Produktifitas BUMN terhadap Kontribusi APBN Melalui Prinsip Kedaulatan, Kesejateraan, dan Keadilan

LAPMI HMI | Opini – BUMN adalah Badan Usaha Milik Negara yang berbentuk Perusahaan Perseroan (PERSERO) menurut Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1998 dan berbentuk Perusahaan Umum (PERUM) sebagaimana termaktub dalam Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 1998. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merupakan salah satu pelaku kegiatan ekonomi yang penting di dalam perekonomian nasional yang bersama-sama dengan pelaku ekonomi lain yaitu swasta (besar-kecil, domestik-asing) dan koperasi, merupakan pengejawantahan dari bentuk bangun demokrasi ekonomi yang akan terus kita kembangkan secara bertahap dan berkelanjutan.

BUMN adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh negara melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan negara yang dipisahkan. Persero adalah BUMN yang berbentuk perseroan terbatas yang modalnya terbagi dalam saham yang seluruhnya atau sedikitnya 51% (lima puluh satu persen) sahamnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia yang tujuan utamanya mengejar keuntungan. Sedangkan Perusahaan Umum (PERUM) adalah BUMN yang seluruh modalnya dimiliki negara dan tidak terbagi atas saham, yang bertujuan untuk kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu tinggi dan sekaligus mengejar keuntungan berdasarkan prinsip pengelolaan perusahaan. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomer 19 tahun 2003 mengenai Badan Usaha Milik Negara.

Baca Juga:  HMI Dan Ihwal Independensi Yang Belum Selesai

Berkaitan dalam hal ini dan berkenaan dalam momentum Advance Training Badko HMI Jawa Barat Salahsatu Pemateri yaitu (Kakanda Suherman Shaleh) menyampaikan bahwa BUMN merupakan sarana menegakan : Kedaulatan, Kesejahteraan, dan keadilan. Maka dalam hal ini ada 3 Prinsif mendasar yang harus dipegang teguh bagi Kader HMI yang mau ikut andil dalam berkontribusi untuk memajukan BUMN :
1. Kedaulatan (Menjaga Kedaulatan Negara)
Sebagai Kader HMI kita harus tertanam dalam dada untuk senantiasa berkomitmen, duduk dan memikrkan kedaulatan wilayah Indonesia didalam situasi dan kondisi apapun, memikirkan dan menjaga kedaulatan negara sama halnya dengan memperuangkan dan menjaga kemerdekaan individu.
2. Kesejahteraan Bangsa Indonesia
Yaitu konsep berfikir dan bekerja kita semata mata harus diniatkan untuk mensejahterakan bangsa Indonesia karena seorang Pemimpin selalu memikirkan orang lain.
3. Keadilan (Menegakan Keadilan)
Yang terakhir kita berfikir dan bekerja harus memegang prinsif memperjuangkan keadilan, demi terwujudnya masyarakat Adil makmur yang diridhoi Alloh SWT.

Oleh :
Dadan Nurjaman

Administrator

Administrator

Dolor proin! Placerat a, placerat enim vut duis aliquam, dignissim, magna sagittis duis diam et porttitor mus ultricies velit vut habitasse. Egestas facilisis a aliquet! Dolor. Rhoncus. Ac. Parturient elementum facilisis lorem.


Visitors:

  • 24,331

Sekilas Kami

Bakornas LAPMI PB HMI merupakan salah satu badan khusus di dalam tubuh organisasi HMI yang bersifat semi-otonom sebagai penyalur minat dan bakat anggota dan wahana pengembangan kader di bidang jurnalistik/pers (ART Pasal 44).


[email protected]

0816-766-496



Newsletter


Media Partner

Independensia.id