Blog

Bring to the table win-win survival strategies to ensure proactive domination. At the end of the day, going forward, a new normal that has evolved from generation.
Pipin Cakaba3 September, 2019
IMG-20190903-WA0011.jpg

4min240

Yogyakarta | Lapmi – HMI Komisariat Umar Bin Khattab Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Kegiatan Sosial HMI Mengabdi ke 3 di Dusun Nyemani, Sidoharjo, Samigaluh, Kulonprogo, DIY. Kegiatan sosial ini dilaksanakan selama 4 hari 3 malam, mulai tanggal 29-31 Agustus 2019. Kegiatan tersebut bertajuk “HMI Masih Menjadi Harapan Masyarakat Indonesia” digelar untuk mengajak pemuda maupun mahasiswa khususnya kader HMI peka terhadap masyarakat.

Ketua Panitia Pelaksana HMI Mengabdi 3, D.M. Tahta Fawwaza menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk melatih teman-teman peka terhadap realitas sosial dan melek terhadap perkembangan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga bekerjasama dengan Keraton Institute milik BPL HMI Cabang Yogyakarta dan beberapa elemen yang banyak terlibat.

“Kegiatan ini menjadi ajang silaturrahmi kader HMI dengan masyarakat Dusun Nyemani, bahwa kehidupan kita bukan hanya di bangku kuliah, tetapi kelak kita akan merasakan bagaimana bermasyarakat dan ikut membangun masyarakat yang lebih maju. Kita harus bisa membuktikan tema yang sudah kita angkat, yakni HMI masih menjadi harapan masyarakat Indonesia” kata Tahta.

Ketua Umum HMI Komisariat Umar Bin Khattab UII, Alfi Abdillah mengatakan, seharusnya kader HMI tidak melulu dekat dengan pejabat, tetapi juga dengan masyarakat. Karena sasaran utama kita melakukan suatu perubahan bukan dari atas, tetapi dari bawah.

“Disaat pemerintah sibuk dengan rebut-merebut kekuasaan, PB HMI mengalami dualisme yang tak kunjung usai, kami menawarkan HMI Mengabdi sebagai solusi. Ini bisa menjadi solusi alternatif, terlalu lama kita sibuk dengan urusan-urusan transaksional. Ya, semoga langkah kecil ini membawa manfaat yang besar” tegas Alfi Jum’at (30/8/2019).

Masyarakat Dusun Nyemani menyambut baik kedatangan kader-kader HMI, hal ini disampaikan oleh Wagito, Kepala Dusun Nyemani. Masyarakat berharap kader-kader HMI dapat membaur dan berbagi ilmunya dengan masyarakat maupun pemuda-pemudi.

“Selamat datang teman-teman HMI, masyarakat sangat senang dengan kehadiran teman-teman. Silahkan, jika ada yang ingin dibagikan kepada kami, kami sangat menyambut baik. Harapannya teman-teman juga bisa ikut andil dan gotong royong,” ungkap Wagito.

Kepala Desa Samigaluh, Umari menyampaikan hal yang sama. Bahwa masyarakat kita minim yang berpendidikan setingkat perguruan tinggi. Ia juga meminta untuk berbagi ilmu dengan masyarakat sekitar.
“Saya ucapkan selamat datang, inilah masyarakat Dusun Nyemani, saya harap teman-teman HMI bisa menyesuaikan, tertib dan disiplin, masyarakat kita minim Pendidikan, jadi teman-teman HMI bisa berbagi ilmu dan ikut andil dalam membangun Dusun Nyemani ini menjadi lebih maju,” terang Umari dalam sambutannya.

Ikhsan Andriyansyah menjelaskan, bahwa HMI Mengabdi sudah menjadi agenda rutin HMI Komisariat Umar Bin Khattab UII, dengan berbagai agenda yang dirancang sebagai bentuk aktualisasi nilai-nilai ke-HMI-an yang telah kita pelajari bersama. Di umur HMI yang sudah tak lagi belia, seharusnya HMI bisa menjadi harapan masyarakat Indonesia, sebagaimana tema yang diangkat dalam kegiatan ini.

