Pendekatan Smart Power Diplomacy di Era Globalisasi

“Politic is Talk”

LAPMI HMI | Opini – Komunikasi merupakan hal mendasar dalam proses politik. Tanpa adanya komunikasi, politik luar negeri dan di dalam negeri tidak akan berjalan. Terjadinya konflik, karena adanya perbedaan, baik perspektif, kepentingan, tujuan yang pada akhirnya termanifestasi dan meluap menjadi friksi atau gesekan-gesekan. Ketika konflik terjadi, yang perlu dilakukan pertama kali adalah membuka komunikasi di antara pihak-pihak yang berkonflik.

Hal yang perlu diwaspadai dalam kebijakan politik luar negeri adalah sebisa mungkin jangan sampai terjebak hutang. Keberadaan hutang luar negeri, akan menghadirkan posisi (bargain) yang tidak setara dalam hubungan negara yang berhutang dan diberi hutang.

Politik luar negeri yang dijalankan oleh negara mestilah sejalan dengan politik dalam negeri. Sejak di awal masa kemerdekaan ketika berada dalam situasi pasca perang dunia II dan perang dingin, dimana terdapat 2 blok, yakni Blok Barat dan Blok Timur, Indonesia hingga saat ini menganut paham politik luar negeri Bebas Aktif.

Politik “Bebas” berarti Indonesia tidak berada dalam kedua blok dan memilih jalan sendiri untuk mengatasi persoalan internasional. Sementara istilah “Aktif” berarti upaya untuk bekerja lebih giat guna menjaga perdamaian dan meredakan ketegangan kedua blok.

Baca Juga:  Sikap Tegas Jokowi Membuat China Takluk

Strategi Politik Luar Negeri ini termuat dalam naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan……ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial……”

Landasan Idiil Politik Luar Negeri Republik Indonesia adalah Pancasila, yang berisi pedoman dasar bagi pelaksanaan kehidupan berbangsa dan bernegara yang ideal dan mencakup seluruh sendir kehidupan manusia. Pancasila disusun dari berbagai ideologi, sehingga setiap pasalnya mampu merepresentasikan ideologi-ideologi tertentu.

  1. Pasal satu, ‘KeTuhanan Yang Maha Esa” merepresentasikan Religiuisme.
  2. Pasal dua, “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab” merepresentasikan Humanisme.
  3. Pasal tiga, “Persatuan Indonesia” merepresentasikan Nasionalisme.
  4. Pasal empat, “Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan” merepresentasikan Demokrasi.
  5. Pasal lima, “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” merepresentasikan Sosialisme.

Western-isasi yang berjalan di Indonesia memantik datangnya ideologi dari “Timur-Tengah”. Orang-orang yang tidak suka dengan westernisasi, akan mengadopsi ideologi Timur-Tengah yang cenderung tekstual. Kedua doktrin ideologi ini berbeda dengan doktrin HMI: “Islam-Indonesia”.

Baca Juga:  HMI sebagai Pasar Intelektual Indonesia

Indonesia mengedepankan pendekatan “Soft Power” dengan multi track diplomasi sebagai strategi politik luar negeri. Hal ini disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Amerika Serikat pada Tahun 2005. Pilihan pendekatan ini mempertimbangkan lemahnya alat militer (alutsista) yang dimiliki Indonesia, sehingga sulit jika menggunakan pendekatan “Hard Power”.

Pendekatan Soft Power Diplomacy yang dilakukan, telah membuat Indonesia memiliki peran strategis di level Asia Tenggara, bahkan dunia Internasional. Salah satunya, Indonesia masuk Negara G-20 (Group of Twenty Finance Ministers and Central Bank Governors).

Di masa depan, pendekatan “Smart Power Diplomacy” dianggap akan lebih efektif dengan menggunakan kemampuan yang mengkombinasikan sumberdaya hard power dan soft power. Di era globalisasi informasi, jaringan internet menjadi democratizing technology dalam mendukung aplikasi pendekatan “Smart Power Diplomacy”.

Administrator

Administrator

Dolor proin! Placerat a, placerat enim vut duis aliquam, dignissim, magna sagittis duis diam et porttitor mus ultricies velit vut habitasse. Egestas facilisis a aliquet! Dolor. Rhoncus. Ac. Parturient elementum facilisis lorem.


Visitors:

  • 24,261

Sekilas Kami

Bakornas LAPMI PB HMI merupakan salah satu badan khusus di dalam tubuh organisasi HMI yang bersifat semi-otonom sebagai penyalur minat dan bakat anggota dan wahana pengembangan kader di bidang jurnalistik/pers (ART Pasal 44).


[email protected]

0816-766-496



Newsletter


Media Partner

Independensia.id