Sosial Politik: Tantangan Masyarakat yang Berkeadilan

LAPMI HMI | Opini – Istilah sosial politik terdiri berasal dari dua kata, yaitu sosiologi dan politik. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari masyarakat, kelompok – kelompok sosial, dan tingkah laku individu baik individual maupun kolektif dalam konteks sosial. Politik adalah ilmu yang mempelajari kekuasaan sebagai konsep inti. Dengan demikian,dapat disimpulkan bahwa sosiologi politik adalah ilmu tentang kekuasaan, pemerintahan, otoritas, dan komando di dalam semua masyarakat manusia, tidak hanya di dalam masyarakat nasional.

Pada saat ini, masalah politik yang dihadapi negara kita Indonesia ini yaitu, banyaknya partai politik yang memilih selebritas tanah air, untuk dijadikan anggota partainya, denagn tujuan rakyat lebih memilihnya karena kemasyhuran atau kepopulerannya. Padahal kinerja dari para selebritis tersebut tidak menjamin, ketika hanya mengandalkan kepopulerannya. Karena yang sebenarnya dibutuhkan dalam dunia kepolitikan kinerja optimal yang dapat menjadikan politik Indonesia menjadi lebih baik dari sebelumnya. Seharusnya suatu partai harus memilih dengan adil dan bijaksana tentang siapa anggota yang mahir pada bidangnya.

Baca Juga:  Produktivitas BUMN Terhadap Kontribusi APBN Sebagai Upaya Pemerataan Ekonomi Masyarakat Indonesia

Kemudian masalah lain yang dihadapi Indonesia pada saat ini, yaitu hilangnya nilai pancasila dalam lingkungan masyarakat dan kepolitikan. Pancasila sudah tidak diamalkan lagi sebagai dasar negara, Dan nilai pancasila tidak lagi dijunjung tinggi serta tidak dihiraukan lagi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Pancasila seharusnya menjadi pedoman atau landasan pertama dalam dunia kepolitikan.

Termasuk Permasalahan yang mencuat kepermukaan saat ini disebabkan karena lemahnya penegakan hukum di tanah air. Sistem hukum yang demokratis saat ini telah melahirkan deviasi – deviasi ke arah anarkisme, kekerasan massa, dan tidak ada kepastian hukum yang pada akhirnya mengorbankan rakyat. Ketidaktaatan pada hukum saat ini membuat penulis berasumsi bahwa rakyat indonesia mangalami hipokrisi penegakan hukum, tidak adanya kesadaran dan menghargai suatu hukum membuat asumsi ini muncul. Seolah-olah rakyat lupa bahwa yang membuat hukum tersebut tidak lain dan tidak bukan rakyat itu sendiri. Sehingga kita semakin jauh dari cita reformasi yaitu menjaga demokrasi yang substansial, mewujudkan multikultur yang berlandaskan keadilan dan menegakkan hukum yang sebenar – benarnya.

Baca Juga:  Refleksi 72 Tahun, Kembalikan HMI ke Khittahnya

Dan Dalam etika pergaulan manusia, tiada prinsip yang didambakan umat sepanjang sejarah, seperti keadilan. Istilah adil berasal dari bahasa Arab yang berarti tengah atau seimbang. Keadilan artinya mizan (kesimbangan), yakni suatu sikap tak berlebih-lebihan yang terkait dengan sifat kearifan.

Kemudian Ayat-ayat Alquran yang menyerukan pentingnya adil dan keadilan antara lain adalah “haruslah berlaku adil” (QS An-Nisa [4]: 135, Al-Maidah [5]: 8, Al-An’am [6]: 152, An-Nahl [16]:90); “wajib berlaku adil dalam perniagaan” (QS Al-Isra [17]: 35); “adil terhadap lawan” (An-Nisa [4]: 105, Al-Maidah [5]: 8); dan pernyataan Allah tentang “keadilan-Nya” (Ali Imran [3]: 18). Contohnya Dalam kasus keluarga, misalnya, Alquran menyebutkan, Jika kamu sekalian takut berlaku tidak adil, ambillah seorang istri saja.” (QS An-Nisa [4]:3). Dalam skala kecil, yakni unit keluarga saja, kita diperintahkan untuk adil.

Maka dari itu, sebagai bagian dari makhluk sosial, kita memiliki tanggung jawab tersendiri dalam menjaga, mengawal serta mengaplikasikan teori-teori perubahan sosial yang berkeadilan dan merata bagi masyarakat indonesia. Sebagaimana tercantum dalam Falsafah negara, yaitu pancasila pada sila ke 2 yang berbunyi “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”

 

Baca Juga:  HMI sebagai Pasar Intelektual Indonesia

Oleh: Abdul Rojak (Jabodetabeka-Banten)

Administrator

Administrator

Dolor proin! Placerat a, placerat enim vut duis aliquam, dignissim, magna sagittis duis diam et porttitor mus ultricies velit vut habitasse. Egestas facilisis a aliquet! Dolor. Rhoncus. Ac. Parturient elementum facilisis lorem.


Visitors:

  • 24,332

Sekilas Kami

Bakornas LAPMI PB HMI merupakan salah satu badan khusus di dalam tubuh organisasi HMI yang bersifat semi-otonom sebagai penyalur minat dan bakat anggota dan wahana pengembangan kader di bidang jurnalistik/pers (ART Pasal 44).


[email protected]

0816-766-496



Newsletter


Media Partner

Independensia.id