“Kegiatan ini menjadi momentum HMI Cabang Yogyakarta, khususnya HMI Komisariat Umar Bin Khattab UII untuk membuktikan, bahwa kita masih diharapkan oleh berbagai elemen, terutama masyarakat,” kata Ikhsan saat dimintai keterangan.

“Bukan hanya memikirkan dirinya untuk melanggengkan posisi jabatannya setelah purna, tetapi ada hal penting yang harus kita pikirkan bersama, yaitu bagaimana kita merawat masyarakat yang harus dan terus kita bina bersama,” tegas Mahasiswa Fakultas Ekonomi UII. (SGT)


LAPMI HMI24 August, 2019
IMG-20190824-WA0027.jpg

2min170

Lembaga Pengembangan Profesi (LPP) atau Lembaga Kekaryaan yang dimiliki oleh HMI memiliki peranan penting dalam mengembangkan minat dan bakat kader. Karenanya, HMI cabang banyuwangi akan memberi porsi lebih untuk Lembaga Kekaryaan di cabangnya.

Hal tersebut disampaikan oleh ketua umum HMI Cabang Banyuwangi Untung Apriliyanto. Dalam prosesi pelantikan HMI cabang Banyuwangi yang di gelar di Kodim Banyuwangi, Untung berjanji akan mengoptimalkan lembaga kekaryaan yang ada di HMI.

“Kita punya banyak lembaga kekaryaan di HMI, ke depan akan kita maksimalkan lembaga-lembaga tersebut. Ada LEMI, LAPMI, dll,” tutur Untung, Sabtu (24/08).

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua MD KAHMI Banyuwangi, Taufik Hidayat. Dalam sambutannya, Ia menyatakan bahwa perubahan harus tetap dilakukan.

“Do something. Lakukanlah sesuatu, karena yang kalian lakukan saat ini menentukan nasib kalian di masa mendatang. Mereka yang bergerak dan berubah, merekalah yang berhasil,” pesan Taufik yang digadang-gadang akan maju di pemilihan Bupati Banyuwangi.

Pelantikan pengurus HMI Cabang Banyuwangi dilangsungkan bebarengan dengan pelantikan Kohati HMI Cabang Banyuwangi. Pelantikan yang dipandu oleh Ketua Bidang Pembinaan Anggota PB HMI ini mengambil tema “Optimalisasi Gerakan HMI untuk Mewujudkan Kader yang Profesional dalam Sumbangsih Pembangunan Daerah”

Tema yang diusung menurut Untung sesuai dengan apa diinginkan oleh pengurusnya ke depan. Tidak hanya ketika jadi kader tapi juga setelah ber HMI.

“Karena HMI organisasi yang mempersiapkan kader untuk mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT,” tutupnya. (Red/Fu) 


Pipin Cakaba21 August, 2019
IMG-20190821-WA0014.jpg

3min500

Lapmi | Tanjabbar – Dalam rangka memperlebar sayap perkaderan dan memperluas jaringan silaturahmi, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjung Jabung Barat menggelar Masa Perkenalan Calon Anggota (MAPERCA) di Aula Kantor Diaparpora Kabupaten Tanjung Jabung Barat, rabu (21/08/2019)

Doc. Photo bersama usai pelaksanaan kegiatan Maperca HMI Tanjabbar/photo

Tidak kurang dari 110 orang Mahasiswa/I STAI An-Nadwah Kuala Tungkal mengikuti  yang Masa Perkenalan Calon Anggota (MAPERCA) di selenggarakan oleh HMI Tanjabbar.

Acara ini diselenggarakan untuk memperkenalkan HMI kepada Mahasiswa baru, selain itu tujuan dari acara ini untuk mengajak Mahasiswa baru untuk berorganisasi, khususnya masuk dalam organisasi HMI.

Selain itu mahasiswa yang datang di maperca mendapatkan materi-materi tentang kemahasiswaan, ke-Islaman, dan ke-HMI-an. karena materi-materi tersebut dipilih karena sesuai dengan pedoman perkaderan yang ada di HMI.

