Audiensi bersama Kemenlu, KAHMI : Kejahatan Kemanusiaan Muslim Uyghur Kategori Genosida

LAPMI | Jakarta – Presidium Majelis Nasional KAHMI mengadakan audiensi bersama Wakil Menteri Luar Negeri A. M Fachir di Kantor Kemenlu, Jakarta, Jum’at (4/1/2019). Audiensi tersebut membahas perkembangan peristiwa kejahatan kemanusiaan terhadap muslim Uyghur di Xinjiang.

Pasalnya, dalam sebulan terakhir, publik Indonesia khususnya umat Islam dikagetkan dengan pemberitaan melalui media sosial tentang peristiwa kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh otoritas politik Tiongkok terhadap rakyatnya sendiri, kaum Muslim Uyghur.

KAHMI menilai, kejahatan kemanusiaan seperti yang viral di media sosial bisa jadi adalah akumulasi dari peristiwa di berbagai tempat di wilayah Xinjiang dan telah berlangsung betahun-tahun, namun baru terungkap saat ini.

“Kejahatan kemanusiaan itu berupa pelarangan aktivitas ibadah kaum Muslim, penyekapan, pemenjaraan, pemisahan anggota keluarga secara paksa, aborsi, sterilisasi dan pembunuhan tanpa membedakan jenis kelamin dan usia, Kata Dr. Hamdan Zoelva, SH, MH selaku Koordinator Presidium KAHMI

Kata Zoelva, jika berbagai pemberitaan tersebut benar adanya, diduga keras telah terjadi kejahatan kemanusiaan di Xinjiang.

“Pencermatan kami terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh penguasa Republik Rakyat Tiongkok terhadap Muslim Uyghur di Xinjiang tersebut, kami berkesimpulan bahwa kejahatan dengan tujuan untuk menghancurkan keseluruhan atau sebahagian suatu kelompok nasional, etnis, ras atau keagamaan tersebut berkategori Genosida,” Ujar Zoelva

Baca Juga:  72 Tahun HMI: Koreksi dan Resolusi

KAHMI juga mempertanyakan mengapa keprihatinan umat Islam di Indonesia terhadap penderitaan saudara-saudaranya Muslim Uyghur di Xinjiang tidak mendapat respon positif berupa tanggapan atau pernyataan sikap yang tegas dari Pemerintah Republik Indonesia terhadap masalah tersebut.

Audiensi Presidium KAHMI bersama Wakil Menteri Luar Negeri A. M Fachir di Kantor Kemenlu, Jakarta, Jum’at (4/1/2019).
Melihat situasi dan kondisi tersebut, Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) mengusulkan kepada Pemerintah guna menyelesaikan peristiwa di Uyghur.

1. Menjelaskan duduk persoalan sebenarnya tentang apa yang terjadi atas kaum Muslim Uyghur di Xinjiang Republik Rakyat Tiongkok.

2. Membentuk delegasi bersama yang merupakan gabungan unsur penting dari Kementerian Luar Negeri dan beberapa perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam untuk memantau secara langsung situasi dan kondisi sebenarnya tentang apa yang terjadi di pemerintahan Tiongkok dan kaum Muslim Uyghur di Xinjiang.

3. Delegasi bersama tersebut, segera memberikan laporan sekaligus penjelasan kepada publik umat Islam di Indonesia tentang situasi dan kondisi yang terjadi di Tiongkok, khususnya umat Islam di wilayah Xinjiang.

Baca Juga:  Kader Millenial dan Masa Depan HMI

4. Mendesak pemerintah Republik Rakyat Tiongkok untuk melindungi dan menghormati hak-hak asasi manusia, khususnya hak hidup dan hak beragama bagi umat Islam di Xinjiang.

5. Menggagas pertemuan Negara-Negara Organisasi Konperensi Islam (OKI) di Jakarta untuk perlindungan hak-hak asasi manusia dan umat Islam di Xinjiang.

Audiensi bersama Kementerian Luar Negeri tersebut dihadiri antara lain Hamdan Zoelva Koordinator Presidium, Manimbang Kahariady Sekretaris Jenderal, A. Nasir Biasane Bendahara Umum, Mohsen Idris Sirfefa Ketua Bidang Ideologi dan Agama serta Burhanuddin M Zain Sekretaris Eksekutif.

Administrator

Administrator

Dolor proin! Placerat a, placerat enim vut duis aliquam, dignissim, magna sagittis duis diam et porttitor mus ultricies velit vut habitasse. Egestas facilisis a aliquet! Dolor. Rhoncus. Ac. Parturient elementum facilisis lorem.


Visitors:

  • 1,568

Sekilas Kami

Bakornas LAPMI PB HMI merupakan salah satu badan khusus di dalam tubuh organisasi HMI yang bersifat semi-otonom sebagai penyalur minat dan bakat anggota dan wahana pengembangan kader di bidang jurnalistik/pers (ART Pasal 44).


[email protected]

0816-766-496



Newsletter


Media Partner

Independensia.id