Pengaruh Proyek One Belt One Road (OBOR) Cina Terhadap Perekonomian Indonesia Di Tahun 2030

Oleh: Satria Tauhid Arsiza (HMI Cabang Malang, Badko HMI Jawa Timur)

LAPMI HMI | Opini – Cina Merupakan salah satu negara di Asia Timur yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat. Progresitas bangkitnya perekonomian Cina tersebut tidak lepas dari aspek sosio-historis dan tingkat peradaba negara ini memang telah maju sebelum periode masehi. Pasca sejarah perekonomian, pada tahun 1978 kondisi perekonomian Cina mengalami perubahan secara fundamental akibat program reformasi yang dijalankan oleh figur pembaharu Cina, Deng Xiaoping. Bukan hanya itu salah satu batu loncatan perekonomian Cina yaitu terjadi pada masa revolusi Mao Zedong, yang sebelumnya tatanan masyarakat Cina yang cenderung kaku dan kental akan doktrinisasi yang berefek dari feodalisme pada akhirnya menganut paham Marxisme ala Maoisme.

Secara umum, jalur OBOR 21st Century Maritime Silk Road yang diusung oleh Tiongkok baru menciptakan potensi bagi Indonesia di bidang ekonomi maritim, khususnya investasi untuk pembangunan infrastruktur maritim. Melalui OBOR, pemerintah Indonesia berpotensi mendapatkan sumber investasi untuk pendanaan dan pembangunan infrastruktur maritim yang berasal dari AIIB. Bahkan khusus untuk Indonesia, Tiongkok memberikan penawaran yang sangat menggiurkan untuk mendanai sejumlah proyek infrastruktur hingga sekitar 90% dari kebutuhan biayanya.

Pada dasarnya mega proyek OBOR 21st Century Maritime Silk Road akan dijadikan sebagai salah satu upaya Tiongkok untuk rebalancing kekuatan ekonomi dan politik AS di Asia, meskipun hingga saat ini diperkirakan bahwa Tiongkok sendiri masih belum mampu bersaing secara komprehensif dengan AS hingga pada tahun 2040-an (walaupun dengan perolehan PDB Tiongkok yang terus melonjak hingga saat ini). Namun, memaksakan kehendak ntukmenandingi pengaruh AS terlebih dalam hal dominasi struktur politik keamanan kawasan, merupakan tindakan yang berakibat fatal bagi Tiongkok.

Baca Juga:  Muhasabah Kader HMI dalam Era Millenial

Oleh karena itu, jika Indonesia tidak dapat memanfaatkan jalur perdagangan internasional melalui OBOR untuk memasarkan produknya, maka Indonesia hanya akan dijadikan sebagai pasar bagi produk ekspor asal Tiongkok. Hal yang dapat dilakukan adalah Indonesia harus dapat memanfaatkan jalur sutra modern ini untuk meningkatkan nilai perdagangan ekspor melalui komoditas unggulan dan komoditas potensial yang berdaya saing global.

Terkait dengan Perairan Natuna, baru-baru ini pemerintah Indonesia juga melakukan pembaharuan terhadap peta wilayah Indonesia yang salah satunya ialah, Penamaan Laut Natuna Utara yang berada di sisi utara Kabupaten Natuna dan berbatasan langsung dengan Laut Tiongkok Selatan. Penamaan itu diklaim oleh pemerintah Indonesia tidak berkaitan dengan sengketa kawasan akibat klaim Tiongkok tentang wilayah perikanan tradisional.

Kementerian Perdagangan seyogyanya memanfaatkan posisi penting dalam aktivitas kerjasama ekonomi dalam OBOR seperti melakukan peningkatan kualitas dari setiap komoditas ekspor dengan melakukan intensifikasi dan/atau ekstensifikasi sehingga produk domestik dapat bersaing dengan produk impor. Kemudian Kementerian Ketenagakerjaan juga memegang peranan penting terutama untuk meminimalisir masifnya jumlah tenaga kerja asing dengan menegaskan aturan mengenai jumlah tenaga kerja asing yang dapat diserap jika para investor asing yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia. Dan selanjudnya Indonesia sebaiknya mengantipasikan efek dari hutang Yang lama kelamaan kita selaku bangsa akan di sesak hutang dan basarnya bunga yang harus di bayar oleh negara dan berpegaruh kepada rakyat yaitu besarnya pajak setiap tahun yang harus di bayarkan rakyat.

 

Administrator

Administrator

Dolor proin! Placerat a, placerat enim vut duis aliquam, dignissim, magna sagittis duis diam et porttitor mus ultricies velit vut habitasse. Egestas facilisis a aliquet! Dolor. Rhoncus. Ac. Parturient elementum facilisis lorem.


Visitors:

  • 24,332

Sekilas Kami

Bakornas LAPMI PB HMI merupakan salah satu badan khusus di dalam tubuh organisasi HMI yang bersifat semi-otonom sebagai penyalur minat dan bakat anggota dan wahana pengembangan kader di bidang jurnalistik/pers (ART Pasal 44).


[email protected]

0816-766-496



Newsletter


Media Partner

Independensia.id