Dalam sambutannya Sekertaris Umum HMI Cabang Tanjung Jabung Barat, najmul hayat mengatakan agenda Maperca ini merupakan salah satu wujud komitmen HMI Cabang Tanjung Jabung Barat dalam memperluas cakupan dan memperbanyak kader HMI di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

“Saya sampaikan apresiasi kepada adik-adik dari kampus STAI An-Nadwah Kuala Tungkal yang antusias mengikuti Maperca HMI ini dan juga saya sanagat mengapresiasi kepada rekan-rekan HMI yang sudah bekerja keras untuk rekrutmen mahasiswa STAI An-Nadwah untuk masuk di Organisasi HMI, dan hasilnya sangat memuaskan ” ungkap hayat.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Alumni HMI (KAHMI) Tanjabbar yaitu Ahmad Jahfar, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa bermahasiswa saja tidak cukup jika tidak bergabung di HMI.

“Begitu banyaknya tokoh yang telah dilahirkan di negeri ini melalui HMI. Sebut saja pak JK, Akbar Tanjung dan masih banyak lagi yang lainnya,” ujarnya.

Selain dihadiri Ahmad Jahfar, ada juga alumni yang hadir sepertu Staf ahli bidang pemerintahan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Mohd. Arif, MM. dan juga para Alumni HMI yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Mahasiswa yang hadir mendapatkan materi dari Ketua Jurusan Ekonomi Syariah STAI An-nadwah kuala tungkal Ahmad Lutfy, Calon Anggota DPRD 2019-2024 Syufrayogi Syaiful dan presiden BEM Stai An-nadwah Kuala tungkal Syamsudin. (Dika)


LAPMI HMI20 August, 2019
PicsArt_08-20-08.23.04.jpg

4min1300

Surakarta | Lapmi.hmi.or.id – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Surakarta menggelar Masa Perkenalan Calon Anggota (Maperca). Maperca sebagai pintu masuk sebelum bergabung menjadi keluarga besar HMI Cabang Surakarta mengangkat tajuk, “Leadership: Membangun Paradigma Mahasiswa yang Aktif Organisasi dan Berprestasi Akademik” pada Selasa, 20 Agustus 2019 di Aula Gedung III FEB Universitas Sebelas Maret Surakarta.

HMI Cabang Surakarta bekerja sama dengan KSB (Kelompok Studi Bengawan) mengemas acara dalam bentuk talk show. Yoga mewakili KSB sekaligus Ketua umum Komisariat FEB UNS mengenalkan pentingnya menulis dan berbisnis.

“Perlu diketahui rekan-rekan, KSB sendiri yaitu UKM yang memberikan fasilitas mahasiswa tentang kepenulisan juga berbisnis dan saham”, ujar Yoga dalam sambutannya.

Jejaring dilingkup HMI juga disinggung oleh Ketua Umum HMI Cabang Surakarta untuk memberi gambaran kepada mahasiswa baru UNS.

“HMI itu sendiri adalah organisasi eksternal yang mempunyai cakupan dan jaringan luas bukan hanya di luar kampus daerah, namun di berbagai kota dan negara. Berbeda dengan organisasi internal yang lingkupnya hanya dalam kampus saja. Sehingga jelas ada sebuah perbedaan dalam hal kebutuhan, kepentingan dan jejaring mahasiswa”, kata Brilian.

Tidak kurang dari 100 mahasiswa baru ikut serta acara tersebut. Adapun tujuan materi mengenalkan HMI itu sendiri dan bagaimana cara menjadi kepemimpinan mahasiswa di era milenial.

“Apa yang harus dimiliki dan harus dihindari mahasiswa dalam mencapai kepemimpinan milenial dalam berorganisasi sekaligus berprestasi. Ketika semua orang mempunyai potensi, maka jangan minder untuk mengembangkannya yakni semangat tahu, rasa percaya diri, adaptasi cepat, peralihan, membangun jejaring, multitasking dan satu hal yang harus ditetapkan yaitu berpikir positif. Karena berpikir positif ini merupakan sebuah kunci kesuksesan, banyak orang yang gagal karena berpikir negatif. Pemikiran semacam ini yang harus kita tumpaskan, kita harus tetap semangat, luruskan niat, sehingga jika kita tidak hanya diam saja, namun harus tetap bergerak menuju niat dan tujuan utama yang akan dicapai,” jelas Abdul Kohar, Direktur Pemberitaan Medcom.id yang juga mantan Dirut Lapmi Surakarta.

