Kohati Malang Apresiasi HMI-Wan jadi Peserta Sekolah Advokasi Perempuan

LAPMI | Malang – Keterlibatan laki-laki dalam mengikuti kajian atau menelaah isu seputar feminis jarang kita temui, bisa dikatakan hanya sebagian saja yang tertarik. Melalui Sekolah Advokasi Perempuan yang diadakan pengurus Kohati Cabang Malang, 4 dari 22 peserta merupakan kader HMI-Wan (Laki-laki). Sekolah Advokasi berlangsung pada hari Sabtu dan Minggu, (2-3/2/2019) di Graha Insan Cita (GIC), Malang.

Bahkan tak tanggung-tanggung, salah satu kader HMI-wan menjadi peserta terbaik Sekolah Advokasi yang bertajuk “Mendorong Transformasi Pemuda dalam Advokasi Berbasis gender” ini. Adalah Wibowo, kader HMI Komisariat Teknik UMM yang menjadi peserta terbaik. Demikian disampaikan Ketua Umum Kohati Cabang Malang Esha W Nurfathonah saat membuka acara tersebut. Peserta sekolah advokasi berasal dari perwakilan seluruh kampus yang ada di Malang dengan harapan peserta sekolah Advokasi mampu menjadi founding Student Crisis Center setiap Universitas masing-masing.

“Gender diference bukan menjadi masalah untuk menegakkan keadilan. Saya bangga dengan peserta laki laki yang membuka hati untuk berpartisipasi dalam sekolah Advokasi, artinya mereka sadar bahwa kekerasan pada perempuan adalah bagian dari masalah sosial,” Kata Esha

Esha menjelaskan, keterlibatan laki-laki menjadi peserta sebagaimana dijelaskan dalam teori fungsionalisme pada buku analis gender dan transformasi sosial, bahwa setiap manusia berhak untuk menuntut keadilan dan kesetaraan.

Baca Juga:  DIAN TERPILIH SEBAGAI NAHKODA BARU HMI UNIGA

Korps HMI Wati (Kohati) yang merupakan salah satu organisasi mahasiswi yang berada dibawah naungan HMI, akan siap menanggapi isu isu perempuan di Malang Raya. Beberapa hari yang lalu, Esha mengatakan, Kohati telah mengeluarkan rillis dengan beberapa tuntutan ,salah satunya menuntut kepada DPR RI untuk segera mngesahkan RUU PKS.

“Kami Mendorong dan mengajak kepada seluruh elemen masyarakat mulai dari akademisi, mahasiswa, aktivis dan lembaga lainnya untuk sadar dan memperjuangkan hak-hak perempuan,” Ujarnya.

Tahapan Pelaksanaan Sekolah Advokasi Perempuan

Ketua Pelaksan Sekolah Advokasi Dinar Ajeng Safitri mengatakan, secara teknis, Sekolah Advokasi dibagi menjadi tiga tahap, “Tahap pertama yaitu peserta akan menguatkan teori-teori yang dibutuhkan dalam ilmu advokasi, mulai dari pengenalan Ideologi dunia sampai pada strategi dan teknik advokasi,” Ujar Dinar.

Sementara pada tahap kedua, lanjut Dinar, “peserta akan dikelompokkan pada kelompok-kelompok kerja untuk melakukan mini riset tentang perempuan di Malang dan sampai pada tahap ketiga peserta akan mengikuti magang ke LSM dan NGO yang fokus pada advokasi perempuan,” Imbuhnya

Baca Juga:  LAPMI Ciputat Persiapkan Kader HMI Handal di Bidang Jurnalistik

Setelah mengadakan Sekolah Advokasi Perempuan, pengurus Kohati Cabang Malang akan menggelar lingkar belajar, sebuah kelompok kerja dengan mini riset tentang perempuan di Malang Raya serta mengikuti magang untuk praktik advokasi. Kohati akan konsisten untuk mengawal isu perempuan sehingga mereka berharap semoga peserta tetap semangat dan konsisten.

Administrator

Administrator

Dolor proin! Placerat a, placerat enim vut duis aliquam, dignissim, magna sagittis duis diam et porttitor mus ultricies velit vut habitasse. Egestas facilisis a aliquet! Dolor. Rhoncus. Ac. Parturient elementum facilisis lorem.


Visitors:

  • 14,935

Sekilas Kami

Bakornas LAPMI PB HMI merupakan salah satu badan khusus di dalam tubuh organisasi HMI yang bersifat semi-otonom sebagai penyalur minat dan bakat anggota dan wahana pengembangan kader di bidang jurnalistik/pers (ART Pasal 44).


[email protected]

0816-766-496



Newsletter


Media Partner

Independensia.id