Sikap Tegas Jokowi Membuat China Takluk

LAPMI HMI | Opini – Politik luar negri adalah wawasan international. oleh karena itu, politik luar negri cendrung bersitetap. Politik luar negri juga adalah suatu pola perilaku dan kebijakan suatu negara berhubungan dengan negara lain ataupun dunia international. Politik luar negri adalah strategi dan taktik yang digunakan oleh suatu negara dalam berhubungan dengan negara lain.

Politik luar negri Indonesia yaitu bersifat bebas aktif, yang berlandaskan kepada Pancasila, Undang-undang Dasar 1945 dan operasional (Undang-undang luar negri dan undang-undang operasional.

Dengan sikap politik luar negri Indonesia yang bebas aktif, sangat menguntungkan bagi negara Indonesia, sehingga posisi negara Indonesia menjadi sangat strategis, dan jangan melupakan kebijakan politik dalam negri, di saat Indonesia memutuskan kebijakan luar negri, karena kebijakan luar negri dan kebijakan dalam negri harus seimbang, supaya terjadinya ke stabilitasan terhadap kondisi negara.

Seperti halnya yang terjadi baru-baru ini di Natuna, ketika 28 kapal cina memasuki ZEE Indonesia di Natuna, ini merupakan suatu kejadian yang harus dipertimbangkan dengan matang oleh pemerintahan Republik Indonesia dalam kepemimpinan Ir. H. Jokowi Dodo, ini merupakan suatu kebijakan yang akan menjadi kebijakan politik luar negri.

Baca Juga:  BUMN Semakin Tak Berdaya

Dalam menyikapi proses konflik di Natuna Jokowi mengambil keputusan dengan sangat tepat, yaitu dengan menegaskan tak ada kompromi dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia, yang pada akhirnya berujung pada diplomasi damai antara Indonesia dan China.

Setelah ketegangan yang terjadi di laut Natuna Indonesia, hingga pada akhirnya pemerintahan China mulai bersikap santun. Kini Cina mulai memtuskan bahwa masalah tersebut hanya perlu diselesaikan dengan komunikasi yang baik antara kedua negara. Padahal sebelumnya pemerintah China bersikap keras dalam menyikapi ketegangan yang terjadi.

Hal ini terlihat dari pernyataan Juru Bicara Menteri Luar Negeri China, Geng Shuang pada tengah pekan ini. Dia menyebut China dan Indonesia lebih mengutamakan komunikasi secara diplomatik terkait permasalahan ini.

“China dan Indonesia adalah mitra strategis yang komprehensif. Di antara kami, persahabatan dan kerja sama adalah arus utama, sementara perbedaan hanyalah bagian saja,” kata Geng Shuang, dikutip dari situs resmi Kementerian Luar Negeri China.

Geng juga mengatakan, China selalu memandang hubungan bilateral dengan Indonesia dari perspektif strategis dan jangka panjang. Ia percaya Indonesia juga akan memiliki gambaran yang lebih besar tentang hubungan bilateral dan stabilitas regional.

Baca Juga:  Efektifitas dan Efisiensi BUMN Terhadap Kelas Menengah

“Saya ingin menekankan bahwa China dan Indonesia tidak memiliki perselisihan mengenai kedaulatan wilayah. Kami memiliki klaim hak dan kepentingan maritim yang tumpang tindih di beberapa wilayah di Laut Cina Selatan.” kata Geng dalam keterangan pers regular, sebagaimana dilansir dari situs Kemlu China.

Oleh: Dede (Badko HMI Jawa Barat)

Administrator

Administrator

Dolor proin! Placerat a, placerat enim vut duis aliquam, dignissim, magna sagittis duis diam et porttitor mus ultricies velit vut habitasse. Egestas facilisis a aliquet! Dolor. Rhoncus. Ac. Parturient elementum facilisis lorem.


Visitors:

  • 24,261

Sekilas Kami

Bakornas LAPMI PB HMI merupakan salah satu badan khusus di dalam tubuh organisasi HMI yang bersifat semi-otonom sebagai penyalur minat dan bakat anggota dan wahana pengembangan kader di bidang jurnalistik/pers (ART Pasal 44).


[email protected]

0816-766-496



Newsletter


Media Partner

Independensia.id