“Hal yang terpenting untuk menjadi pemimpin adalah keberanian. Seperti halnya yang sudah biasa diinginkan oleh semua orang. Orang tidak mau mendengar apa yang tidak mau ia dengar, orang tidak mau mendengar apa yang pernah ia dengar. Sesungguhnya hal tersebut bisa diatasi dengan cara melatih public speaking kita dalam berhimpun di HMI. Karena dalam HMI sendiri sudah biasa dalam melakukan perdebatan, hal ini berguna untuk melatih kemampuan berbicara kita salah satunya,” tambah Anhar Widodo, founder #ruanggagas.

Kepemimpinan bukan hanya faktor keturunan, namun harus kesiapan utamanya kesiapan mental. Ketika ada satu kesempatan yang datang, maka langsung manfaatkan, dan ambil peluang tersebut, karena kesempatan tidak datang dua kali. Hal yang perlu diingat bahwa kesempatan datang jika diri sendiri siap, bukan ketika mau.

Menjadi pemimpin dimana pun tempatnya adalah mengabdi yaitu ambil posisi, tentukan pilihan, ambil keputusan dan segera bertindaklah dengan kesadaran diri sendiri. Keuntungan ber-HMI bagi mahasiswa baru UNS diantaranya sudah dikenal khalayak umum, mempunyai banyak alumni, tempat mengadu gagasan yang terbuka dan demokratis serta mempunyai jejaring luas, daya juang tinggi dan tetap berorientasi pada prestasi. (Fajar) 


LAPMI HMI20 August, 2019
IMG-20190820-WA0027.jpg

1min350

Jakarta|Lapmi.hmi.or.id – Efektif per-Agustus 2019 setelah diadakan Musyawarah Lembaga (Muslem), pengurus Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Bandar Lampung periode 2019/2020 resmi dikukuhkan. Sebanyak 13 pengurus dilantik oleh Ketua Umum HMI Cabang Bandar Lampung di Lamban Juang HMI Bandar Lampung, pada Selasa (20/08).

Bertajuk tema “Bersinergi Bersama dalam Mengembangkan Lapmi HMI menuju kepengurusan yang progresif, kreatif, dan profesional,” Rizal yang menggantikan Mat Amin Nulloh akan berfokus pada pengembangan media daring, buletin, dan pendidikan berbasis konvergensi media.
Dalam sambutannya, Rizal mengatakan Lapmi sebagai mitra, sebagaimana kekuasaan memerlukan sistem pengawasan. Maka, masih kata Rizal Lapmi harus menjadi martir yang siap mewujudkan cita-cita HMI.

“Berkenaan menjamurnya informasi, informasi yang saling silang oleh kebohongan, Lapmi harus menjadi media alternatif, harus memperjuangkan kebenaran di era pasca-kebenaran,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum HMI cabang Bandar Lampung, Husni Mubarok berharap Lapmi mampu melahirkan karya, dan pemikiran-pemikiran baru.

“Selama ini kita mengenal gagasan dan narasi, namun sedikit sekali yang mampu membuahkan hasil gagasannya ke dalam tulisan. Oleh karenanya Lapmi harus bisa menjadi penguat untuk mengekspresikan gagasan-gagasan yang ada.” ujarnya. (Red)


LAPMI HMI18 August, 2019
images-19.jpeg

2min420

Jakarta | Lapmi.or.id – Lembaga Pengembangan Profesi (LPP) sebagai lembaga kekaryaan yang dimiliki oleh HMI memiliki peranan penting dalam menunjang aktivitas perkaderan di tubuh himpunan. Hal ini disampaikan oleh Penanggung Jawab (PJ) Ketum PB HMI, Arya Kharisma Hardi. Arya menilai peran Lembaga Pengembangan Profesi (LPP) di HMI harus didorong agar bisa lebih besar kontribusinya terhadap HMI. Sebab, menurut Arya dalam proses ber HMI output yang diharapkan ke depan adalah orang-orang yang memiliki kualitas dan kapasitas yang baik dalam disiplin keilmuannya.

