

Doc. Saat Kader HMI Tanjabbar melakukan galang dana dengan mamainkan musik akustik/photo/Dika

 

Penggalangan dana tersebut dilakukan pada hari sabtu (11/05/2019). Dalam melakukan penggalangan dana tersebut, para kader HMI Tanjabbar terjun langsung di simpang wisno sambil memainkan musik akustik yang dilakukan oleh lembaga seni mahasiswa islam (LSMI).

Selain itu, mereka juga menerima bantuan dalam bentuk barang, pakaian alat-alat dapur, dan barang-barang lainnya yang dinilai dibutuhkan korban kebakaran.

Fikri efendi selaku koordinator penggalangan dana kebakaran menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat kuala tungkal yang telah berpartisipasi membantu saudara kita yang terkena musibah kebakaran di pangkal duri, semoga ini menjadi amal bagi kita semua.

“Sebagai kader umat dan kader bangsa, tentu hal ini membuat HMI terpanggil, kita berharap sedikitnya dengan bantuan ini nantinya bisa meringankan beban saudara kita yang di Desa Pangkal Duri, Kecamatan mendahar Kabupaten Tanjung Jabung Timur” pungkas Fikri

Sebagaimana diketahui, kebakaran yang terjadi di Desa pangkal duri kecamatan mendahara Kabupaten Tanjung Jabung Timur, pada kamis 9 April 2019 lalu telah menghanguskan 62 unit rumah di desa pangkal duri tersebut.

Tidak ada korban nyawa dalam insiden tersebut, namun sebanyak 192 jiwa terpaksa di ungsikan karena kehilangan tempat tinggal.



Sekilas Kami

Bakornas LAPMI PB HMI merupakan salah satu badan khusus di dalam tubuh organisasi HMI yang bersifat semi-otonom sebagai penyalur minat dan bakat anggota dan wahana pengembangan kader di bidang jurnalistik/pers (ART Pasal 44).


[email protected]

0816-766-496



Newsletter


Media Partner

Independensia.id