“Lembaga Pengembangan Profesi ini adalah tempat yang cocok untuk mereka berproses,” katanya di sela-sela menghadiri acara pelantikan HMI Cabang Jember, Jumat (16/08).

Kader-kader HMI yang punya orientasi ekonomi, lanjut Arya dapat menjadi ekonom yang baik di Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam (LEMI), kader-kader yang punya disiplin ilmu dalam agama Islam bisa menjadi pendakwah yang baik melalui Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam (LDMI), begitupun juga yang memiliki kecenderungan pada dunia jurnalistik bisa dikembangkan melalui Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) .

Arya mengimbuhkan, Peran ini harus didukung dengan sistem dan kebijakan yang ada. Oleh karenanya, Sertifikat pelatihan kekaryaan yang ada di cabang maupun di Bakornas PB itu harus menjadi salah satu syarat ke depan untuk keluarnya surat rekomendasi LK 2 dari cabang.
“Lah ini salah satu kebijakan yang mendorong temen-temen semua untuk masuk kepada lembaga pengembangan profesi,” tutur pria berkacamata itu.

Untuk menunjang itu semua, Arya berharap agar pengurus LPP yang ada di Bakornas ataupun di Cabang agar mendorong kader-kader yang lain untuk bisa membuka cabang-cabangnya di daerah lain.

“Itu juga harus sama-sama kita dorong lah dengan semua perangkat yang ada di PB HMI.” tutupnya. (Redi/Fu)


Pipin Cakaba14 August, 2019
IMG-20190813-WA0014.jpg

2min40

Lapmi | Tanjabbar – Hari Raya Idul Adha menjadi ajang menabur kebaikan dengan mengeluarkan sebagian rezeki melalui kerelaan berkurban.

Seperti yang dilakukan oleh korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Tanjung Jabung Barat Dan Himpunan mahasiswa islam (HMI) Tanjung Jabung Barat.

Ketua KAHMI Tanjung Jabung Barat, Ahmad Jahfar mengatakan, kahmi dan HMI Hari ini perdana melakukan pemotongan hewan kurban berupa sapi. Ada 1 ekor sapi yang disembelih dalam momen Hari Raya Idul Adha pada 1440 H atau tahun 2019 ini.

“Alhamdulillah, tahun ini kami berkurban 1 ekor sapi, dagingnya kami bagikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar jahfar saat ditemui di sela-sela pemotongan hewan kurban sekitar di Sekretariat HMI cabang tanjabbar, selasa (13/08/2019).

Ahmad jahfar menegaskan bahwa tujuan melakukan kegiatan berkurban ini dalam kehidupan setiap orang dituntut berbuat kebaikan dan mau berkurban, karena dengan memberi maka akan selalu dilimpahkan rezeki.

“Terpenting esensi dari berkurban adalah memberi, berbagi dan meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail, Tentu ini mengandung hikmah agar manusia berlomba-lomba dalam mencari kebaikan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama pengurus HMI Cabang Tanjabbar, najmul hayat selaku sekertaris umum HMI mengungkapkan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam melaksanakan pemotongan Hewan kurban yang dilaksanakan oleh HMI Tanjabbar dan KAHMI Tanjabbar.

“Dengan hal ini, kita memerlukan pengorbanan yang baik untuk kita semua. Dengan demikian, Idul Adha memberikan kita hikmah dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam membangun tali silaturahmi antara kader HMI dan KAHMI untuk organisasi dan daerah yang maju,” tutupnya.


Pipin Cakaba25 July, 2019
IMG-20190725-WA0002.jpg

2min90

Lapmi | Tanjabbar – Musibah kebakaran yang kembali menghanguskan 6 buah rumah warga Kelurahan Teluk Nilau Kecamatan Pengabuan Kabupaten Tanjung Jabung Barat kemarin, Rabu (24/07/2019) pukul 10;00 Wib.

Doc. HMI Tanjabbar mengadakan aksi Galang dana/photo

Hal ini membuat para aktivis yang ada dikabupaten Tanjung Jabung Barat untuk melakukan aksi penggalangan dana untuk korban kebakaran, salah satunya adalah organisasi  Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Tanjung Jabung Barat.

Himpunan Mahasiswa Islam Cabang tanjung jabung barat memulai melakukan kegiatan aksi penggalangan pada hari ini Rabu s/d hari Jum’at nanti.

Fikri selaku Koordinator aksi penggalangan dana mengatankan, bahwa kegiatan ini dilakukan semata-mata untuk aksi kemanusian terkhusus untuk masyarakat teluk nilau yang terkena musibah.

“Alhamdulillah pada hari ini kita bisa melakukan penggalangan dana untuk keluarga kita yang sedang tertimpa musibah kebakaran yang terjadi diteluk nilau pagi tadi, Insya Allah kami lakukan sampai hari jum’at nanti” ujarnya

Selain itu fikri juga menambahkan bahwa selain penggalangan dana, mereka juga menerima sumbangan sembako ataupun barang yang bisa digunakan bagi korban yang tertimpa musibah.

“selain dana kami juga menerima sembako ataupun barang yang bisa digunakan bagi warga yang sedang mengalami musibah, jika ada warga yang ingin menyumbangkan sembako ataupun barang bisa menghubungi kami ataupun bisa langsung datang kesekretariat kami yang ada di Jl. Beringin, insya allah kami buka 24 jam.” Pungkasnya.

Hasil penggalangan dana yang di dapat oleh HMI Cabang Tanjung Jabung Barat berjumlah 1.400.000 dan pakaian 2 karung dari masyarakat  yang melintas di tempat penggalangan dana. (LukmanNurohim)


Pipin Cakaba25 July, 2019
PicsArt_07-24-10.29.53-1280x923.jpg

2min790

Lapmi | Bandung – Konferensi Cabang (Konfercab) Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kabupaten Bandung resmi dibuka, kegiatan tersebut yang ke -17 kalinya dilaksanakaj oleh HMI Cakaba, bertajuk “Regenerasi Kepemimpinan dengan Semangat Keumatan dan Kebangsaan Upaya Mewujudkan Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kabupaten Bandung yang Unggul, Kompetitif dan Berdaya Saing”, dengan penuh khidmat disaksikan oleh seluruh para kader HMI Cabang Kabupaten Bandung di Aula gedung Kecamatan Cibiru. Rabu malam (24/07/2019).

Doc. Saat pembacaan SK kepanitiaan Konfercab oleh perwakilan Bid. PAO Galang/photo

Hal tersebut guna sebagai estafeta kepemimpinan yang baru untuk HMI Cakaba kedepannya, kegiatan konfercab tersebut dihadiri oleh para fungsionaris pengurus cabang, KAHMI, dan ketua komisariat yang berada di lingkup cakaba serta para tamu undangan.

Doc. Ketua umum HMI Cakaba Asep Taufiqurrahman menyampaikan sambutannya/photo

Setelah pembukaan tersebut Ketua Umum HMI Cakaba, Asep Taufiqurrahman berharap agar kegiatan ini dijadikan sebagai ajang regenerasi kepimpinan yang lebih baik bukan untuk hanya berdinamika.

“Saya harap dalam konfercab ini bukan hanya dinamika yang diciptakan, namun ide dan gagasan juga yang mengisi jalannya konfercab yang bertujuan untuk melakukan regenerasi kepemimpinan yang jauh lebih baik.” Ujar Asep dalam sambutannya.

Selain itu, Presidium KAHMI Jawa Barat, Ayahanda Fauzan Ali Rasyid memberikan apresiasi pada kegiatan tersebut saat ia menyampaikan sambutannya dalam agenda pembukaan konfercab ke-17 HMI Cakaba.

“Dalam KonferCab ini buatlah sejarah yang dapat kalian ceritakan dan kalian kenang dimasa mendatang. Demi regenerasi kepemimpinan cabang yang lebih maju isilah momen ini dsrngan semangat keumatan yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing untuk mencetak sejarah yang baru” tutup Fauzan selaku KAHMI dalam sambutannya. (Dandi)


Pipin Cakaba23 July, 2019
IMG-20190723-WA0010.jpg

3min450

Lapmi | Garut – 20 orang aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Garut berdemonstrasi di depan Gedung Kejaksaan Negeri Garut, mereka menuntut agar kapabilitas kejaksaan melaksanakan kuasa atas supremasi hukum. Pula Mewujudkan pemerintah Kab. Garut yang bersih.

Doc. Saat massa aksi HMI melakukan audiensi didepan gedung Kejari Garut/photo

Dalam aksinya, mahasiswa mengutarakan berbagai orasi. Menurut Ginan selaku danlap “ingin kesesuaian dengan amanat UU Nomor 16 tahun 2004 Tentang Kejaksaan Republik Indonesia. Selain itu kejaksaan juga memiliki doktrin TRI KRAMA ADHYAKSA, yakni SATYA Kesetiaan yang bersumber pada rasa jujur, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, terhadap diri pribadi dan keluarga maupun kepada sesama manusia. ADHI Kesempurnaan dalam bertugas dan berunsur utama pada rasa tanggung jawab terhadap Tuhan Yang Maha Esa, keluarga dan sesama manusia. WICAKSANA Bijaksana dalam tutur kata dan tingkah laku, khususnya dalam penerapan kekuasaan dan kewenangannya”, terangnya.

Selain itu, dari pihak demonstran berpendapat, kejaksaan dalam hal ini menjadi salah satu bagian penting dalam sistem peradilan pidana dan perdata di Indonesia, yaitu suatu sistem dalam masyarakat untuk menanggulangi kejahatan, dengan tujuan mencegah masyarakat menjadi korban kejahatan, menyelesaikan kasus kejahatan yang terjadi sehingga masyarakkat puas bahwa keadilan telah ditegakkan. Selasa (23/07/2019)

Dari pihak demonstran menuturkan bahwa yang terjadi hari ini, Kejari Garut seolah-olah melupakan tugas pokok dan fungsinya yang sudah termaktub dalam UU Nomor 16 Tahun 2004. Dimana saat ini kasus-kasus yang telah kerugian negara (khusunya masyarakat kab Garut) sebesar Rp.1,8 miliar pada tahun 2018. Tahun 2018 BPK mencatat Rp.1,8 Miliar terhadap kerugian negara tersebut, ditemukan temuan dari beberapa Dinas, Sebanyak 30 proyek.

Koordinator lapangan, Sandi mengatakan, “Antara lain dugaan korupsi dana hibah bantuan Provinsi Jabar tahun 2017 yang diterima Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Bapusipda) Kabupaten Garut dan soal proyek pembangunan perbaikan jalan Cikelet, Mangkraknya revitalisasi pasar leles, Pembebasan lahan Pembangunan jalan baru di Kadungora, pembangunan sarana olah raga GOR serta kasus-kasus lainnya yang sedang ditangani oleh Kejari Garut masih dalam tanda tanya publik”, ujarnya.

Menurutnya, harus sesuai dengan Undang-Undang No 14 Tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik, mewajibkan seluruh badan publik untuk dapat mengelola informasi publik. Pengelolaan informasi publik tersebut dimaksudkan agar mudah diakses oleh masyarakat. Diharapkan dapat mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik, transparan, efektif dan efisien, akuntabel serta dapat dipertanggung jawabkan. Berdasarkan release yang disampaikan kepada redaksi Independensia.

Berikut berbagai layangan tuntutan dari Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Garut ;
1. Memberikan laporan kepada publik sudah sejauh mana proses hukum kasus-kasus yang sedang ditangani oleh Kejari Garut.
2. Usut tuntas semua kasus yang sedang ditangani oleh Kejari Garut.
3. Tindak tegas oknum-oknum yang diindikasikan bermain dalam kasus yang sedang ditangani oleh Kejari Garut sesuai dengan undang-undang yang berlaku.(rls)



Sekilas Kami

Bakornas LAPMI PB HMI merupakan salah satu badan khusus di dalam tubuh organisasi HMI yang bersifat semi-otonom sebagai penyalur minat dan bakat anggota dan wahana pengembangan kader di bidang jurnalistik/pers (ART Pasal 44).


[email protected]

0816-766-496



Newsletter


Media Partner

Independensia.id